27.1 C
Jakarta
1 Mei 2024, 8:52 AM WIB

Diduga Jadi Korban Pengeroyokan, Ketut Arta Wijaya Ditemukan Tewas di Jalan

SINGARAJA – Seorang pria paro baya, Ketut Arta Wijaya, 50, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di Jalan Raya Pekutatan-Pupuan. Tepatnya di dekat Pasar Dadap Putih, Desa Tista, Kecamatan Busungbiu.

 

Korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di jalan raya dengan kondisi luka pada bagian kepala. Pria yang tinggal di Banjar Dinas Munduk Tengah, Desa Tista itu diduga menjadi korban pengeroyokan.

 

Korban ditemukan pada pukul 00.15, Kamis (7/7) dini hari. Kebetulan ada warga yang melintas dan mendapati seorang tergeletak di pinggir jalan. Rupanya korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Sehingga peristiwa itu langsung dilaporkan ke Mapolsek Busungbiu.

 

Dari hasil pemeriksaan, korban ditemukan dalam kondisi luka pada bagian kepala belakang. Diduga akibat benda tumpul. Selain itu ditemukan luka pada bagian hidung. Di sekitar tempat kejadian, polisi menemukan sandal, sepeda motor dengan nomor polisi DK 4670 UAY milik korban, dan sebongkah beton.

 

Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Buleleng. Polisi telah mengajukan permintaan otopsi pada tim forensik di RSUD Buleleng. Rencananya otopsi akan dilakukan pada Kamis (7/7).

 

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, sebelum ditemukan dalam kondisi tergeletak, korban sempat berselisih paham dengan sejumlah pemuda. Mereka adalah Kadek RD, 26, warga Desa Pengragoan Kecamatan Pekutatan; I Kadek S, 48, dan Putu RS, warga Desa Manggissari, Kecamatan Pekutatan; serta I Ketut S, 19, warga Desa Tista. Keempat orang itu kini tengah berada di Mapolsek Busungbiu.

 

Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya mengatakan polisi masih mendalami peristiwa tersebut. Dari keterangan saksi, korban memang sempat berkelahi dengan beberapa pria. “Ada 4 orang yang sudah diperiksa di Polsek Busungbiu. Penyidik masih mendalami apakah benar ada perkelahian atau terjadi hal lain,” kata Sumarjaya.

 

Menurutnya polisi kini tengah menanti hasil otopsi dari tim medis untuk memastikan penyebab kematian korban. Polisi juga sedang mendalami beberapa bukti-bukti yang ditemukan di tempat kejadian. Termasuk bongkahan beton yang ditemukan di dekat jenazah korban.

 

“Ya ada bongkahan beton ditemukan di sana. Jaraknya sekitar satu meter dari korban. Itu juga masih didalami, apakah ada kaitannya dengan kematian korban atau tidak,” tukas Sumarjaya. (eps)

SINGARAJA – Seorang pria paro baya, Ketut Arta Wijaya, 50, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di Jalan Raya Pekutatan-Pupuan. Tepatnya di dekat Pasar Dadap Putih, Desa Tista, Kecamatan Busungbiu.

 

Korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di jalan raya dengan kondisi luka pada bagian kepala. Pria yang tinggal di Banjar Dinas Munduk Tengah, Desa Tista itu diduga menjadi korban pengeroyokan.

 

Korban ditemukan pada pukul 00.15, Kamis (7/7) dini hari. Kebetulan ada warga yang melintas dan mendapati seorang tergeletak di pinggir jalan. Rupanya korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Sehingga peristiwa itu langsung dilaporkan ke Mapolsek Busungbiu.

 

Dari hasil pemeriksaan, korban ditemukan dalam kondisi luka pada bagian kepala belakang. Diduga akibat benda tumpul. Selain itu ditemukan luka pada bagian hidung. Di sekitar tempat kejadian, polisi menemukan sandal, sepeda motor dengan nomor polisi DK 4670 UAY milik korban, dan sebongkah beton.

 

Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Buleleng. Polisi telah mengajukan permintaan otopsi pada tim forensik di RSUD Buleleng. Rencananya otopsi akan dilakukan pada Kamis (7/7).

 

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, sebelum ditemukan dalam kondisi tergeletak, korban sempat berselisih paham dengan sejumlah pemuda. Mereka adalah Kadek RD, 26, warga Desa Pengragoan Kecamatan Pekutatan; I Kadek S, 48, dan Putu RS, warga Desa Manggissari, Kecamatan Pekutatan; serta I Ketut S, 19, warga Desa Tista. Keempat orang itu kini tengah berada di Mapolsek Busungbiu.

 

Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya mengatakan polisi masih mendalami peristiwa tersebut. Dari keterangan saksi, korban memang sempat berkelahi dengan beberapa pria. “Ada 4 orang yang sudah diperiksa di Polsek Busungbiu. Penyidik masih mendalami apakah benar ada perkelahian atau terjadi hal lain,” kata Sumarjaya.

 

Menurutnya polisi kini tengah menanti hasil otopsi dari tim medis untuk memastikan penyebab kematian korban. Polisi juga sedang mendalami beberapa bukti-bukti yang ditemukan di tempat kejadian. Termasuk bongkahan beton yang ditemukan di dekat jenazah korban.

 

“Ya ada bongkahan beton ditemukan di sana. Jaraknya sekitar satu meter dari korban. Itu juga masih didalami, apakah ada kaitannya dengan kematian korban atau tidak,” tukas Sumarjaya. (eps)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/