Proyek Fisik Shortcut Singaraja – Denpasar Dimulai, Ini Progressnya…

PEGAYAMAN – Pekerjaan untuk proyek shortcut Singaraja-Denpasar, digenjot. Kontraktor pelaksana kini telah mulai melakukan galian untuk tiang pancang jembatan.

Kontraktor sengaja mempercepat proses galian, setelah proses pembayaran ganti rugi lahan tuntas dilakukan pada Jumat (28/12) lalu.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali, alat berat mulai melakukan sejumlah pekerjaan di dekat musholla Banjar Dinas Amerta Sari, Desa Pegayaman.

Pekerjaan yang digarap disebut berkisar antara pembuatan akses jalan baru untuk alat berat dan truk, serta pembuatan lubang galian untuk pembangunan tiang pancang.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah VIII, I Ketut Payun Astapa mengatakan, saat ini pekerjaan proyek shortcut disebut sesuai dengan rencana.

Proses pembebasan lahan memang direncanakan tuntas pada pengujung tahun 2018, sehingga proyek fisik memang baru bisa dikerjakan pada awal tahun ini.

Seiring dengan pekerjaan proses galian dan sejumlah pekerjaan lain, kontraktor pelaksana juga telah menuntaskan pembuatan desain konstruksi jalur shortcut.

“Sesuai rencana pekerjaan, kontraktor sekarang mulai membuka jalan baru. Semua masih on progress. Mudah-mudahan tidak ada kendala, baik dalam hal teknis maupun non teknis,” kata Payun.

Ia berharap seluruh pekerjaan bisa berjalan sesuai dengan rencana. Sehingga proyek bisa selesai sesuai dengan waktu yang ditentukan dalam kontrak.

“Kami selalu pantau dari hari ke hari. Sampai dengan saat ini, sudah lebih dari 13 persen realisasi pekerjaannya,” imbuh Payun.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah telah menuntaskan proses pembayaran ganti rugi lahan terhadap 28 orang pemilik lahan yang terdampak proyek shortcut.

Pemerintah merogoh anggaran hingga Rp 21 miliar untuk membebaskan lahan seluas 10,9 hektare tersebut. 

PEGAYAMAN – Pekerjaan untuk proyek shortcut Singaraja-Denpasar, digenjot. Kontraktor pelaksana kini telah mulai melakukan galian untuk tiang pancang jembatan.

Kontraktor sengaja mempercepat proses galian, setelah proses pembayaran ganti rugi lahan tuntas dilakukan pada Jumat (28/12) lalu.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali, alat berat mulai melakukan sejumlah pekerjaan di dekat musholla Banjar Dinas Amerta Sari, Desa Pegayaman.

Pekerjaan yang digarap disebut berkisar antara pembuatan akses jalan baru untuk alat berat dan truk, serta pembuatan lubang galian untuk pembangunan tiang pancang.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah VIII, I Ketut Payun Astapa mengatakan, saat ini pekerjaan proyek shortcut disebut sesuai dengan rencana.

Proses pembebasan lahan memang direncanakan tuntas pada pengujung tahun 2018, sehingga proyek fisik memang baru bisa dikerjakan pada awal tahun ini.

Seiring dengan pekerjaan proses galian dan sejumlah pekerjaan lain, kontraktor pelaksana juga telah menuntaskan pembuatan desain konstruksi jalur shortcut.

“Sesuai rencana pekerjaan, kontraktor sekarang mulai membuka jalan baru. Semua masih on progress. Mudah-mudahan tidak ada kendala, baik dalam hal teknis maupun non teknis,” kata Payun.

Ia berharap seluruh pekerjaan bisa berjalan sesuai dengan rencana. Sehingga proyek bisa selesai sesuai dengan waktu yang ditentukan dalam kontrak.

“Kami selalu pantau dari hari ke hari. Sampai dengan saat ini, sudah lebih dari 13 persen realisasi pekerjaannya,” imbuh Payun.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah telah menuntaskan proses pembayaran ganti rugi lahan terhadap 28 orang pemilik lahan yang terdampak proyek shortcut.

Pemerintah merogoh anggaran hingga Rp 21 miliar untuk membebaskan lahan seluas 10,9 hektare tersebut. 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru