27.5 C
Jakarta
25 Mei 2024, 12:34 PM WIB

Puluhan Hektare Padi di Jembrana Bali Mulai Kekeringan

NEGARA – Puluhan hektare sawah di Jembrana mengalami kesulitan air hingga menyebabkan kekeringan. Dampaknya, puluhan hektare sawah terancam gagal panen, terutama di wilayah pertanian tadah hujan.

 

Lahan pertanian yang masih terancam mengalami kekeringan, sudah diupayakan dengan memaksimalkan sumur bor di sejumlah subak untuk irigasi sawah.

 

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Wayan Sutama mengatakan luas tanam lahan pertanian padi di Jembrana pada bulan April lalu seluas 1.700 hektare sedangkan bulan Mei sekitar 500 hektare.

 

Lahan yang mengalami kekeringan dan masih terancam kekeringan, rata-rata yang memulai tanam akhir bulan April dan Mei. Namun tidak semua mengalami kekeringan, hanya sebagian kecil yang mengalami kekeringan dan terancam kekeringan.

 

Pihaknya sudah melakukan pemantauan dan pendataan lahan pertanian padi yang terdampak kekeringan. Sekitar 100 hingga 150 hektar lebih sudah terancam kekeringan, sedangkan yang sudah mengalami kekeringan sekitar 30 hektar di wilayah Desa Manistutu, Kecamatan Melaya.

 

“Lahan pertanian yang sudah mengalami kekeringan hampir mengalami gagal panen,” terangnya.

 

Sedangkan lahan pertanian yang terancam kekeringan seperti di wilayah Desa Kaliakah, masih diupayakan dengan bantuan pompa untuk pengairan sawah. “Semoga bisa bertahan. Kami akan pantau terus,” imbuhnya.

 

Sutama menambahkan petani yang sebelumnya mengalami kesulitan membeli solar bersubsidi untuk operasional mesin pompa air, sudah ada solusi dengan membawa rekomendasi dari Dinas Pertanian dan Pangan. Rekomendasi tersebut dibawa untuk membeli solar bersubsidi di stasiun pengisian bahan bakar umum terdekat.

 

NEGARA – Puluhan hektare sawah di Jembrana mengalami kesulitan air hingga menyebabkan kekeringan. Dampaknya, puluhan hektare sawah terancam gagal panen, terutama di wilayah pertanian tadah hujan.

 

Lahan pertanian yang masih terancam mengalami kekeringan, sudah diupayakan dengan memaksimalkan sumur bor di sejumlah subak untuk irigasi sawah.

 

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Wayan Sutama mengatakan luas tanam lahan pertanian padi di Jembrana pada bulan April lalu seluas 1.700 hektare sedangkan bulan Mei sekitar 500 hektare.

 

Lahan yang mengalami kekeringan dan masih terancam kekeringan, rata-rata yang memulai tanam akhir bulan April dan Mei. Namun tidak semua mengalami kekeringan, hanya sebagian kecil yang mengalami kekeringan dan terancam kekeringan.

 

Pihaknya sudah melakukan pemantauan dan pendataan lahan pertanian padi yang terdampak kekeringan. Sekitar 100 hingga 150 hektar lebih sudah terancam kekeringan, sedangkan yang sudah mengalami kekeringan sekitar 30 hektar di wilayah Desa Manistutu, Kecamatan Melaya.

 

“Lahan pertanian yang sudah mengalami kekeringan hampir mengalami gagal panen,” terangnya.

 

Sedangkan lahan pertanian yang terancam kekeringan seperti di wilayah Desa Kaliakah, masih diupayakan dengan bantuan pompa untuk pengairan sawah. “Semoga bisa bertahan. Kami akan pantau terus,” imbuhnya.

 

Sutama menambahkan petani yang sebelumnya mengalami kesulitan membeli solar bersubsidi untuk operasional mesin pompa air, sudah ada solusi dengan membawa rekomendasi dari Dinas Pertanian dan Pangan. Rekomendasi tersebut dibawa untuk membeli solar bersubsidi di stasiun pengisian bahan bakar umum terdekat.

 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/