32.7 C
Jakarta
17 Juni 2024, 18:59 PM WIB

Senderan Sungai di Belakang Polres Jembrana Longsor

NEGARA – Senderan sungai Ijogading yang berada di belakang Polres Jembrana, longsor saat terjadi banjir beberapa waktu lalu. Lokasi longsornya senderan sungai tersebut hanya beberapa meter dekat dengan asrama Polres Jembrana.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPKP) Wayan Sudiarta mengatakan, longsornya senderan sungai Ijogading yang berada di belakang Polres Jembrana tersebut sudah disampikan kepada balai wilayah sungai. “Senderan itu kewenangan balai,” jelasnya.

Menurutnya, berdasarkan hasil koordinasi dengan balai, langkah awal akan dilakukan normalisasi sungai lebih dulu pada tahun 2023. Karena kondisi sungai Ijogading sudah terjadi sedimentasi yang tinggi. “Akan dinormalisasi dulu, baru dilanjutkan membangun senderan,” jelasnya.

Normalisasi sungai ijogading, akan dimulai dari bawah jembatan Jalan Nasional Denpasar – Gilimanuk,  ke selatan sepanjang daerah aliran sungai Ijogading. “Sampai di mana jauhnya, tergantung dari anggarannya nanti,” ujarnya. (m.basir/radar bali)

 

 

 

NEGARA – Senderan sungai Ijogading yang berada di belakang Polres Jembrana, longsor saat terjadi banjir beberapa waktu lalu. Lokasi longsornya senderan sungai tersebut hanya beberapa meter dekat dengan asrama Polres Jembrana.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPKP) Wayan Sudiarta mengatakan, longsornya senderan sungai Ijogading yang berada di belakang Polres Jembrana tersebut sudah disampikan kepada balai wilayah sungai. “Senderan itu kewenangan balai,” jelasnya.

Menurutnya, berdasarkan hasil koordinasi dengan balai, langkah awal akan dilakukan normalisasi sungai lebih dulu pada tahun 2023. Karena kondisi sungai Ijogading sudah terjadi sedimentasi yang tinggi. “Akan dinormalisasi dulu, baru dilanjutkan membangun senderan,” jelasnya.

Normalisasi sungai ijogading, akan dimulai dari bawah jembatan Jalan Nasional Denpasar – Gilimanuk,  ke selatan sepanjang daerah aliran sungai Ijogading. “Sampai di mana jauhnya, tergantung dari anggarannya nanti,” ujarnya. (m.basir/radar bali)

 

 

 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/