OMG! Diguyur Hujan Lebat, Rumah Bujang Lapuk Roboh Rata dengan Tanah

NEGARA – I Nengah Sarka, 70, kehilangan rumah tempat tinggalnya. Rumah sederhana milik petani warga lingkungan Pangkung Gayung, Kelurahan Baler Bale Agung, Negara, itu roboh rata dengan tanah Selasa (11/12) dinihari.

Sarka yang masih membujang itu selama ini memang tinggal sendirian di rumah. Sebelum kejadian, hujan deras turun disertai angin kencang di wilayah tersebut.

Sarka awalnya tidak menduga kalau rumahnya akan roboh. Dia seperti biasa tidur sendirian di dalam kamar.

Namun saat terlelap tidur, sekitar pukul 01.00 dia kaget dan terbangun karena mendengar suara gemeretak yang cukup keras.

Belum sempat teruna lingsir (bujang tua) itu keluar, tiba-tiba rumahnya ambruk. Mendengar suara gemuruh dan tahu kalau rumah kakaknya roboh, adik Sarka yang tinggal di rumah sebelahnya langsung mencari kakaknya itu.

Beruntung Sarka bisa keluar dari celah reruntuhan rumahnya dan tidak mengalami luka-luka sedikitpun.

“Saya kaget, saat terbangun rumah saya sudah ambruk. Untung saat ambruk tidak langsung rata dengan tanah sehingga saya selamat dan bisa keluar,” ujar Sarka.

Setelah berhasil diselamatkan, rumah semi permanen dengan tembok bagian bawah dari batako dan bagian atasnya dari gedeg dan beratap genteng berukuran 4.5 X 6 meter itu langsung ambruk dan rata dengan tanah.

Ditaksir akibat kejadian ini korban mengalami kerugian sekitar Rp 35 juta “Rumah itu memang sudah tua dan kayu-kayunya banyak yang sudah lapuk. Untuk sementara saya menunpang di rumah adik saya,” ungkapnya.

Bencana rumah roboh itu kemudian dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana. Anggota BPBD langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan.

Puing-puing rumah yang roboh itu dibersihkan dan Sarka juga diberikan bantuan sementara seperti  terpal, matras, selimut, paket sembako, sandang, family kit dan peralatan dapur.

“Kita sudah ke lokasi dan memberikan bantuan darurat kepada korban,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Ketut Eko Susilo Permana. 

NEGARA – I Nengah Sarka, 70, kehilangan rumah tempat tinggalnya. Rumah sederhana milik petani warga lingkungan Pangkung Gayung, Kelurahan Baler Bale Agung, Negara, itu roboh rata dengan tanah Selasa (11/12) dinihari.

Sarka yang masih membujang itu selama ini memang tinggal sendirian di rumah. Sebelum kejadian, hujan deras turun disertai angin kencang di wilayah tersebut.

Sarka awalnya tidak menduga kalau rumahnya akan roboh. Dia seperti biasa tidur sendirian di dalam kamar.

Namun saat terlelap tidur, sekitar pukul 01.00 dia kaget dan terbangun karena mendengar suara gemeretak yang cukup keras.

Belum sempat teruna lingsir (bujang tua) itu keluar, tiba-tiba rumahnya ambruk. Mendengar suara gemuruh dan tahu kalau rumah kakaknya roboh, adik Sarka yang tinggal di rumah sebelahnya langsung mencari kakaknya itu.

Beruntung Sarka bisa keluar dari celah reruntuhan rumahnya dan tidak mengalami luka-luka sedikitpun.

“Saya kaget, saat terbangun rumah saya sudah ambruk. Untung saat ambruk tidak langsung rata dengan tanah sehingga saya selamat dan bisa keluar,” ujar Sarka.

Setelah berhasil diselamatkan, rumah semi permanen dengan tembok bagian bawah dari batako dan bagian atasnya dari gedeg dan beratap genteng berukuran 4.5 X 6 meter itu langsung ambruk dan rata dengan tanah.

Ditaksir akibat kejadian ini korban mengalami kerugian sekitar Rp 35 juta “Rumah itu memang sudah tua dan kayu-kayunya banyak yang sudah lapuk. Untuk sementara saya menunpang di rumah adik saya,” ungkapnya.

Bencana rumah roboh itu kemudian dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana. Anggota BPBD langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan.

Puing-puing rumah yang roboh itu dibersihkan dan Sarka juga diberikan bantuan sementara seperti  terpal, matras, selimut, paket sembako, sandang, family kit dan peralatan dapur.

“Kita sudah ke lokasi dan memberikan bantuan darurat kepada korban,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Ketut Eko Susilo Permana. 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru