Categories: Nasional

Oka Gunastawa: Jangan Benturkan Tradisi dan Politik

TABANAN – Majelis Alit Desa Pakraman Kecamatan Kediri, Tabanan disorot. Pemicunya imbauan agar krama setempat tidak membuat ogoh-ogoh serangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941, 6 Maret 2019 mendatang.

Tahun politik dan Karya Agung Panca Wali Krama di Pura Besakih menjadi dasar imbauan tersebut. Namun, bila ogoh-ogoh tetap dibuat, bentuknya diharapkan tidak berbau politik.

Kondusivitas menjadi dasar imbauan yang menuai “segudang” respons di jagat dunia maya itu.

Ida Bagus Oka Gunastawa, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Bali menilai sudah saatnya masyarakat tidak “gagap” atau “alergi” dengan politik.

Sebab urusan sekecil apapun yang berkaitan dengan hidup masyarakat luas ditentukan oleh politik. Oka Gunastawa berharap semua pihak berpikir dan bertindak bijak agar budaya dan politik tidak saling meniadakan.

Dengan kata lain, politisi asal Desa Jungutan Karangasem yang merupakan sosok sentral di balik raihan 1.535.110 suara Jokowi-Jussuf Kalla lima tahun silam itu menilai ogoh-ogoh idealnya tetap dibuat dan diarak pada Hari Pengerupukan tahun ini.

“Jangan benturkan tradisi yang menjadi kearifan lokal dengan dunia politik. Kami yakin semuanya bisa berjalan dengan harmoni,” ucap Oka Gunastawa, Kamis (10/1).

Caleg DPR RI nomor urut 1 dapil Bali itu mengatakan upaya tidak membenturkan politik dan kearifan atau budaya lokal ogoh-ogoh akan mengurangi kesan “seram” dan “kekerasan” dalam politik.

“Jangan salahkan masyarakat jika kemudian apatis lalu berstigma negatif kepada politik. Menurut saya komunikasi sosial dan politiknya yang harus dikedepankan. Sehinga semua bisa berjalan selaras,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, Ketua Majelis Alit Desa Pakraman Kecamatan Kediri, AA Ngurah Gede Panji Wisnu mengatakan surat imbuan

untuk tidak membikin ogoh-ogoh dikeluarkan berdasar kesepakatan dalam paruman (rapat adat) dengan 23 bendesa adat se-Kecamatan Kediri, Sabtu (5/1) lalu.

Surat imbauan tersebut ditujukan kepada seluruh Sekaa Teruna Teruni (STT) dan semua komponen masyarakat di Kecamatan Kediri.

Panji Wisnu menekankan dalam surat tersebut tertuang imbauan untuk tidak membuat ogoh-ogoh atau tidak melaksanakan Pangrupukan Nyepi dengan parade tektekan, petasan, dan lainnya.

Dijelaskan pula bahwa hal tersebut hanya imbauan; bukan larangan. Panji Wisnu mengatakan, kesepakatan keluarkan imbauan jangan bikin ogoh-ogoh diambil berdasarkan sejumlah pertimbangan.

Selain menjaga suasana kondusif di tahun politik, juga untuk menyukseskan karya agung Panca Bali Krama di Pura Besakih.

Ungkapnya, 23 bendesa adat di rapat yang digelar di Kantor Camat Kediri itu rata-rata setuju dan siap melaksanakan imbauan tersebut. (rba)

Donny Tabelak

Share
Published by
Donny Tabelak

Recent Posts

Artis dan Pejabat yang Bercerai di Tahun 2025, Dari Raisa hingga Ridwan Kamil

Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.

2 minggu ago

Rapor Merah Mees Hilgers Bersama Timnas Indonesia, Rizky Ridho dan Justin Hubner Siap Mengkudeta

Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…

10 bulan ago

Menolak Menyerah, PSSI: Kesempatan Timnas Indonesia Kejar 15 Poin Masih Ada

Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…

1 tahun ago

SW House, Rumah Berkonsep Tropis Match dengan Warna Earthy yang Klasik

kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.

2 tahun ago

Hasil Quick Count Pemilu 2024 Bisa Segera Dilihat, Ini Lembaga Survei Resmi yang Menyiarkan

Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024

2 tahun ago

5 Cara Membersihkan Meja Granit Agar Permukaannya Tetap Mengkilap Sepanjang Hari

Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…

2 tahun ago