DENPASAR – Selamat datang tahun 2019. Tentu tahun baru pasti muncul semangat dan harapan baru. Bagi Bali United, tahun 2018 bisa dikatakan tahun yang kurang mengenakkan.
Mengawali start manis ketika mampu meraih runner up Piala presiden 2018, Bali United justru menanggung malu ketika berlaga di AFC Cup 2018.
Berada di juru kunci grup G dan hanya melesakkan lima poin, membuat publik sepakbola Indonesia mencemooh Serdadu Tridatu karena dianggap bermain dengan terpaksa dan terkesan ogah-ogahan.
Bukannya lebih baik di Liga 1, justru Serdadu Tridatu semakin terpuruk. Sukses merengkuh posisi runner up Liga 1 2017, Bali United justru terjerembab diperingkat kesebelas klasemen sementara dengan raihan 45 poin saja.
Bagi wakil kapten Bali United Muhammad Taufiq, tahun 2018 harus bisa diambil hikmahnya dan dijadikan pelajaran oleh semua elemen yang ada di tim.
“Tahun 2018 menjadi pembelajaran berharga. Banyak hikmah yang diambil. Banyak Suka dan duka selama tahun 2018.
Pastinya untuk tahun 2019, kami ingin lebih baik lagi dan Bali United bisa semakin berprestasi. Semua pemain, pelatih, dan elemen yang ada didalam tim harus sama-sama berjuang untuk menjadi yang terbaik,” ujar Taufik.
Untuk musim depan, secara pribadi mantan pemain Persebaya Surabaya dan Persib Bandung ini ingin mengantarkan Bali United untuk berada dipapan atas klasemen Liga 1 2019.
Tetapi, dia berusaha agar musim depan bisa mengantarkan Bali United merengkuh gelar juara.
“Setidaknya bisa dipapan atas. Tahun sebelumnya kami hampir juara dan tahun lalu kami terpuruk. Mudah-mudahan juga kami bisa meraih gelar juara.
Saya ingin mengulang sukses bersama Persib Bandung yang waktu itu juara liga. Saya ingin Bali juga bisa meraih juara.
Intinya semua harus berjuang keras dan semuanya harus memiliki tekad yang sama untuk meraih yang terbaik,” tuturnya.



