RadarBali.com – Pesawat Sriwijaya Air yang memuat Tim Bali United, dilaporkan mendarat di Bandara Internasional Sentani, Jayapura, Senin kemarin (7/8).
Sempat transit di Makassar, Irfan Bachdim, dkk. mengudara sekitar pukul 14.00 waktu setempat.
Skuad Serdadu Tridatu menyatakan tak akan pernah melupakan kekalahan 1-2 oleh Persipura Jayapura di laga kedua Liga 1 Indonesia 2017 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (23/4) silam. Pasalnya, kekalahan itu memakan tumbal didepaknya pelatih Hans Peter Schaller.
Publik sepakbola Pulau Dewata juga tentu tak akan lupa hadiah gol bunuh diri Abdul Rahman yang membuat Bali United merana kala itu; menelan dua kekalahan beruntun setelah dipecundangi Madura United dengan skor 2-0 di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Madura, Jawa Timur, (16/4).
Dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Senin (7/8) siang kemarin, Pelatih Kepala Bali United, Widodo Cahyono Putro, menyatakan tekadnya membendung ambisi skuad asuhan Wanderley Machado da Silva Junior meraih tiga poin di kandang.
Mutiara Hitam- julukan Persipura Jayapura- juga dipastikan tak akan mendapat gol “gratisan” lagi. “Kita sudah ke sini, Jayapura, ya harus siap,” ucapnya.
Tentang kekalahan di putaran pertama kala bermain kandang, Widodo mengaku tak mau ambil pusing. “Lupakan saja. Saya sendiri justru tak ingat itu (kekalahan red). Ngapain kita harus mengingat-ingat yang dulu,” cetusnya.
Meski demikian mantan arsitek Petrokimia Putra Gresik itu tak memungkiri Serdadu Tridatu wajib belajar dari kekalahan itu. Khususnya dengan tujuan memetakan kekuatan lawan sehingga mampu mencuri poin di laga lanjutan pekan ke-18 Liga I, Rabu (9/8) besok di Stadion Mandala, markas Persipura Jayapura.
Widodo pun tak mau silau dengan rekor mentereng Persipura Jayapura kala bermain di kandang, yakni tak terkalahkan sepanjang 17 laga putaran pertama Liga 1 musim ini.
“Persiapan seperti biasa layaknya menghadapi tim-tim lain. Nggak ada hal-hal lain yang khusus. Normalnya menghadapi laga away (tandang red),” ujarnya.
Widodo optimis akan memberikan kekalahan kandang pertama bagi Boaz Salosa, dkk. “Nggak ada latihan di Makassar. Nanti anak-anak tambah capek. Hanya transit,” jelasnya.
Lebih lanjut, menghadapi Persipura Jayapura yang kini bertengger di peringkat ke-4 klasemen sementara Liga 1 musim 2017/2018, Widodo menyebut membimbing anak asuhnya untuk menatap ke depan. “Kekalahan itu ngapain dibangkit-bangkitkan lagi? Kalau saya sih melihatnya ke depan.
Harus selalu berpikir maju agar bisa mempertahankan trend positif. Kasi motivasi pemain untuk lebih kompak lagi,” bebernya.
Disinggung soal bek anyar Persipura bertinggi badan 187 cm dan berat 90,7 kg, Mauricio Leal yang diplot untuk menghadang striker produktif Bali United, Sylvano Dominique Comvalius, Widodo menyebut tak masalah.
“Dia (Sylvano red) selalu menghadapi pemain-pemain belakang yang tinggi. Tinggal sekarang bagaimana dia bisa membebaskan diri. Kedua, ada support dari rekan-rekannya yang lain. Ketiga, celah mana yang harus dibongkar dari Persipura,” rincinya.
Lebih lanjut, Widodo mengaku telah mengantongi kelemahan dan kelebihan bek anyar kelahiran Jandira, Sao Paulo, Brazil, 11 Juni 1987 itu.
“Dulu saya yang manggil Mauricio Leal ke Sriwijaya,” pungkasnya. Terkait materi latihan, Senin (7/8) sore skuad Serdadu Tridatu akan berlatih dynamic stretching.
“Cari keringat. Di dekat hotel menginap ada lapangan futsal. Besok pagi (hari ini red) baru latihan full,” tegasnya.



