MANGUPURA – Sesuai arahan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men-PAN dan RB), para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Badung sudah kembali masuk kantor kemarin.
Sayang, pada hari perdana kerja kemarin, protokol kesehatan belum diterapkan secara menyeluruh di Puspem Badung.
Terpantau hanya di pintu masuk utama gedung yang disediakan tempat cuci tangan. Beberapa pintu masuk lainnya belum dilengkapi tempat cuci tangan.
Begitu juga dalam pengecekan suhu tubuh, tidak semua pegawai yang masuk dicek suhu tubuhnya.
Padahal, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Bupati Badung Nomor 256 tentang Sistem Kerja Pegawai di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung Dalam Budaya Hidup Baru.
SE tersebut menjadi patokan agar semua pihak bisa mengikuti protokol kesehatan. Perangkat daerah atau unit kerja atau perusahaan daerah disarankan agar melakukan
penyemprotan disinfektan secara berkala di areal kerja dan area publik, menyediakan fasilitas cuci tangan, memastikan pengawai paham terhadap
perlindungan diri dan penularan Covid-19 dengan perilaku hidup bersih dan sehat, dan menyiapkan petugas untuk melakukan pengecekan suhu badan.
Terkait kondisi tersebut, Koordinator Satuan Tugas Operasi di Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid -19 Kabupaten Badung dr. I Nyoman Gunarta mengatakan,
pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk melengkapi segala kekurangan yang dibutuhkan dalam budaya hidup baru atau new normal.
Mengenai tak semua pegawai diperiksa suhu tubuhnya dengan termogun, Gunarta mengklaim sebenarnya pada ASN sudah paham.
Bahkan kata dia, pada SE tersebut juga sudah disebutkan bahwa yang demam, batuk, atau gejala penyakit pernafasan disarankan tidak masuk kerja.
“Meski demikian, kami tetap akan melakukan penambahan sarana dan prasarana ini,” terang pria yang juga Kadis Kesehatan itu.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gede Wijaya mengakui adanya kekurangan fasilitas protokol kesehatan.
Misalnya, tempat cuci tangan baru tersedia di beberapa titik saja. Gede Wijaya mengungkapkan, dalam penerapan Budaya Hidup Baru dalam sistem kerja ASN di Badung memerlukan kesiapan seluruh stakeholder terkait.
“Bila ada kekurangan yang terjadi akan secepatnya dievaluasi dan dilengkapi terutama menyangkut penyediaan sarana dan prasarana seperti arahan dari pimpinan,” tuturnya.
Apakah adakah ASN yang bolos pada hari pertama kerja, Wijaya mengaku tidak menerima laporan dari perangkat daerah terkait. Kebetulan hari pertama kerja bertepatan dengan persembahyangan rahinan purnama.



