Keok di 4 Kab/Kota, Kunci Kemenangan di Jembrana, Ini Respons Golkar

DENPASAR – Ketua DPD I Golkar Bali Nyoman Sugawa Korry memastikan koalisi yang dibangun partai berlambang pohon beringin dengan sejumlah parpol lain di Pilkada 2020, tak berjalan sempurna.

Dari enam kabupaten/kota yang menggelar Pilkada 2020, koalisi yang dibangun Golkar hanya berhasil di Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Badung setelah pasangan calon yang diusung meraih suara 50 persen plus 1.

Sementara yang lain, termasuk di Karangasem kalah. “Untuk Jembrana sudah fix, dari hasil hitungan tim kami (menang),” ujar Nyoman Sugawa Korry.

Meski hanya dua paslon di dua kabupaten yang menang, kata Sugawa Korry, tak membuat para kader kecewa.

Dia dan para kader justru bersyukur Pilkada kali ini berjalan aman dan tertib. “Kami mensyukuri semuanya. Ada yang kalah. Ada yang menang.

Pesan kami, yang menang jangan berlebihan. Yang kalah jangan saling menyalahkan dan cari kambing hitam,” tukasnya. 

Dia juga mengingatkan agar seluruh kader Golkar maupun komponen lainnya yang tergabung dalam Koalisi Jembrana Maju (KJM) mengawal kemenangan tersebut sampai dengan proses penetapan.

Bahkan soal ini, pihaknya yakin bahwa tim pemenangan Tamba-Ipat dan mesin politik KJM pasti sudah memperhitungkan itu.

“Kami rasa itu sudah dijalankan tim pemenangan dan koalisi di Jembrana. Karena kami juga sudah by data yang akurat, formulir C1. Tapi kami tetap mengingatkan sarankan jangan sampai lengah saja,” tukasnya.

Dia menambahkan lagi, hasil perolehan pilkada versi internal partainya sudah klop. Termasuk di empat daerah lainnya yang mengarah pada kekalahan.

Dan, satu kemenangan lagi di Badung dengan mengusung pasangan Nyoman Giri Prasta dan Ketut Suiasa melawan kolom kosong.

“Semua sudah final kelihatannya. Laporan dari tim kami di Jembrana, Tabanan, Badung, Denpasar, Bangli,

sampai Karangasem sudah masuk ke tim kami. Artinya, sudah lapor. Yang kalah sudah menyatakan kalah. Jadi, seperti itu,” pungkasnya. 

DENPASAR – Ketua DPD I Golkar Bali Nyoman Sugawa Korry memastikan koalisi yang dibangun partai berlambang pohon beringin dengan sejumlah parpol lain di Pilkada 2020, tak berjalan sempurna.

Dari enam kabupaten/kota yang menggelar Pilkada 2020, koalisi yang dibangun Golkar hanya berhasil di Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Badung setelah pasangan calon yang diusung meraih suara 50 persen plus 1.

Sementara yang lain, termasuk di Karangasem kalah. “Untuk Jembrana sudah fix, dari hasil hitungan tim kami (menang),” ujar Nyoman Sugawa Korry.

Meski hanya dua paslon di dua kabupaten yang menang, kata Sugawa Korry, tak membuat para kader kecewa.

Dia dan para kader justru bersyukur Pilkada kali ini berjalan aman dan tertib. “Kami mensyukuri semuanya. Ada yang kalah. Ada yang menang.

Pesan kami, yang menang jangan berlebihan. Yang kalah jangan saling menyalahkan dan cari kambing hitam,” tukasnya. 

Dia juga mengingatkan agar seluruh kader Golkar maupun komponen lainnya yang tergabung dalam Koalisi Jembrana Maju (KJM) mengawal kemenangan tersebut sampai dengan proses penetapan.

Bahkan soal ini, pihaknya yakin bahwa tim pemenangan Tamba-Ipat dan mesin politik KJM pasti sudah memperhitungkan itu.

“Kami rasa itu sudah dijalankan tim pemenangan dan koalisi di Jembrana. Karena kami juga sudah by data yang akurat, formulir C1. Tapi kami tetap mengingatkan sarankan jangan sampai lengah saja,” tukasnya.

Dia menambahkan lagi, hasil perolehan pilkada versi internal partainya sudah klop. Termasuk di empat daerah lainnya yang mengarah pada kekalahan.

Dan, satu kemenangan lagi di Badung dengan mengusung pasangan Nyoman Giri Prasta dan Ketut Suiasa melawan kolom kosong.

“Semua sudah final kelihatannya. Laporan dari tim kami di Jembrana, Tabanan, Badung, Denpasar, Bangli,

sampai Karangasem sudah masuk ke tim kami. Artinya, sudah lapor. Yang kalah sudah menyatakan kalah. Jadi, seperti itu,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru