Ibu Negara Bagi-bagi Sarana Edukatif, Ini Respons Para Kasek TK/PAUD

DENPASAR – Ibu Negara Hajjah Iriana Joko Widodo dan Hajjah Mufidah Jusuf Kalla berkunjung ke TK Dharma Putra, Banjar Kedaton, Denpasar Timur, Selasa (3/4).

Pukul 10.41, istri Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia bersama rombongan tiba di bale banjar yang sekaligus difungsikan sebagai Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK).

Kunjungan tersebut dimanfaatkan Ibu Negara Iriana menunaikan program OASE alias Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja.

Masing-masing siswa diberikan hadiah berupa sebuah tas lengkap dengan sarana belajar berupa krayon, buku gambar, dan buku tulis.

Kepada tiga sekolah, yakni TK Dharma Putra, PAUD Mutiara Bunda, dan PAUD Mandala Kumara, Iriana menghadiahi alat permainan edukatif.

Terdiri atas masing-masing satu paket mainan ayunan dan seluncuran, alat mainan kebersihan, puzzle anatomi tubuh, alat bermain meronce, alat mainan musik,

karpet main peran, parasut fun, alat bermain kedokteran, alat main kasir, alt main masak-masakan, alat main pertukangan, dan alat main mobil-mobilan.

Kepala Sekolah TK Dharma Putra, Wayan Mudiati mengaku bahagia atas bantuan yang diperoleh sekolahnya.

“Senang luar biasa,” ucapnya sembari menyebut jumlah siswa TK Dharma Putra sebanyak 102 orang. Ditanyai kenapa dapat bantuan, Mudiati menyebut karena TK yang dipimpinnya milik banjar dan mengangkat aspek kebudayaan.

“Seleksi saya tidak tahu. Datang dari pusat. Selasa lalu saya baru tahu,” ungkapnya. Pernyataan sama disampaikan Sri Utami, Kepala Sekolah PAUD Mutiara Bunda.

Sekolah yang berlokasi di Jalan Pulau Bungin Gang Perbatasan No. 9 A, Pemogan itu diakuinya memperoleh penghargaan karena menyelenggarakan pendidikan karakter.

“Kami bekerja sama dengan Ibu Ratna Megawangi, Ketua Bidang Pendidikan Karakter OASE-KK, Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja) oase, era kabinet kerja,” ucapnya.

Sri Utami menjelaskan PAUD Mutiara Bunda berdiri tahun 2010. Kini jumlah siswa di sekolah tersebut sebanyak 137 orang.

PAUD Mutiara Bunda, ungkapnya terdiri atas tiga komponen, yakni taman penitipan, kelompok bermain, dan taman kanak-kanak.

“Ini luar biasa. Sesuatu yang sangat membanggakan kami para guru. Bantuan ini sangat membantu sarana prasarana pelaksanaan pendidikan.

Alat peraga pendidikan akan mampu menstimulasi 9 kecerdasan anak,” tegas guru lulusan STIE Pemnas Indonesia Malang tersebut.

DENPASAR – Ibu Negara Hajjah Iriana Joko Widodo dan Hajjah Mufidah Jusuf Kalla berkunjung ke TK Dharma Putra, Banjar Kedaton, Denpasar Timur, Selasa (3/4).

Pukul 10.41, istri Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia bersama rombongan tiba di bale banjar yang sekaligus difungsikan sebagai Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK).

Kunjungan tersebut dimanfaatkan Ibu Negara Iriana menunaikan program OASE alias Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja.

Masing-masing siswa diberikan hadiah berupa sebuah tas lengkap dengan sarana belajar berupa krayon, buku gambar, dan buku tulis.

Kepada tiga sekolah, yakni TK Dharma Putra, PAUD Mutiara Bunda, dan PAUD Mandala Kumara, Iriana menghadiahi alat permainan edukatif.

Terdiri atas masing-masing satu paket mainan ayunan dan seluncuran, alat mainan kebersihan, puzzle anatomi tubuh, alat bermain meronce, alat mainan musik,

karpet main peran, parasut fun, alat bermain kedokteran, alat main kasir, alt main masak-masakan, alat main pertukangan, dan alat main mobil-mobilan.

Kepala Sekolah TK Dharma Putra, Wayan Mudiati mengaku bahagia atas bantuan yang diperoleh sekolahnya.

“Senang luar biasa,” ucapnya sembari menyebut jumlah siswa TK Dharma Putra sebanyak 102 orang. Ditanyai kenapa dapat bantuan, Mudiati menyebut karena TK yang dipimpinnya milik banjar dan mengangkat aspek kebudayaan.

“Seleksi saya tidak tahu. Datang dari pusat. Selasa lalu saya baru tahu,” ungkapnya. Pernyataan sama disampaikan Sri Utami, Kepala Sekolah PAUD Mutiara Bunda.

Sekolah yang berlokasi di Jalan Pulau Bungin Gang Perbatasan No. 9 A, Pemogan itu diakuinya memperoleh penghargaan karena menyelenggarakan pendidikan karakter.

“Kami bekerja sama dengan Ibu Ratna Megawangi, Ketua Bidang Pendidikan Karakter OASE-KK, Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja) oase, era kabinet kerja,” ucapnya.

Sri Utami menjelaskan PAUD Mutiara Bunda berdiri tahun 2010. Kini jumlah siswa di sekolah tersebut sebanyak 137 orang.

PAUD Mutiara Bunda, ungkapnya terdiri atas tiga komponen, yakni taman penitipan, kelompok bermain, dan taman kanak-kanak.

“Ini luar biasa. Sesuatu yang sangat membanggakan kami para guru. Bantuan ini sangat membantu sarana prasarana pelaksanaan pendidikan.

Alat peraga pendidikan akan mampu menstimulasi 9 kecerdasan anak,” tegas guru lulusan STIE Pemnas Indonesia Malang tersebut.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru