Categories: Hukum & kriminal

TEGANG! Bau Kotoran Babi Bikin Muntah, Warga Payangan Geruduk Peternak

GIANYAR- Ketegangan kembali terjadi antara warga dengan seorang peternak di Banjar Subilang, Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Senin (11/2).

 

Ribut antara warga dengan oknum peternak itu, menyusul bau kotoran babi yang tak sedap dan bikin muntah dari kandang milik peternak setempat.

 

Beruntung, aksi protes warga itu berhasil dimediasi dan tak sampai berimbas pada tindakan yang tak diinginkan.

 

Seperti dibenarkan Kepala Dusun Subilang, I Ketut Prawira. Dikonfirmasi terkait protes warga, ia mengaku antara warga dan pemilik kandang sebelumnya sempat bertemu.

Bahkan kata Prawira, warga Subilang semat melayangkan surat keluhan Nomor 01/SB/I/2019. “Sekarang permasalahan ini muncul lagi karena adanya miss komunikasi antara pemilik dengan tetangga sekitar,” ujar Prawira seusai proses mediasi di Kantor Camat Payangan.

 

Sedangkan atas protes warga, pihak pemilik peternakan omyo Alponso yang hadir pada kesempatan itu mengaku, jika pihaknya sudah membuat bak ukuran besar untuk tempat penampungan  limbah.

 

 “Sudah kami buatkan. Nanti limbah yang kami tampung itu dipakai pupuk organik dengan mencampur kotoran dengan pupuk urea,” terangnya.

 

Bahkan, terkait peternakan babi yang sudah diakui ada sejak 2011 itu, ia berdalih jika bau yang berasal dari peternakan miliknya yang kini ada sekitar 60 ekor babi itu, disebabkan karena factor cuaca.

 

Selain factor angin, kondisi hujan yang terus menerus belakangan terakhir juga menyebabkan bak penampungan kotoran meluap.” “Tapi untuk masalah bau, saya berjanji akan berusaha mencari jalan keluarnya dalam waktu 2 bulan. Sedangkan untuk pembangunan tembok penyengkernya akan dikerjakan dalam waktu 2 minggu ini,” tukasnya.

Sementara itu atas munculnya protes warga, Kapolsek Payangan, AKP I Gede Sudyatmaja, berharap Dinas Peternakan dapat melakukan cross-check kembali terhadap peternakan babi tersebut.

 

Demikian pula pemilik peternakan babi diminta untuk berkordinasi dengan dinas peternakan tentang persyaratan apa yang harus dipenuhi.

 

“Adakan pula komunikasi dengan warga masyarakat sekitarnya, usaha tanpa dukungan dari masyarakat tidak ada gunanya, sehingga kedepan terjalin hubungan yang harmonis dengan warga masyarakat sekitar,” pintanya.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago