Belum Tertangkap, Rutan Gianyar Terbitkan Surat DPO Napi Kabur

RadarBali.com – Kaburnya napi Rutan Kelas IIB Gianyar, Putu Suciawan bin Nyoman Sutama, 33, disesalkan pihak rutan.

Pasalnya, selain dikenal baik, dan sopan, Suciawan adalah napi senior yang menjadi kepercayaan petugas Rutan Gianyar jika ada keperluan yang membutuhkan tenaga napi.

Karena itu, dengan kaburnya sang napi, petugas rutan tengah memburunya. “Sekarang petugas mencari, dibantu Buser Polres Gianyar,” tukas Kepala Rutan Gianyar, Putu Astawa.

Rutan Gianyar juga langsung menerbitkan surat daftar pencarian orang (DPO) untuk napi kasus 378 KUHP ini.

Dalam daftar DPO itu, mencantumkan ciri-ciri si napi kabur. Diantaranya, pelaku setinggi 162 cm dengan berat 65 kg. Raut muka napi itu lonjong dengan rambut ikal.

Mengenai ciri khusus, ada bekas tato di lengan kirinya. Selain itu, telunjuk dan jari tengah napi berpendidikan SD ini tidak bisa digerakkan alias kaku.

Di tempat terpisah, Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP Marzel Doni, mengaku masih melakukan pengejaran terhadap napi yang memiliki satu istri dan satu orang putri itu.

“Kami masih melakukan pengejaran terhadap napi ini,” ujar AKP Marzel Doni. Kepolisian juga tengah mengobok-obok lokasi yang berpotensi menjadi tempat persembunyian napi kelahiran 5 Agustus 1984 itu.

Seperti diberitakan Jawa Pos Radar Bali sebelumnya, Rabu lalu (7/9), napi ini dipercaya membeli alat musik di bilangan Renon, Denpasar Timur.

Selama memilih alat musik, napi itu dikawal petugas Rutan. Di tengah perjalanan, napi ini berdalih ingin bertemu temannya di Ubud Event.

Petugas rutan percaya begitu saja dan rela menanti napi ini di dalam mobil dinas. Napi, itu hanya dapat waktu 20 menit berada di Ubud Event.

Tak lama kemudian, waktu yang diberikan lewat, si napi nakal ini tidak kembali. Dia malah kabur tanpa jejak. 

RadarBali.com – Kaburnya napi Rutan Kelas IIB Gianyar, Putu Suciawan bin Nyoman Sutama, 33, disesalkan pihak rutan.

Pasalnya, selain dikenal baik, dan sopan, Suciawan adalah napi senior yang menjadi kepercayaan petugas Rutan Gianyar jika ada keperluan yang membutuhkan tenaga napi.

Karena itu, dengan kaburnya sang napi, petugas rutan tengah memburunya. “Sekarang petugas mencari, dibantu Buser Polres Gianyar,” tukas Kepala Rutan Gianyar, Putu Astawa.

Rutan Gianyar juga langsung menerbitkan surat daftar pencarian orang (DPO) untuk napi kasus 378 KUHP ini.

Dalam daftar DPO itu, mencantumkan ciri-ciri si napi kabur. Diantaranya, pelaku setinggi 162 cm dengan berat 65 kg. Raut muka napi itu lonjong dengan rambut ikal.

Mengenai ciri khusus, ada bekas tato di lengan kirinya. Selain itu, telunjuk dan jari tengah napi berpendidikan SD ini tidak bisa digerakkan alias kaku.

Di tempat terpisah, Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP Marzel Doni, mengaku masih melakukan pengejaran terhadap napi yang memiliki satu istri dan satu orang putri itu.

“Kami masih melakukan pengejaran terhadap napi ini,” ujar AKP Marzel Doni. Kepolisian juga tengah mengobok-obok lokasi yang berpotensi menjadi tempat persembunyian napi kelahiran 5 Agustus 1984 itu.

Seperti diberitakan Jawa Pos Radar Bali sebelumnya, Rabu lalu (7/9), napi ini dipercaya membeli alat musik di bilangan Renon, Denpasar Timur.

Selama memilih alat musik, napi itu dikawal petugas Rutan. Di tengah perjalanan, napi ini berdalih ingin bertemu temannya di Ubud Event.

Petugas rutan percaya begitu saja dan rela menanti napi ini di dalam mobil dinas. Napi, itu hanya dapat waktu 20 menit berada di Ubud Event.

Tak lama kemudian, waktu yang diberikan lewat, si napi nakal ini tidak kembali. Dia malah kabur tanpa jejak. 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru