25.6 C
Jakarta
19 Juni 2024, 6:48 AM WIB

Pancasila sebagai Ideologi Negara dan Pandangan Hidup Berbangsa

MANGUPURA – Apel upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kabupaten Badung dilaksanakan di Lapangan Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Mangupraja Mandala, Selasa (1/10).

Peringatan tahun ini mengambil Tema “Pancasila sebagai Dasar Penguatan Karakter Bangsa Menuju Indonesia Maju dan Bahagia”.

Bertindak selaku Inspektur Upacara Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa. Upacara dihadiri Pimpinan dan anggota DPRD Badung,

Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Badung, Ketua TP PKK Kabupaten Badung Ny Seniasih Giri Prasta beserta Organisasi Kewanitaan Badung,

Pimpinan Perangkat Daerah dilingkungan Pemkab Badung, anggota TNI-POLRI, ASN beserta Siswa-Siswi Sekolah.

Ditemui usai pelaksanaan Apel, Wabup Suiasa mengatakan, Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober merupakan momentum peringatan sebagai pemantik

kembali semangat Bangsa dan Negara Indonesia yang telah diwariskan nilai peradaban yang luar biasa tinggi berupa nilai-nilai luhur Pancasila.

“Nilai luhur Pancasila adalah tata nilai yang harus melekat dan rekat dalam sanubari seluruh Bangsa Indonesia dan tidak ada ideologi apapun dalam tatanan berbangsa dan bernegara selain Pancasila,” ujar Wabup Suaisa.

Lebih lanjut disampaikan Pancasila merupakan dasar dan ideologi Negara dan sebagai pandangan hidup berbangsa atau ‘way of life’.

Maka apapun yang dilakukan dalam peradaban kehidupan sebagai Bangsa dan Negara Indonesia harus berdasarkan sendi-sendi dan tata nilai Pancasila tidak ada yang boleh keluar dari tatanan itu.

Dalam tatanan kehidupan sekarang, dicermati banyak sekali anasir-anasir negatif yang mau menggeser, menggantikan Pancasila sebagai dasar Negara,

maka harus disadari bersama dan bangkitkan rasa nasionalisme dan patriotisme bahwa Pancasila adalah fundamen negara yang tidak bisa tergantikan sampai kapanpun sepanjang sejarah peradaban Bangsa Indonesia.

“Kita adalah Bangsa yang merdeka, berdaulat adil dan makmur mari kita wujudkan kesejahteraan berdasarkan keanekaragaman Suku dan Agama,” tegasnya.

Sementara terkait implementasi dan pemaknaan Pancasila di Kabupaten Badung, dimaknai dengan melaksanakan prinsip dan jiwa gotong royong,

karena 5 Sila dalam tata pelaksanaannya mengandung nilai ketuhanan, nilai Kemanusiaan, Persatuan, Demokrasi dan Keadilan Sosial.

“Inti dari semua ini adalah gotong royong, membangun gotong royong dimulai dengan kesadaran kita bersama-sama untuk mewujudkan selaras harmonis dengan membangun,” tuturnya.(rba)

 

MANGUPURA – Apel upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kabupaten Badung dilaksanakan di Lapangan Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Mangupraja Mandala, Selasa (1/10).

Peringatan tahun ini mengambil Tema “Pancasila sebagai Dasar Penguatan Karakter Bangsa Menuju Indonesia Maju dan Bahagia”.

Bertindak selaku Inspektur Upacara Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa. Upacara dihadiri Pimpinan dan anggota DPRD Badung,

Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Badung, Ketua TP PKK Kabupaten Badung Ny Seniasih Giri Prasta beserta Organisasi Kewanitaan Badung,

Pimpinan Perangkat Daerah dilingkungan Pemkab Badung, anggota TNI-POLRI, ASN beserta Siswa-Siswi Sekolah.

Ditemui usai pelaksanaan Apel, Wabup Suiasa mengatakan, Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober merupakan momentum peringatan sebagai pemantik

kembali semangat Bangsa dan Negara Indonesia yang telah diwariskan nilai peradaban yang luar biasa tinggi berupa nilai-nilai luhur Pancasila.

“Nilai luhur Pancasila adalah tata nilai yang harus melekat dan rekat dalam sanubari seluruh Bangsa Indonesia dan tidak ada ideologi apapun dalam tatanan berbangsa dan bernegara selain Pancasila,” ujar Wabup Suaisa.

Lebih lanjut disampaikan Pancasila merupakan dasar dan ideologi Negara dan sebagai pandangan hidup berbangsa atau ‘way of life’.

Maka apapun yang dilakukan dalam peradaban kehidupan sebagai Bangsa dan Negara Indonesia harus berdasarkan sendi-sendi dan tata nilai Pancasila tidak ada yang boleh keluar dari tatanan itu.

Dalam tatanan kehidupan sekarang, dicermati banyak sekali anasir-anasir negatif yang mau menggeser, menggantikan Pancasila sebagai dasar Negara,

maka harus disadari bersama dan bangkitkan rasa nasionalisme dan patriotisme bahwa Pancasila adalah fundamen negara yang tidak bisa tergantikan sampai kapanpun sepanjang sejarah peradaban Bangsa Indonesia.

“Kita adalah Bangsa yang merdeka, berdaulat adil dan makmur mari kita wujudkan kesejahteraan berdasarkan keanekaragaman Suku dan Agama,” tegasnya.

Sementara terkait implementasi dan pemaknaan Pancasila di Kabupaten Badung, dimaknai dengan melaksanakan prinsip dan jiwa gotong royong,

karena 5 Sila dalam tata pelaksanaannya mengandung nilai ketuhanan, nilai Kemanusiaan, Persatuan, Demokrasi dan Keadilan Sosial.

“Inti dari semua ini adalah gotong royong, membangun gotong royong dimulai dengan kesadaran kita bersama-sama untuk mewujudkan selaras harmonis dengan membangun,” tuturnya.(rba)

 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/