Bersihkan Sungai, Pemuda Renon Minta Desa Perketat Awig-awig

DENPASAR – Kepedulian generasi muda Bali terhadap lingkungan patut diancungi jempol. Seperti yang dilakukan anak-anak muda di Desa Renon, Kecamatan Denpasar Selatan. 

Mereka secara sukarela mau turun ke sungai untuk membersihkan lingkungan yang ada disekitarnya, Minggu (2/2) siang.

Menariknya, kegiatan bersih-bersih ini dilakukan secara spontan oleh genarasi muda Renon. Awalnya, anak-anak muda ini berdebat di medsos membahas mengenai isu lingkungan.

Lalu STT Cemara Kencana yang terlebih dahulu telah melakukan dan memprogramkan di kepengurusannya untuk melakukan aksi bersih-bersih di setiap bulan mendapat respons baik dari STT lain yang ada di Renon .

“Saya memang memprogramkan STT saya untuk melakukan kegiatan bersih-bersih setiap bulan di minggu pertama,” ujar Angga Mahendra, Ketua STT Cemara Kencana.

Lalu kegiatan ini mendapat respons yang baik dari seluruh STT, Karang Taruna, Lurah, Sabha Yowana, Desa dan LPM Desa Renon. 

“Kurangnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah yang membuat kami turun  dan akan memprogramkan kegiatan ini di setiap bulannnya” ujar Dek Bo, Ketua STT Satria Winangun.

Sembari melakukan bersih-bersih, para pemuda pemudi Desa Adat Renon ini juga melakukan edukasi ke warga sekitar sungai untuk tidak membuang sampah sembarangan

“Kami harap desa bisa memperketat awig-awig agar ada efek jera bagi pembuang sampah sembarangan” ujar Ketua STT Eka Chanti Bhuana, Ketut Widiantara.

Ada 7 organisasi pemuda se-Desa Adat Renon yang dilibatkan dalam kegiatan pagi ini, yakni STT Cemara Kencana, STT Satria Winangun,

STT Eka Chanti Bhuana, STT Dharma Yowana, juga ikut terlibat Karang Taruna Dharma Bhakti, Sabha Yowana dan Teruna-Teruni Renon.

Mereka juga berharap kegiatan ini bisa menjadi pematik untuk pemuda dan pemudi Bali lainnya, terutama STT yang berada di kecamatan Denpasar Selatan.

“Terima kasih juga untuk pemerintah desa dan masyarakat Renon yang mendukung kegiatan kami,” ungkap Adit, Ketua STT Dharma Yowana. 

“Menjaga lingkungan mulailah dari hal terkecil untuk bertanggung jawab atas sampah yang kita ciptakan sendiri,” tambahnya. 

DENPASAR – Kepedulian generasi muda Bali terhadap lingkungan patut diancungi jempol. Seperti yang dilakukan anak-anak muda di Desa Renon, Kecamatan Denpasar Selatan. 

Mereka secara sukarela mau turun ke sungai untuk membersihkan lingkungan yang ada disekitarnya, Minggu (2/2) siang.

Menariknya, kegiatan bersih-bersih ini dilakukan secara spontan oleh genarasi muda Renon. Awalnya, anak-anak muda ini berdebat di medsos membahas mengenai isu lingkungan.

Lalu STT Cemara Kencana yang terlebih dahulu telah melakukan dan memprogramkan di kepengurusannya untuk melakukan aksi bersih-bersih di setiap bulan mendapat respons baik dari STT lain yang ada di Renon .

“Saya memang memprogramkan STT saya untuk melakukan kegiatan bersih-bersih setiap bulan di minggu pertama,” ujar Angga Mahendra, Ketua STT Cemara Kencana.

Lalu kegiatan ini mendapat respons yang baik dari seluruh STT, Karang Taruna, Lurah, Sabha Yowana, Desa dan LPM Desa Renon. 

“Kurangnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah yang membuat kami turun  dan akan memprogramkan kegiatan ini di setiap bulannnya” ujar Dek Bo, Ketua STT Satria Winangun.

Sembari melakukan bersih-bersih, para pemuda pemudi Desa Adat Renon ini juga melakukan edukasi ke warga sekitar sungai untuk tidak membuang sampah sembarangan

“Kami harap desa bisa memperketat awig-awig agar ada efek jera bagi pembuang sampah sembarangan” ujar Ketua STT Eka Chanti Bhuana, Ketut Widiantara.

Ada 7 organisasi pemuda se-Desa Adat Renon yang dilibatkan dalam kegiatan pagi ini, yakni STT Cemara Kencana, STT Satria Winangun,

STT Eka Chanti Bhuana, STT Dharma Yowana, juga ikut terlibat Karang Taruna Dharma Bhakti, Sabha Yowana dan Teruna-Teruni Renon.

Mereka juga berharap kegiatan ini bisa menjadi pematik untuk pemuda dan pemudi Bali lainnya, terutama STT yang berada di kecamatan Denpasar Selatan.

“Terima kasih juga untuk pemerintah desa dan masyarakat Renon yang mendukung kegiatan kami,” ungkap Adit, Ketua STT Dharma Yowana. 

“Menjaga lingkungan mulailah dari hal terkecil untuk bertanggung jawab atas sampah yang kita ciptakan sendiri,” tambahnya. 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru