Rawan Gempa & Tsunami,BPPT Pasang Alat Deteksi Dini di Perairan Badung

DENPASAR – Balai Teknologi Survei Kelautan (BTSK) Badan Pengkajian dan Penerapan Technologi (BPPT) kembali memasang empat unit Buoy (alat pendeksi dini tsunami) di empat wilayah di Indonesia.

Salah satunya akan di pasang di Bali, yakni di perairan laut selatan Badung, Bali. Menteri Riset dan Teknologi Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro yang hadir dalam

pelepasan Kapal Riset (KR) Baruna Jaya III Program InaTEWS 2019 yang akan membawa empat Buoy tersebut mengklaim jika jenis Buoy yang baru ini terbilang lebih canggih.

“Meskipun sudah ada sejak dulu sejak tsunami Aceh, namun banyak dirusak oleh orang tidak bertanggungjawab. Jadi warning sistemnya tidak berjalan.

Sekarang dibuat baru dengan versi baru dengan yang lebih baik,” terang Bambang Brodjonegoro kepada awak media, di Pelabuhan Benoa, Rabu (11/12). 

Menurutnya, pemasangan ini sebenarnya adalah follow up dari kejadian tsunami terakhir. Sehingga pemerintah memutuskan untuk

memperbaharui sistem peringatan dini tsunami dengan memasang Buoy terbaru sehingga bisa meminimalisir dampak tsunami terhadap masyarakat.

“Yang lama dari segi bentuknya menarik perhatian untuk dirusak. Di dalam buoy yang baru ini sudah diperhitungkan sehingga potensi kerusakannya lebih sedikit.

Tingkat kandungan dalam negerinya juga lebih banyak. Artinya kita bisa memproduksi,” tambah Bambang Brodjonegoro. 

Sementara itu, Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan BPPT akan mendeploy peralatan deteksi dini tsunami di sekitar selatan Pulau Jawa dan Bali.

Mulai dari Buoy Generasi 4, Ocean Bottom Unit (OBU), Mooring Line hingga Sinker. “KR Baruna Jaya III ini akan membawa peralatan deteksi dini tsunami (buoy tsunami), yang terdiri dari  Buoy Generasi 4,

Ocean Bottom Unit (OBU), Mooring Line dan Sinker serta  peralatan pendukung lainnya untuk di deploy di sekitar selatan Pulau Jawa dan Bali,” ujar Hammam, 

4 buoy tsunami itu akan dipasang di Selatan Pulau Jawa, sedangkan 2 kabel bawah laut atau Cable Based Tsunameter (CBT) akan dipasang di kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK) dan perairan Mentawai.

“Pada tahun 2019 ini, kami  memasang 4 buoy tsunami dan 2 alat deteksi tsunami berbasis kabel atau Indonesia Cable Based Tsunameter (Ina – CBT).

Salah satu lokasi pemasangan Ina-CBT di  lokasi sekitar  Kawasan Gunung Anak Krakatau,” jelas Hammam. 

DENPASAR – Balai Teknologi Survei Kelautan (BTSK) Badan Pengkajian dan Penerapan Technologi (BPPT) kembali memasang empat unit Buoy (alat pendeksi dini tsunami) di empat wilayah di Indonesia.

Salah satunya akan di pasang di Bali, yakni di perairan laut selatan Badung, Bali. Menteri Riset dan Teknologi Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro yang hadir dalam

pelepasan Kapal Riset (KR) Baruna Jaya III Program InaTEWS 2019 yang akan membawa empat Buoy tersebut mengklaim jika jenis Buoy yang baru ini terbilang lebih canggih.

“Meskipun sudah ada sejak dulu sejak tsunami Aceh, namun banyak dirusak oleh orang tidak bertanggungjawab. Jadi warning sistemnya tidak berjalan.

Sekarang dibuat baru dengan versi baru dengan yang lebih baik,” terang Bambang Brodjonegoro kepada awak media, di Pelabuhan Benoa, Rabu (11/12). 

Menurutnya, pemasangan ini sebenarnya adalah follow up dari kejadian tsunami terakhir. Sehingga pemerintah memutuskan untuk

memperbaharui sistem peringatan dini tsunami dengan memasang Buoy terbaru sehingga bisa meminimalisir dampak tsunami terhadap masyarakat.

“Yang lama dari segi bentuknya menarik perhatian untuk dirusak. Di dalam buoy yang baru ini sudah diperhitungkan sehingga potensi kerusakannya lebih sedikit.

Tingkat kandungan dalam negerinya juga lebih banyak. Artinya kita bisa memproduksi,” tambah Bambang Brodjonegoro. 

Sementara itu, Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan BPPT akan mendeploy peralatan deteksi dini tsunami di sekitar selatan Pulau Jawa dan Bali.

Mulai dari Buoy Generasi 4, Ocean Bottom Unit (OBU), Mooring Line hingga Sinker. “KR Baruna Jaya III ini akan membawa peralatan deteksi dini tsunami (buoy tsunami), yang terdiri dari  Buoy Generasi 4,

Ocean Bottom Unit (OBU), Mooring Line dan Sinker serta  peralatan pendukung lainnya untuk di deploy di sekitar selatan Pulau Jawa dan Bali,” ujar Hammam, 

4 buoy tsunami itu akan dipasang di Selatan Pulau Jawa, sedangkan 2 kabel bawah laut atau Cable Based Tsunameter (CBT) akan dipasang di kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK) dan perairan Mentawai.

“Pada tahun 2019 ini, kami  memasang 4 buoy tsunami dan 2 alat deteksi tsunami berbasis kabel atau Indonesia Cable Based Tsunameter (Ina – CBT).

Salah satu lokasi pemasangan Ina-CBT di  lokasi sekitar  Kawasan Gunung Anak Krakatau,” jelas Hammam. 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru