Categories: Hukum & kriminal

Ikut Bantu Cari KRI Nanggala 402, Ini Kehebatan Pesawat P-8 Poseidon

DENPASAR – Sejumlah negara sahabat ikut turun tangan membantu pemerintah Indonesia mencari keberadaan KRI Nanggala 402 yang hilang di perairan Bali Utara sejak Rabu (21/4) lalu.

Singapura mengirim kapal penyelamat kapal selam MV Swift, sementara Malaysia mengirim MV Megawati.

Pemerintah Australia bahkan mengirim dua kapal mereka yakni HMAS Ballarat dan HMAS Sirius. India ikut turun tangan dengan menerjunkan kapal penyelamat kapal selam.

Yang terbaru, pemerintah Amerika Serikat ikut membantu menerjunkan pesawat mata-mata P81 Poseidon.

Kapuspen TNI Mayjen Achmad Riad mengatakan, pemeritah Indonesia menerima semua bantuan dari negara sahabat dengan tangan terbuka.

“Clearence izin operasi dipercepat, karena waktu pencarian KRI Nanggala 402 sudah sangat mepet,” ujar Mayjen Achmad Riad.

Dari seluruh kapal asing yang ikut membantu melakukan pencarian adalah keberadaan pesawat mata-mata P-8 Poseidon.

Pesawat mata-mata P-8 Poseidon merupakan pesawat anti-kapal selam paling baru dan canggih saat ini. Di US Navy, pesawat ini menggantikan pesawat P-3 Orion yang digunakan sejak 1950-an.

Menurut Mayjen Achamd Raid, pesawat P-8 Poseidon tiba di Bandara Ngurah Rai, Jumat (23/4) malam kemarin.

“Tim dari P-8 Poseidon nanti akan ikut membantu melakukan pencarian,” kata jenderal TNI bintang dua ini dikutip dari kanal Youtube Puspen TNI.

Pesawat militer ini dikembangkan untuk beberapa tujuan. Seperti melakukan pemantauan dan penyerangan kapal selam maupun armada laut asing di permukaan.

P-8 Poseidon juga efektif melakuka pemantauan, pengawasan, dan pengintaian untuk beragam tujuan.

Dibanding P-3 Orion, P-8 Poseidon mampu membawa muatan lebih banyak, terbang di ketinggian lebih tinggi dan mampu menjangkau area lebih luas.

P-8 Poseidon dilengkapi perangkat canggih seperti High Altitude Anti-Submarine Warfare Weapon Capability (HAAWC) serta AGM-88 Harpoon Anti-Ship Missile.

P-8 Poseidon juga memiliki sensor hidrokarbon yang digunakan untuk mendeteksi uap bahan bakar kapal selam.

Pesawat yang sempat beroperasi di perairan Cina Selatan ini juga dilengkapi Magnetic Anomali Radar (MAD), perangkat yang berfungsi mendeteksi benda logam besar di kedalaman lautan, misalnya kapal selam.

Perangkat ini sebenarnya sudah dimiliki P-3 Orion. Hanya saja ikut ditambahkan untuk mendukung kecanggihan pesawat mata-mata ini.

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

4 hari ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago