DENPASAR – Kalau olahraga seperti sepak bola sudah biasa dilakukan di masa pagebluk Covid-19, olahraga beladiri yang sulit untuk dilakukan.
Maksimal hanya kejuaraan secara daring. Kalau untuk kontak fisik khususnya di Bali, baru Walikota Cup 2020 cabor tinju saja yang sudah selesai digelar secara langsung beberapa waktu lalu.
Sekarang, Muay Thai mengikuti jejak tinju. Hari ini 32 petarung siap bertarung menjadi yang terbaik dari 16 kelas yang dipertandingkan.
Tapi kejuaraan Muay Thai yang berlangsung di Finns Recreation Club tersebut tidak dibawah PB MI, namun Muay Thai Profesional Indonesia (MPI).
MPI sendiri adalah organisasi Muay Thai dibawah BOPI (sekarang sudah dibubarkan). “Kami sudah mempersiapkan Bali Fight jauh-jauh hari.
Sebelumnya kami ingin menggelar di Jakarta. Tapi karena masih ada pandemic, akhirnya ditunda sementara dan kami pilih Bali,” terang Promotor Bali Fight League 2020 Jerry Luhukay kemarin.
Pria yang juga pemilik sasana Muay Thai, Zealot Muay Thai tersebut menambahkan jika dia ingin olahraga beladiri asal Thailand tersebut bisa semakin dikenal di Bali.
Petarung nasional ikut ambil bagian dalam kejuaraan ini seperti Raymond Gozzali. Raymond Gozzali adalah petarung yang menjadi bagian Tim Muay Thai Indonesia di SEA Games 2019.
Hari ini, dia akan menghadapi petarung asal Bali Putu Hery Ari Winata dikelas 82 kg. “Turnamen ini kami buat juga untuk promosi pariwisata yang ada di Bali.
Kalau diam saja dan tidak berani menggelar kegiatan seperti ini, perpuataran ekonomi di dunia pariwisata tidak berjalan
dengan signifikan. Petarung-petarungnya banyak dari luar Bali seperti dari Jakarta, Malang, dan Yogyakarta,” bebernya.
Meski boleh disaksikan penonton, namun Jerry mengatakan jumlah penonton akan dibatasi hanya maksimal 50 persen dari total kapasitas penonton yang berjumlah 3 ribu orang.
“Tapi, estimasi kami hanya seribu orang datang. Kami disini sudah melakukan protokol kesehatan seperti petarung yang wajib menyertakan surat negative Covid-19,” tutupnya.



