29 C
Jakarta
13 Juni 2024, 20:42 PM WIB

Kasus Rabies di Jembrana

Karena Tak Dapat Vaksin Anti Rabies, Satu Lagi Warga Jembrana Meninggal

NEGARA- Warga Lingkungan Petapan Persidi, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, meninggal dengan riwayat pernah digigit anjing. I Made Sutamayasa,41,digigit anjing sekitar bulan Maret. Namun korban tidak ke puskesmas untuk mendapatkan vaksin anti rabies (VAR).

 

Informasi meninggalnya warga dengan riwayat pernah digigit anjing tersebut ditindaklanjuti Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana dengan menelusuri secara menyeluruh. Terutama mengenai anjing yang diduga menggigit korban beberapa bulan sebelum meninggal.

 

Seperti diketahui, Kelurahan Tegalcangkring masuk dalam zona merah, karena pernah terjadi kasus gigitan anjing positif rabies. Namun, apakah korban digigit anjing yang positif atau bukan, perlu dilakukan penelusuran lebih untuk memastikan anjing yang menggigit positif atau bukan. “Kami investigasi dulu, apakah anjing positif atau bukan,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Wayan Sutama, Minggu (19/6).

 

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika ada kasus gigitan, sehingga anjing yang menggigit bisa dilakukan tindakan cepat dengan eliminasi selektif dan hewan penular rabies sekitarnya bisa di vaksin.

 

Disamping itu, korban gigitan jika sudah melapor dan anjing yang menggigit sudah dipastikan positif rabies melalui hasil laboratorium, maka korban gigitan bisa mendapat VAR dari puskesmas. “Masyarakat jangan abai jika digigit HPR. Meskipun tidak ada luka, harus melapor agar segera ditangani,” tegasnya.

 

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Jembrana I Made Dwipayana mengatakan, korban memang mengarah pada peradangan otak, diduga karena rabies. “Pasien tidak datang ke puskesmas untuk mendapat penanganan setelah mendapat gigitan,” jelasnya.

 

Pihak puskemas baru mendapat informasi setelah beberapa hari anjing mati dan dikubur. Sehingga sampel tidak bisa diperiksa. Terkait kasus rabies yang semakin meningkat ini, dinas kesehatan sudah minta tambahan VAR karena stok menipis. Hari Jumat lalu sudah dapat lagi 300 dosis. Stok VAR saat ini sekitar 414 dosis per hari Jumat.

 

Sekadar dikatahui, hingga Minggu lalu sudah empat orang meninggal suspek rabies. Seluruh korban yang meninggal suspek rabies tidak mendapat VAR karena tak malapor ke puskesmas setelah digigit anjing. (bas)

 

 

 

NEGARA- Warga Lingkungan Petapan Persidi, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, meninggal dengan riwayat pernah digigit anjing. I Made Sutamayasa,41,digigit anjing sekitar bulan Maret. Namun korban tidak ke puskesmas untuk mendapatkan vaksin anti rabies (VAR).

 

Informasi meninggalnya warga dengan riwayat pernah digigit anjing tersebut ditindaklanjuti Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana dengan menelusuri secara menyeluruh. Terutama mengenai anjing yang diduga menggigit korban beberapa bulan sebelum meninggal.

 

Seperti diketahui, Kelurahan Tegalcangkring masuk dalam zona merah, karena pernah terjadi kasus gigitan anjing positif rabies. Namun, apakah korban digigit anjing yang positif atau bukan, perlu dilakukan penelusuran lebih untuk memastikan anjing yang menggigit positif atau bukan. “Kami investigasi dulu, apakah anjing positif atau bukan,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Wayan Sutama, Minggu (19/6).

 

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika ada kasus gigitan, sehingga anjing yang menggigit bisa dilakukan tindakan cepat dengan eliminasi selektif dan hewan penular rabies sekitarnya bisa di vaksin.

 

Disamping itu, korban gigitan jika sudah melapor dan anjing yang menggigit sudah dipastikan positif rabies melalui hasil laboratorium, maka korban gigitan bisa mendapat VAR dari puskesmas. “Masyarakat jangan abai jika digigit HPR. Meskipun tidak ada luka, harus melapor agar segera ditangani,” tegasnya.

 

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Jembrana I Made Dwipayana mengatakan, korban memang mengarah pada peradangan otak, diduga karena rabies. “Pasien tidak datang ke puskesmas untuk mendapat penanganan setelah mendapat gigitan,” jelasnya.

 

Pihak puskemas baru mendapat informasi setelah beberapa hari anjing mati dan dikubur. Sehingga sampel tidak bisa diperiksa. Terkait kasus rabies yang semakin meningkat ini, dinas kesehatan sudah minta tambahan VAR karena stok menipis. Hari Jumat lalu sudah dapat lagi 300 dosis. Stok VAR saat ini sekitar 414 dosis per hari Jumat.

 

Sekadar dikatahui, hingga Minggu lalu sudah empat orang meninggal suspek rabies. Seluruh korban yang meninggal suspek rabies tidak mendapat VAR karena tak malapor ke puskesmas setelah digigit anjing. (bas)

 

 

 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/