diupayakan-jam-belajar-pengganti
RadarBali.com– Curah hujan yang tinggi kemarin, menyebabkan SMPN 6 Denpasar, Sesetan, terendam.
Sehingga, pihak sekolah setelah koordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), akhirnya memulangkan siswanya lebih awal.
’’Untuk memastikan keselamatan dan kenyaman siswa, kami mengambil langkah memulangkan siswa untuk belajar di rumah,’’ kata Kepala Sekolah SMPN 6 Denpasar Gusti Ayu Tirtawati didampingi Lurah Sesetan Ni Ketut Sri Karyawati, seperti dalam rilis Humas Pemkot Denpasar.
Menurutnya, genangan air di lingkungan sekolah ini baru terjadi setelah 10 tahun lalu. Namun, tidak begitu lama berangsur-angsur surut.
Hal ini menurut Sri Karyawati disebabkan curah hujan yang cukup tinggi diikuti air laut pasang.
Untungnya, Tim Respons Cepat (TRC) Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar menerjunkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait; Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Denpasar, hingga pihak lurah/desa dan kecamatan.
Selain itu, Tim Denpasar Mantap Kesehatan Masyarakat (Damakesmas) bersama BPBD melakukan evakuasi di beberapa titik.
Seperti evakuasi tiga warga, termasuk bayi 2 bulan di kawasan Perumahan Padang Indah, Padangsambian. Serta melakukan penanganan dini di Puskesmas II Denpasar Barat.
Sekretaris Kota (Sekkot) Denpasar AAN Rai Iswara atas instruksi Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra meninjau langsung SMPN 6 Denpasar dan beberapa sekolah lainnya.
’Kami telah memerintahkan OPD terkait untuk segera melakukan tindak cepat dalam menangani genangan, meski telah berangsur surut. Sehingga, seluruh aktivitas dapat segera kembali seperti semula,’’ ujar Rai Iswara.
Proses belajar mengajar di SMPN 6 Denpasar maupun di beberapa sekolah yang sempat mengalami genangan, dengan langkah menghentikan sementara proses belajar mengajar untuk keselamatan dan kenyaman para siswa serta orang tua.
Hal ini telah ditangani dengan cepat, sehingga proses belajar mengajar tidak terganggu dan siswa dapat kembali belajar seperti biasa.
’’Kerjasama dan koordinasi komunikasi yang dilakukan dengan cepat dari pihak sekolah, lingkungan, kelurahan/ desa hingga pihak kecamatan mampu menangani bersama dampak dari intensitas hujan yang sangat tinggi melanda Denpasar dan hampir di beberapa wilayah di Bali,’’ ujarnya.
Di samping itu, Dinas Kesehatan Denpasar juga dilibatkan menangani pasca genangan ini. Keterlibatan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dapat meningkatkan intensitas pemantauan jentik nyamuk.
Sehingga, tidak berdampak pada kesehatan masyarakat. ’’Sebelumnya, pada 2010 di Kota Denpasar terdapat 32 titik banjir, namun hingga saat ini dengan berbagai upaya yang telah dilakukan; seperti penggelontoran drainase dan sodetan, titik tersebut berkurang menjadi 6 titik banjir,’’ ujarnya.
Rai Iswara menyarankan agar waktu belajar siswa yang diliburkan akibat adanya genangan ini dicarikan solusi. Yakni, dengan menyediakan waktu pengganti.
Langkah ini disikapi Kadis Dikpora Denpasar Wayan Gunawan dengan memberikan instruksi kepada seluruh kepala sekolah di Kota Denpasar, dalam menyikapi cuaca ekstrim saat ini.
Hal ini dilakukan dengan memberikan pemenuhan jam belajar siswa sesuai dengan kalender pendidikan yang berlaku.(djo)
Tahun 2025 merupakan tahun yang malang atau kelabu bagi sejumlah pasangan selebriti.
Timnas Indonesia harus menerima kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi…
Target 15 poin masih dibebankan oleh PSSI kepada Timnas Indonesia untuk lolos dari putaran ketiga…
kawasan Menteng, Jakarta Pusat, SW House berdiri kokoh dengan segala keanggunannya.
Sejumlah lembaga survei bakal menggelar penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2024
Granit merupakan bahan bangunan dari campuran white clay, kaolin, silika, dolomite, talc, dan feldspar yang…