26.7 C
Jakarta
17 Juni 2024, 5:23 AM WIB

Jorok dan Tebar Bau Busuk, Dewan Minta TPS Pulau Kawe Dipindah

RadarBali.com – Dewan kota Denpasar akhirnya angkat bicara soal tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di Jalan Pulau Kawe, Pedungan.

Kendati Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) akan membuat TPS underground, anggota DPRD Denpasar Wayan Sugiarta, meminta pemerintah memindahkan depo dari kawasan padat penduduk itu.

Sebab, warga acap mengeluh karena bau yang menyengat. Bahkan, sampah sering meluber ke jalan yang menyebabkan lalu litas di kawasan itu macet.

“Kalau pun sudah ditempatkan alat berat disana, namun lebih sering tidak beroperasi sehingga sampah tetap meluber,” ujar politisi Golkar ini.

Sugiarta mengharapkan pemerintah bisa mengambil langkah serius dalam menangani depo sampah di kawasan permukiman padat.

Sebab jika dilihat dari depo tersebut, luasnya  tidak terlalu besar, justru akan menimbulkan dampak kurang baik bagi lingkungan sekitarnya.

“Penataan tersebut tidak akan menyelesaikan masalah. Harapan kita depo itu bisa dipindah,” ujar anggota Komisi IV ini.

Hal senada juga diungkapkan A.A.Ngurah Gede Widiada. Politisi Nasdem ini meminta relokasi depo sampah di Jalan Pulau Kawe.

“Kalau saya melihat memang tidak layak depo itu di kawasan padat penduduk. Harus ada solusi yang tepat, sehingga tidak lagi menjadi keluhan,” kata wakil rakyat asal Peguyangan ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, mengatasi persoalan overload sampah dan menghindari kesan jorok, DLHK merancang TPS underground dengan anggaran sekitar Rp 1,6 miliar. 

RadarBali.com – Dewan kota Denpasar akhirnya angkat bicara soal tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di Jalan Pulau Kawe, Pedungan.

Kendati Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) akan membuat TPS underground, anggota DPRD Denpasar Wayan Sugiarta, meminta pemerintah memindahkan depo dari kawasan padat penduduk itu.

Sebab, warga acap mengeluh karena bau yang menyengat. Bahkan, sampah sering meluber ke jalan yang menyebabkan lalu litas di kawasan itu macet.

“Kalau pun sudah ditempatkan alat berat disana, namun lebih sering tidak beroperasi sehingga sampah tetap meluber,” ujar politisi Golkar ini.

Sugiarta mengharapkan pemerintah bisa mengambil langkah serius dalam menangani depo sampah di kawasan permukiman padat.

Sebab jika dilihat dari depo tersebut, luasnya  tidak terlalu besar, justru akan menimbulkan dampak kurang baik bagi lingkungan sekitarnya.

“Penataan tersebut tidak akan menyelesaikan masalah. Harapan kita depo itu bisa dipindah,” ujar anggota Komisi IV ini.

Hal senada juga diungkapkan A.A.Ngurah Gede Widiada. Politisi Nasdem ini meminta relokasi depo sampah di Jalan Pulau Kawe.

“Kalau saya melihat memang tidak layak depo itu di kawasan padat penduduk. Harus ada solusi yang tepat, sehingga tidak lagi menjadi keluhan,” kata wakil rakyat asal Peguyangan ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, mengatasi persoalan overload sampah dan menghindari kesan jorok, DLHK merancang TPS underground dengan anggaran sekitar Rp 1,6 miliar. 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/