Pasangan Kekasih Tewas Keracunan, AKP Andro Ungkap Kematian Korban

KUTA UTARA – Sempat abu-abu, misteri kematian pasangan kekasih di Jalan Raya Kayu Tulang, No. 4 A, Banjar Kayu Tulang, Desa Canggu, Kuta Utara, Badung, Minggu (5/7) pagi lalu akhirnya terpecahkan. 

Menurut Kanitreskrim Polsek Kuta Utara AKP Androyuan Elim, hasil penyelidikan menyimpulkan bahwa diduga kuat keduanya tewas buruh diri.

Pasalnya, tidak ditemukan adanya unsur kekerasan pada tubuh pasangan kekasih Kadek Ardana, 29, dan Kadek Suartini, 28. 

Dugaan ini diperkuat dengan ditemukannya tiga botol plastik berisi cairan berbahaya dan satu gelas berisi cairan berbahaya yang diminum oleh kedua korban.

Hasil visum et revertum di RS Mangusada, Kapal, Mengwi, Badung menjelaskan bahwa kematian keduanya akibat racun yang mereka tenggak.

“Dokter menyebutkan dari pemeriksaan luar, ada bekas muntah dan busa di mulut korban cewek. Begitu pula dengan si cowok. Jadi, kesimpulannya keduanya keracunan,” kata AKP Androyuan, Selasa (7/7).

Lantas, apa motif pasangan kekasih ini melakukan bunuh diri? AKP Androyuan mengaku tidak mau berspekulasi terlalu jauh.

Namun, dari keterangan para saksi, terutama tetangga kamar kos, kedua korban ini kerap cekcok di kamar kos. 

“Kami masih meminta keterangan pihak keluarga untuk menguatkan apa motif keduanya bunuh diri,” ujar perwira asal Kupang, NTT ini.

Sementara itu, pihak keluarga kedua korban menolak jenasah keduanya diotopsi. Jenazah keduanya juga direncanakan akan dipulangkan ke kampung asal mereka di Buleleng untuk segera dikebumikan.

Diberitakan sebelumnya, pasangan kekasih ditemukan tewas di kamar kos mereka di Jalan Raya Kayu Tulang, No.4 A, Banjar Kayu Tulang, Desa Canggu, Kuta Utara, Badung.

Jasad keduanya ditemukan pada Minggu (5/7) sekitar pukul 10.30 Wita. Kedua korban masing-masing bernama Kadek Ardana, 29 asal Banjar Dinas Dauh Pura,

Desa Panji, Sukasada, Buleleng dan Kadek Suartini, 28, asal Banjar Dinas Bukittelu, Dese Bengkel, Busungbiu, Buleleng.

Penemuan jasad kedua korban bermula saat saksi bernama Putu Mertayasa bersama sang paman, Made Sukarma hendak mendatangi kosan korban 

Pasalnya, sejak sehari sebelumnya HP korban wanita tidak bisa dihubungi. Setibanya di kosan itu,saksi mencoba membuka pintu namun ternyata terkunci dari dalam.

Saksi Made Sukarma pun berusaha mengintip dan terlibat di dalam kamar, korban pria terbaring di lantai dengan posisi menengadah.

Para saksi kemudian berusaha membuka pintu. Setelah pintu berhasil dibuka, kedua saksi dibuat kaget lantaran juga menemukan korban wanita terbaring kaku di kamar mandi dengan posisi tengkurap.

Secara spontan kedua saksi mengangkat tubuh korban perempuan dan membaringkan di lantai kamar disamping tubuh korban laki – laki.

Kemudian para saksi menghubungi pihak lingkungan dan juga kepolisian Polsek Kuta Utara. 

KUTA UTARA – Sempat abu-abu, misteri kematian pasangan kekasih di Jalan Raya Kayu Tulang, No. 4 A, Banjar Kayu Tulang, Desa Canggu, Kuta Utara, Badung, Minggu (5/7) pagi lalu akhirnya terpecahkan. 

Menurut Kanitreskrim Polsek Kuta Utara AKP Androyuan Elim, hasil penyelidikan menyimpulkan bahwa diduga kuat keduanya tewas buruh diri.

Pasalnya, tidak ditemukan adanya unsur kekerasan pada tubuh pasangan kekasih Kadek Ardana, 29, dan Kadek Suartini, 28. 

Dugaan ini diperkuat dengan ditemukannya tiga botol plastik berisi cairan berbahaya dan satu gelas berisi cairan berbahaya yang diminum oleh kedua korban.

Hasil visum et revertum di RS Mangusada, Kapal, Mengwi, Badung menjelaskan bahwa kematian keduanya akibat racun yang mereka tenggak.

“Dokter menyebutkan dari pemeriksaan luar, ada bekas muntah dan busa di mulut korban cewek. Begitu pula dengan si cowok. Jadi, kesimpulannya keduanya keracunan,” kata AKP Androyuan, Selasa (7/7).

Lantas, apa motif pasangan kekasih ini melakukan bunuh diri? AKP Androyuan mengaku tidak mau berspekulasi terlalu jauh.

Namun, dari keterangan para saksi, terutama tetangga kamar kos, kedua korban ini kerap cekcok di kamar kos. 

“Kami masih meminta keterangan pihak keluarga untuk menguatkan apa motif keduanya bunuh diri,” ujar perwira asal Kupang, NTT ini.

Sementara itu, pihak keluarga kedua korban menolak jenasah keduanya diotopsi. Jenazah keduanya juga direncanakan akan dipulangkan ke kampung asal mereka di Buleleng untuk segera dikebumikan.

Diberitakan sebelumnya, pasangan kekasih ditemukan tewas di kamar kos mereka di Jalan Raya Kayu Tulang, No.4 A, Banjar Kayu Tulang, Desa Canggu, Kuta Utara, Badung.

Jasad keduanya ditemukan pada Minggu (5/7) sekitar pukul 10.30 Wita. Kedua korban masing-masing bernama Kadek Ardana, 29 asal Banjar Dinas Dauh Pura,

Desa Panji, Sukasada, Buleleng dan Kadek Suartini, 28, asal Banjar Dinas Bukittelu, Dese Bengkel, Busungbiu, Buleleng.

Penemuan jasad kedua korban bermula saat saksi bernama Putu Mertayasa bersama sang paman, Made Sukarma hendak mendatangi kosan korban 

Pasalnya, sejak sehari sebelumnya HP korban wanita tidak bisa dihubungi. Setibanya di kosan itu,saksi mencoba membuka pintu namun ternyata terkunci dari dalam.

Saksi Made Sukarma pun berusaha mengintip dan terlibat di dalam kamar, korban pria terbaring di lantai dengan posisi menengadah.

Para saksi kemudian berusaha membuka pintu. Setelah pintu berhasil dibuka, kedua saksi dibuat kaget lantaran juga menemukan korban wanita terbaring kaku di kamar mandi dengan posisi tengkurap.

Secara spontan kedua saksi mengangkat tubuh korban perempuan dan membaringkan di lantai kamar disamping tubuh korban laki – laki.

Kemudian para saksi menghubungi pihak lingkungan dan juga kepolisian Polsek Kuta Utara. 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru