AWAS…Anjing Rabies Ngamuk, Gigit 11 Warga Bumi Serombotan

SEMARAPURA – Kembali lagi terjadi kasus gigitan anjing rabies di Klungkung. Sebanyak 11 orang warga Bumi Serombotan yang pada saat

kejadian berada di empat desa berbeda di Kabupaten Klungkung digigit anjing positif rabies yang sama pada pekan lalu.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, I Wayan Karyana mengatakan, anjing positif rabies yang menggigit 11 warga itu merupakan anjing liar.

Pada Rabu (1/8) lalu anjing rabies itu menggigit seorang warga di perempatan Tihing Adi, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan.

Anjing itu pun kemudian lari ke arah barat dan kembali lagi menggigit sejumlah warga di Desa Sampalan Kelod, Desa Sampalan Tengah, dan Desa Sulang.

“Satu hari itu, Puskesmas Dawan II menerima sebelas laporan warga digigit oleh anjing dengan ciri-ciri yang sama,” katanya.

11 warga yang digigit anjing itu tidak hanya orang dewasa namun juga balita berusia dua tahun. Semua warga yang digigit anjing positif rabies

itu sudah diberikan vaksin anti rabies (VAR), termasuk juga serum anti rabies (SAR) bagi yang menderita gigitan di lokasi yang berisiko.

“Ada yang digigit di kaki, paha, dan tangan. Gigitan di lokasi berisiko seperti tangan, langsung hari itu juga kita berikan SAR. Kondisi warga yang tergigit seluruhnya juga sudah membaik,” terangnya.

Peristiwa itu pun kemudian dikoordinasikan dengan Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung.

Kabid Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung AA Raka Arnawa mengungkapkan saat mendengar

peristiwa itu pihaknya tidak bisa langsung mengamankan anjing yang menggigit 11 warga itu karena berada di Kecamatan Nusa Penida.

Baru keesokan harinya (2/8) pihaknya mulai mencari anjing itu, namun tidak berhasil ditemukan hingga sore hari.

“Jumat (3/8) lalu, kami kembali turun dan ada warga yang menginformasikan bahwa ada warga Desa Sulang yang digigit. Kemudian anjing yang menggigit itu dibunuh dan dibuang ke tegalan, Kamis malam (2/8),” tuturnya.

Mendengar informasi itu, pihaknya pun langsung turun dan mengambil sampel otak anjing itu dan kemudian dibawa untuk dicek.

Benar saja, anjing yang menggigit 11 orang warga itu dinyatakan positif rabies. Atas dasar itu, pihaknya pun melakukan eliminasi selektif

terhadap anjing-anjing yang melakukan kontak langsung dengan aning yang dinyatakan rabies itu mulai Senin (6/8).

Bahkan, ada seekor kucing juga dieleminasi karena sebelumnya kucing itu sempat digigit anjing positif rabies tersebut.

“Ada sebanyak 8 ekor anjing yang kami eliminasi. Kami juga akan kembali melakukan eliminasi terhadap anjing yang melakukan kontak

langsung dengan anjing rabies itu di Desa Sampalan Kelod, Desa Sampalan Tengah besok (hari ini, Red),” tandasnya.

SEMARAPURA – Kembali lagi terjadi kasus gigitan anjing rabies di Klungkung. Sebanyak 11 orang warga Bumi Serombotan yang pada saat

kejadian berada di empat desa berbeda di Kabupaten Klungkung digigit anjing positif rabies yang sama pada pekan lalu.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, I Wayan Karyana mengatakan, anjing positif rabies yang menggigit 11 warga itu merupakan anjing liar.

Pada Rabu (1/8) lalu anjing rabies itu menggigit seorang warga di perempatan Tihing Adi, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan.

Anjing itu pun kemudian lari ke arah barat dan kembali lagi menggigit sejumlah warga di Desa Sampalan Kelod, Desa Sampalan Tengah, dan Desa Sulang.

“Satu hari itu, Puskesmas Dawan II menerima sebelas laporan warga digigit oleh anjing dengan ciri-ciri yang sama,” katanya.

11 warga yang digigit anjing itu tidak hanya orang dewasa namun juga balita berusia dua tahun. Semua warga yang digigit anjing positif rabies

itu sudah diberikan vaksin anti rabies (VAR), termasuk juga serum anti rabies (SAR) bagi yang menderita gigitan di lokasi yang berisiko.

“Ada yang digigit di kaki, paha, dan tangan. Gigitan di lokasi berisiko seperti tangan, langsung hari itu juga kita berikan SAR. Kondisi warga yang tergigit seluruhnya juga sudah membaik,” terangnya.

Peristiwa itu pun kemudian dikoordinasikan dengan Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung.

Kabid Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung AA Raka Arnawa mengungkapkan saat mendengar

peristiwa itu pihaknya tidak bisa langsung mengamankan anjing yang menggigit 11 warga itu karena berada di Kecamatan Nusa Penida.

Baru keesokan harinya (2/8) pihaknya mulai mencari anjing itu, namun tidak berhasil ditemukan hingga sore hari.

“Jumat (3/8) lalu, kami kembali turun dan ada warga yang menginformasikan bahwa ada warga Desa Sulang yang digigit. Kemudian anjing yang menggigit itu dibunuh dan dibuang ke tegalan, Kamis malam (2/8),” tuturnya.

Mendengar informasi itu, pihaknya pun langsung turun dan mengambil sampel otak anjing itu dan kemudian dibawa untuk dicek.

Benar saja, anjing yang menggigit 11 orang warga itu dinyatakan positif rabies. Atas dasar itu, pihaknya pun melakukan eliminasi selektif

terhadap anjing-anjing yang melakukan kontak langsung dengan aning yang dinyatakan rabies itu mulai Senin (6/8).

Bahkan, ada seekor kucing juga dieleminasi karena sebelumnya kucing itu sempat digigit anjing positif rabies tersebut.

“Ada sebanyak 8 ekor anjing yang kami eliminasi. Kami juga akan kembali melakukan eliminasi terhadap anjing yang melakukan kontak

langsung dengan anjing rabies itu di Desa Sampalan Kelod, Desa Sampalan Tengah besok (hari ini, Red),” tandasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru