SEMARAPURA – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Klungkung dan sekitarnya memicu datangnya bencana alam.
Sejak dini hari kemarin (1/2), tercatat terjadi sejumlah bencana alam seperti tanggul jebol, erupsi, longsor dan banjir di wilayah Kabupaten Klungkung.
Peristiwa itu tidak sampai menyebabkan jatuhnya korban jiwa, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Hujan deras yang turun sejak Rabu (31/1) hingga Kamis (1/2) memicu volume air Sungai Unda meningkat. Saking deras dan besarnya debit air, tanggul yang dibangun Balai Wilayah Sungai Bali – Penida tergerus air banjir.
“Jebolnya hari Kamis sekitar pukul 02.00. Airnya juga sampai ke pemukiman warga tapi sampai halaman saja,” ujar Komang Sudira, warga setempat.
Meski begitu, pihaknya mengaku tidak berkeinginan untuk mengungsi. “Sebelumnya sempat mengungsi selama dua hari, tapi tidak tahan dan akhirnya pulang lagi,” terangnya.
Lurah Semarapura Kangin, Wayan Sudarma mengungkapkan, jebolnya tanggul tersebut sudah dilaporkan ke Balai Wilayah Sungai Bali-Penida.
Warga yang tinggal di wilayah tersebut sejak hujan lahar dingin terpaksa mengungsi mencari tempat yang lebih aman. Di bantaran Tukad Unda sendiri ada puluhan KK yang bermukim.



