DENPASAR – Disdik Kota Denpasar resmi membuka pendaftaran perdana untuk SMPN 13 Denpasar, sekolah negeri baru di Denpasar yang berlokasi di Umadui, Padangsambian Klod, Denpasar Barat.
Meskipun gedung sekolah belum jadi. Rencananya siswa baru akan meminjam gedung di SDN 17 Padangsambian sekitar 4 bulan, sambil menunggu gedung selesai yang targetnya tahun ini. Jumlah siswa yang diterima tahun ini 238 orang.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar Wayan Gunawan,
peningkatan daya tampung memang tidak signifikan.
Karena ada pengurangan dua orang setiap rombongan belajar. Kalau tahun lalu satu kelas maksimal 36, tahun ini jadi maksimal 34.
“Sudah menerima murid kenapa menerima tahun ini, kalau menerima murid tahun depan perkiraan gedung selesai tahun ini kan mubazir. Kurang lebih 7 bulan jadinya tidak terpakai.
Jadi, kita terima di awal, paling kita nitip belajar katakan empat bulan menitip belajar sambil menyiapkan evaluasi ketika memasuki gedung baru sudah agak mendekati kesesuain kebutuhan di lapangan,” tuturnya.
Di sisi lain, dari data Disdikpora Kota Denpasar, per Kamis (20/6) pukul 12.00, terdapat sedikitnya 7.918 calon siswa yang telah terverifikasi dari semua jalur PPDB.
Jumlah tersebut terdiri atas verifikasi dinas di Rumah Pintar sebanyak 172 orang, SMPN 1 Denpasar sebanyak 532 orang,
SMPN 2 Denpasar sebanyak 508 orang, SMPN 3 Denpasar sebanyak 592 orang, SMPN 4 Denpasar sebanyak 578 orang.
Selanjutnya SMPN 5 Denpasar sebanyak 318 orang, SMPN 6 Denpasar sebanyak 966 orang, SMPN 7 Denpasar sebanyak 825, SMPN 8 Denpasar sebanyak 796, SMPN 9 Denpasar sebanyak 576,
SMPN 10 Denpasar sebanyak 766 orang, SMPN 11 Denpasar sebanyak 413, SMPN 12 Denpasar sebanyak 596, dan SMPN 13 Denpasar sebanyak 280 orang.
Wali Kota Rai Mantra saat ditanyai mengenai sikap daerah lain yang ada menghentikan sementara PPDB, menurutnya, kondisi PPDB Kota Denpasar sudah berjalan dengan baik.
Hanya, diakui pada saat pengambilan token hari pertama yang sedikit ramai. Ini karena soal antrean saja.
Masyarakat belum tahu soal mekanisme pengambilan token, sehingga membeludak di hari pertama.
“Kita lihat dulu, menerapkan aturannya seperti itu, adanya try and error di beberapa sekolah yang mendaftar.
Ini kan belum diujicoba peraturan ini. Nanti kita akan melihat kelemahannya dan akan memberi saran kepada pemerintah pusat,” paparnya.