Awas…Asap Tipis Putih Kelabu Masih Berhamburan Keluar dari Kawah

RadarBali.com – Pagi ini puncak Gunung Agung masih mengeluarkan asap bertekanan lemah. Berbeda dengan sebelumnya asap selalu berwarna putih, kali ini asap berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis. 

Pengamatan visual PVMBG, asap membumbung setinggi 100 meter di atas kawah puncak gunung berketinggian 3.142 mdplitu. Asap tersebut merupakan asap vulkanik akibat pemanasan di bawah kawah. 

I Dewa Made Merthe Yasa, dalam laporannya dari pos pengamatan memaparkan, selain asap putih kelabu, aktivitas kegempaan pagi ini juga tinggi.

Dari pukul 00.00 atau jam 12 malam, sampai pukul 06.00, gempa vulkanik dangkal terjadi 73 kali, amplitudo: 2-4 mm, durasi: 6-10 detik.

Sementara gempa vulkanik dalam tercatat 135 kali, amplitudo: 3-8 mm, durasi: 11-24 detik. Untuk gempa tektonik lokal terjadi 9 kali, amplitudo: 8 mm, durasi: 30-74 detik.

Situasi ini membuat Gunung Agung tetap pada Level IV (Awas). ‎Masyarakat di sekitar G. Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di area kawah Gunung Agung.

Aktivitas juga tidak boleh dilakukan  di seluruh area di dalam radius 9 km dari kawah puncak ditambah perluasan sektoral ke arah Utara-Timurlaut dan Tenggara-Selatan-Baratdaya sejauh 12 km.

 “Zona perkiraan bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan G. Agung yang paling aktual/terbaru,” tulis ‎Merthe Yasa

RadarBali.com – Pagi ini puncak Gunung Agung masih mengeluarkan asap bertekanan lemah. Berbeda dengan sebelumnya asap selalu berwarna putih, kali ini asap berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis. 

Pengamatan visual PVMBG, asap membumbung setinggi 100 meter di atas kawah puncak gunung berketinggian 3.142 mdplitu. Asap tersebut merupakan asap vulkanik akibat pemanasan di bawah kawah. 

I Dewa Made Merthe Yasa, dalam laporannya dari pos pengamatan memaparkan, selain asap putih kelabu, aktivitas kegempaan pagi ini juga tinggi.

Dari pukul 00.00 atau jam 12 malam, sampai pukul 06.00, gempa vulkanik dangkal terjadi 73 kali, amplitudo: 2-4 mm, durasi: 6-10 detik.

Sementara gempa vulkanik dalam tercatat 135 kali, amplitudo: 3-8 mm, durasi: 11-24 detik. Untuk gempa tektonik lokal terjadi 9 kali, amplitudo: 8 mm, durasi: 30-74 detik.

Situasi ini membuat Gunung Agung tetap pada Level IV (Awas). ‎Masyarakat di sekitar G. Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di area kawah Gunung Agung.

Aktivitas juga tidak boleh dilakukan  di seluruh area di dalam radius 9 km dari kawah puncak ditambah perluasan sektoral ke arah Utara-Timurlaut dan Tenggara-Selatan-Baratdaya sejauh 12 km.

 “Zona perkiraan bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan G. Agung yang paling aktual/terbaru,” tulis ‎Merthe Yasa

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru