26.7 C
Jakarta
25 Mei 2024, 4:52 AM WIB

GOR Lila Bhuana Bocor, Opsi Pindahkan Venue Futsal Porprov

DENPASAR – Curah hujan di Bali menyebabkan GOR Lila Bhuana sebagai GOR terbesar di Bali, bocor. Air terlihat tergenang di GOR.

Kebocoran tersebut terjadi di sisi timur lapangan kayu dan membuat genangan serta lapisan kayu terangkat serta terkelupas. Nah kurang dari satu bulan, Porprov Bali XV/2022 akan digelar. Beberapa cabor akan menggunakan GOR Lila Bhuana sebagai venue pertandingan.

Salah satunya adalah futsal yang direncanakan digelar pada 13-19 November mendatang. Pihak technical delegate (TD) cabor futsal pun dibuat was-was dengan kondisi ini. Apalagi mereka sudah meninjau langsung ke GOR Lila Bhuana dan melihat titik mana saja yang terjadi kebocoran cukup parah.

“Nah kalau nanti saat pertandingan hujan, air pasti jatuh ke lapangan. Genangannya bukan mengganggu lagi, tapi pertandingan bisa dihentikan. Saya juga melihat ada papan kayu yang menonjol di bagian timur dekat gawang,” ujar Technical Delegate (TD) cabor futsal Porprov Bali XV/2022 Nasser Attamimy saat diwawancarai Kamis sore kemarin (27/10).

Memang lanjutnya, perbaikan mudah dilakukan. Tetapi waktu yang mepet bisa membuat persiapan berantakan. “Kalau lapangan bisa diperbaiki, itu pun tidak terlalu rumit. Nah masalah atap ini yang jadi kekhawatiran kami. Kalau diperbaiki butuh waktu apalagi Porprov Bali sudah kian dekat,” jelas Nasser.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan KONI Bali mengenai kerusakan tersebut. Termasuk opsi untuk memindahkan venue pertandingan. Dari wacana yang ada, My Stadium Futsal yang terletak di kawasan Teuku Umar Barat menjadi salah opsi. Namun kembali lagi mengenai biaya yang mungkin saja membengkak.

“Memang sempat kami singgung soal ini. Venue boleh dipindah tapi harus di satu kabupaten atau kota. Karena venue awal ada di Kota Denpasar, mau tidak mau harus mencari lapangan di Denpasar juga. Tapi kalau bisa dipindah ke lain kabupaten, ada keinginan dipertandingkan di Jembrana atau Buleleng,” tegas Nasser.

Nasser berharap ada kejelasan sampai awal November mengenai lokasi pertandingan cabor futsal. Pasalnya pada 6 November, TM untuk seluruh cabor sudah dilakukan. Harus dipikirkan untuk opsi lapangan cadangan, karena lapangan futsal harus dipesan terlebih dahulu. “Kalau menggunakan lapangan khusus futsal tidak ada verifikasi lagi karena sudah standar. Tapi itu milik swasta makanya harus dipesan dulu,” tutupnya. (lit)

 

DENPASAR – Curah hujan di Bali menyebabkan GOR Lila Bhuana sebagai GOR terbesar di Bali, bocor. Air terlihat tergenang di GOR.

Kebocoran tersebut terjadi di sisi timur lapangan kayu dan membuat genangan serta lapisan kayu terangkat serta terkelupas. Nah kurang dari satu bulan, Porprov Bali XV/2022 akan digelar. Beberapa cabor akan menggunakan GOR Lila Bhuana sebagai venue pertandingan.

Salah satunya adalah futsal yang direncanakan digelar pada 13-19 November mendatang. Pihak technical delegate (TD) cabor futsal pun dibuat was-was dengan kondisi ini. Apalagi mereka sudah meninjau langsung ke GOR Lila Bhuana dan melihat titik mana saja yang terjadi kebocoran cukup parah.

“Nah kalau nanti saat pertandingan hujan, air pasti jatuh ke lapangan. Genangannya bukan mengganggu lagi, tapi pertandingan bisa dihentikan. Saya juga melihat ada papan kayu yang menonjol di bagian timur dekat gawang,” ujar Technical Delegate (TD) cabor futsal Porprov Bali XV/2022 Nasser Attamimy saat diwawancarai Kamis sore kemarin (27/10).

Memang lanjutnya, perbaikan mudah dilakukan. Tetapi waktu yang mepet bisa membuat persiapan berantakan. “Kalau lapangan bisa diperbaiki, itu pun tidak terlalu rumit. Nah masalah atap ini yang jadi kekhawatiran kami. Kalau diperbaiki butuh waktu apalagi Porprov Bali sudah kian dekat,” jelas Nasser.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan KONI Bali mengenai kerusakan tersebut. Termasuk opsi untuk memindahkan venue pertandingan. Dari wacana yang ada, My Stadium Futsal yang terletak di kawasan Teuku Umar Barat menjadi salah opsi. Namun kembali lagi mengenai biaya yang mungkin saja membengkak.

“Memang sempat kami singgung soal ini. Venue boleh dipindah tapi harus di satu kabupaten atau kota. Karena venue awal ada di Kota Denpasar, mau tidak mau harus mencari lapangan di Denpasar juga. Tapi kalau bisa dipindah ke lain kabupaten, ada keinginan dipertandingkan di Jembrana atau Buleleng,” tegas Nasser.

Nasser berharap ada kejelasan sampai awal November mengenai lokasi pertandingan cabor futsal. Pasalnya pada 6 November, TM untuk seluruh cabor sudah dilakukan. Harus dipikirkan untuk opsi lapangan cadangan, karena lapangan futsal harus dipesan terlebih dahulu. “Kalau menggunakan lapangan khusus futsal tidak ada verifikasi lagi karena sudah standar. Tapi itu milik swasta makanya harus dipesan dulu,” tutupnya. (lit)

 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/