KEROBOKAN-Pengelola beach club di kawasan Petitenget, Batu Belig, Kerobokan, Kuta Utara, Selasa (1/1) sekitar pukul 05.00 pagi mendadak gempar.
Kehebohan pengelola beach club mewah di kawasan wisata Badung, itu menyusul dengan temuan jasad pria bule tenggelam di dasar kolam renang.
Alexander Glowatsching, 30, pria asal Austria ini ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dasar kolam renang Potato Head Beach Club, Petitenget.
Kapolres Badung, AKBP Yudith Satria Hananta dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bali membenarkan dengan temuan jasad warga asing asal Austria ini.
Menurutnya, Alexander ditemukan tewas pertama kali oleh saksi Mulyadi yang saat itu sedang melakukan pengecekan rutin
Saat melakukan pengecekan itulah, pria yang kesehariannya sebagai supervisor perawatan di Potato Head Beach Club Petitenget menemukan korban.
“Saksi curiga karena melihat ada sesuatu berwarna putih dari dasar kolam.
Kemudian dengan meminta bantuan karyawan yang sedang membongkar panggung akhirnya memang benar yang dilihat saksi adalah sosok jenazah,”ujar Yudith.
Lebih lanjut, usai memastikan bahwa yang dilihat jenazah, saksi dibantu karyawan kemudian mengevakuasi korban.
“Sempat ada upaya pertolongan dari saksi dan karyawan dengan menekan dan memacu jantung korban. Tetapi usaha itu sia-sia karena korban sudah meninggal,”ujarnya.
Atas kejadian itu, pihak pengelola beach club kemudian melaporkan temuan tersebut ke pihak kepolisian.
Menurut Yudith, dari hasil pemeriksaan luar terhadap jenazah yang ditemukan dalam kondisi bertelanjang dada, mengenakan celana pendek warna hitam, dan memakai kalung tali warna hitam, polisi menemukan korban dalam kondisi mengeluarkan darah dari hidung dengan cairan dari kemaluan. Selain itu dari kondisi tubuh korban juga sudah lembek dengan leher kaku.
“Dugaan sementara korban meninggal sekitar 2 jam sebelum ditemukan dan tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban,”terang Yudith.
Meski begitu untuk mengetahui penyebab pasti korban, pihak kepolisian masih menunggu hasil visum et repertum dari pihak RSUP Sanglah Denpasar.



