RadarBali.com – Saat ini masih banyak ternak warga yang ada di zona merah belum diungsikan ke tempat yang aman.
Menurut Sekretaris Satgas PKH (Peternakan Kesehatan Hewan) Ni Wayan Fatmawati, masih ada 16.237 ternak warga di daerah zona bahaya yang belum di evakuasi.
Data ini bisa terus bertambah karena saat ini masih dalam pendataan. Dari data tersebut, ternak sapi adalah yang terbesar yakni 11.420 ekor, kambing 3.224 ekor, dan babi 1.593 ekor.
Sementara ternak yang sudah ditampung di pengungsian sekarang sebanyak 5.554 ekor. Di antaranya babi 196 ekor, kambing 509 ekor, dan sapi 4.849 ekor.
“Itu ternak yang ada di penampungan, ada juga yang sebagian di jual saat di penampungan karena digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” beber Fatmawati.
Dia menambahkan, bagi warga yang ingin melakukan evakuasi ternaknya, tinggal menghubungi Posko Satgas PKH di hot line yakni 081 238 632 084.
Ternak warga akan dijemput tanpa dikenakan biaya. Untuk penempatan ternak warga akan dilakukan di dekat pos dimana warga pemilik ternak mengungsi.
Sehingga mereka bisa setiap saat merawat ternaknya termasuk memberi makan ternaknya. “Kami sudah menyiapkan personel TNI dan Polri untuk mengevakuasi ternak milik pengungsi,” tandasnya.



