Rapid Test Susulan Hanya Diikuti 12 Warga, GTPP Terpaksa Door to Door

NEGARA – Warga Banjar Munduk, Desa Kaliakah yang belum menjalani rapid test massal beberapa waktu lalu, akhirnya mengikuti rapid test susulan, Senin (6/7) kemarin.

Petugas bahkan sempat door to door melalukan rapid test agar seluruh warga yang saat ini menjalani karantina rapid test. Sayangnya, dari sekitar 200 orang yang dijadwalkan mengikuti rapid test hanya diikuti oleh 12 orang.

Rapid test untuk warga Banjar Munduk, Desa Kaliakah, dilakukan di kantor desa jika mengacu pada data warga yang belum melakukan rapid test masal sebanyak 238 orang dari total 990 orang warga.

Pada saat rapid test massal pertama diikuti sebanyak752 orang warga, sedang rapid test massal kedua kemarin hanya 12 orang warga, jadi masih ada 200 lebih warga belum rapid test.

Namun menurut Perbekel Desa Kaliakah I Made Bagiarta, warga yang belum mengikuti rapid test masal karena saat ini tidak ada di rumah.

Sebanyak 200 lebih warga yang tercatat sebagai warga Banjar Munduk sebagian besar ada di luar Jembrana, bahkan luar Bali. “Sebagian besar warga kami ada di luar daerah,” kata Bagiarta.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan, dari jumlah 238 warga yang belum datang hanya 12 orang sudah laksanakan rapid test.

Seluruhnya dinyatakan non reaktif, sisanya masih ada sekitar 226 warga asal Banjar Munduk yang belum rapid test.

Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan perbekel desa Kaliakah, untuk melakukan rapid test susulan kembali kepada warga yang belum dirapid test.

Sebagian besar warga menurut informasi dari desa berada di luar Jembrana. Sedangkan warga yang tidak bisa datang ke tempat rapid test, seperti lansia dirapid test di rumah masing-masing.

“Tim surveilans kita terus lakukan penelusuran, termasuk jemput bola bila ada warga lansia dengan keterbatasannya tidak bisa hadir saat rapid test massal dilaksanakan,” ujarnya.

Perluasan tracking pihaknya juga melaksanakan rapid test tidak hanya di Banjar Munduk saja tapi juga di desa perbatasan yakni Desa Berangbang.

Sebelumnya dari klaster Banjar Munduk ini, tercatat satu orang warga desa Berangbang terkonfirmasi positif Covid-19.

Pihaknya sudah melakukan rapid test warga Banjar Berangbang, Desa Berangbang. Dari 93 warga, 86 orang sudah datang dan laksanakan rapid test. Hasilnya ke-86 warga itu non reaktif.

Seperti diketahui, Banjar Munduk Desa Kaliakah dikarantina karena terdapat kasus positif Covid-19 transmisi lokal.

Sebanyak lima orang terpapar virus, sehingga dilakukan karantina banjar untuk meminimalisir penularan.

 

NEGARA – Warga Banjar Munduk, Desa Kaliakah yang belum menjalani rapid test massal beberapa waktu lalu, akhirnya mengikuti rapid test susulan, Senin (6/7) kemarin.

Petugas bahkan sempat door to door melalukan rapid test agar seluruh warga yang saat ini menjalani karantina rapid test. Sayangnya, dari sekitar 200 orang yang dijadwalkan mengikuti rapid test hanya diikuti oleh 12 orang.

Rapid test untuk warga Banjar Munduk, Desa Kaliakah, dilakukan di kantor desa jika mengacu pada data warga yang belum melakukan rapid test masal sebanyak 238 orang dari total 990 orang warga.

Pada saat rapid test massal pertama diikuti sebanyak752 orang warga, sedang rapid test massal kedua kemarin hanya 12 orang warga, jadi masih ada 200 lebih warga belum rapid test.

Namun menurut Perbekel Desa Kaliakah I Made Bagiarta, warga yang belum mengikuti rapid test masal karena saat ini tidak ada di rumah.

Sebanyak 200 lebih warga yang tercatat sebagai warga Banjar Munduk sebagian besar ada di luar Jembrana, bahkan luar Bali. “Sebagian besar warga kami ada di luar daerah,” kata Bagiarta.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan, dari jumlah 238 warga yang belum datang hanya 12 orang sudah laksanakan rapid test.

Seluruhnya dinyatakan non reaktif, sisanya masih ada sekitar 226 warga asal Banjar Munduk yang belum rapid test.

Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan perbekel desa Kaliakah, untuk melakukan rapid test susulan kembali kepada warga yang belum dirapid test.

Sebagian besar warga menurut informasi dari desa berada di luar Jembrana. Sedangkan warga yang tidak bisa datang ke tempat rapid test, seperti lansia dirapid test di rumah masing-masing.

“Tim surveilans kita terus lakukan penelusuran, termasuk jemput bola bila ada warga lansia dengan keterbatasannya tidak bisa hadir saat rapid test massal dilaksanakan,” ujarnya.

Perluasan tracking pihaknya juga melaksanakan rapid test tidak hanya di Banjar Munduk saja tapi juga di desa perbatasan yakni Desa Berangbang.

Sebelumnya dari klaster Banjar Munduk ini, tercatat satu orang warga desa Berangbang terkonfirmasi positif Covid-19.

Pihaknya sudah melakukan rapid test warga Banjar Berangbang, Desa Berangbang. Dari 93 warga, 86 orang sudah datang dan laksanakan rapid test. Hasilnya ke-86 warga itu non reaktif.

Seperti diketahui, Banjar Munduk Desa Kaliakah dikarantina karena terdapat kasus positif Covid-19 transmisi lokal.

Sebanyak lima orang terpapar virus, sehingga dilakukan karantina banjar untuk meminimalisir penularan.

 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru