kesal-dituding-bagian-dari-mafia-pieter-tanuri-itu-penghinaan
DENPASAR – Owner Bali United Pieter Tanuri, tampaknya, belum bisa menerima ulah supporter yang menyalakan flare, smoke bomb, dan kembang api saat Serdadu Tridatu tumbang di tangan Persija Jakarta dengan skor 1 – 2.
Di depan supporter yang menemuinya di VVIP Stadion Dipta, Pieter Tanuri mengatakan bahwa apa yang dilakukan suporter itu adalah salah besar.
Meskipun tidak secara langsung mengatakannya, tetapi dari pernyataan Pieter, jelas terbersit kekecewaan yang begitu besar terhadap ulah suporter.
“Kalau masih sayang Bali United, sebelum melakukan tindakan yang merugikan klub, tolong berpikir. Saya mengerti kekecewaan kalian.
Tindakan kalian bukan hanya membuat kami sial, tetapi semuanya. Denda kemungkinan Rp 150 – 250 juta. Tetapi yang saya khawatirkan, kami tidak boleh ditonton suporter dikandang,” terangnya.
Dia pun meminta jika ada masalah apapun, sebaiknya dirundingkan lebih dulu dengan manajemen. Dia pun sakit mendengar kabar bahwa Bali United dan dia sendiri adalah bagian dari mafia sepakbola.
Dia juga dianggap agar membantu Bali United untuk mengalah demi memuluskan jalan Persija. “Kalau saya dan klub dianggap bagian dari mafia, saya kecewa.
Saya sudah datang ke Bali dan keluar uang ratusan miliar selama ini, lalu hanya untuk mengalah dengan Persija? Saya bilang ini adalah penghinaan untuk Bali United dan saya. Seolah-olah saya bisa disogok,” tegasnya.
Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.
Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…
Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…
kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.
Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024
Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…