Pedagang Berkurang, Pendapatan Cukai Harian di Buleleng Terjun Bebas

SINGARAJA – Pendapatan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Buleleng, terjun bebas. Terutama pendapatan yang bersumber dari cukai harian. Sebab jumlah pedagang yang berjualan di areal pasar juga mulai berkurang.

Dirut PD Pasar Buleleng Made Agus Yudi Arsana mengaku, pendapatan dari sektor cukai harian memang mengalami penurunan.

Seperti yang terjadi di Unit Pasar Anyar Singaraja. Pendapatan dari cukai harian bahkan anjlok hingga separonya.

Menurut Agus Yudi, pendapatan di unit Pasar Anyar Singaraja biasanya mencapai Rp 4 juta per harinya. Namun pada bulan Maret dan April pendapatan bisa anjlok hingga 35 persen.

Sehingga rata-rata penerimaan berkisar pada angka Rp 2 juta-an saja. “Biasanya Rp 4 juta per hari. Tapi bulan-bulan kemarin

itu hanya dapat Rp 2 jutaan. Nah semingguan ini sudah mulai ke angka Rp 3 jutaan,” kata Agus Yudi saat ditemui di Pasar Anyar Singaraja.

Menurutnya, penurunan itu terjadi karena jumlah pedagang yang berjualan di Pasar Anyar Singaraja juga mengalami penurunan.

Agus Yudi terus berupaya melakukan edukasi dan melakukan langkah-langkah pencegahan. Sehingga potensi penyebaran virus SARS-CoV-2 yang memicu penyakit Covid-19, dapat ditekan.

“Misalnya kami lakukan penyemprotan disinfektan. Itu kami lakukan secara mandiri. Di seluruh unit pasar juga sudah kami lakukan penyemprotan tiap sore,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, di Unit Pasar Anyar Singaraja saja, tercatat ada 1.600 orang pedagang yang teregister di PD Pasar Buleleng.

Jumlah itu termasuk pedagang musiman yang berjualan pada hari-hari tertentu. Semenjak merebaknya Covid-19, jumlah pedagang yang berjualan di pasar pun mengalami penurunan. 

SINGARAJA – Pendapatan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Buleleng, terjun bebas. Terutama pendapatan yang bersumber dari cukai harian. Sebab jumlah pedagang yang berjualan di areal pasar juga mulai berkurang.

Dirut PD Pasar Buleleng Made Agus Yudi Arsana mengaku, pendapatan dari sektor cukai harian memang mengalami penurunan.

Seperti yang terjadi di Unit Pasar Anyar Singaraja. Pendapatan dari cukai harian bahkan anjlok hingga separonya.

Menurut Agus Yudi, pendapatan di unit Pasar Anyar Singaraja biasanya mencapai Rp 4 juta per harinya. Namun pada bulan Maret dan April pendapatan bisa anjlok hingga 35 persen.

Sehingga rata-rata penerimaan berkisar pada angka Rp 2 juta-an saja. “Biasanya Rp 4 juta per hari. Tapi bulan-bulan kemarin

itu hanya dapat Rp 2 jutaan. Nah semingguan ini sudah mulai ke angka Rp 3 jutaan,” kata Agus Yudi saat ditemui di Pasar Anyar Singaraja.

Menurutnya, penurunan itu terjadi karena jumlah pedagang yang berjualan di Pasar Anyar Singaraja juga mengalami penurunan.

Agus Yudi terus berupaya melakukan edukasi dan melakukan langkah-langkah pencegahan. Sehingga potensi penyebaran virus SARS-CoV-2 yang memicu penyakit Covid-19, dapat ditekan.

“Misalnya kami lakukan penyemprotan disinfektan. Itu kami lakukan secara mandiri. Di seluruh unit pasar juga sudah kami lakukan penyemprotan tiap sore,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, di Unit Pasar Anyar Singaraja saja, tercatat ada 1.600 orang pedagang yang teregister di PD Pasar Buleleng.

Jumlah itu termasuk pedagang musiman yang berjualan pada hari-hari tertentu. Semenjak merebaknya Covid-19, jumlah pedagang yang berjualan di pasar pun mengalami penurunan. 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru