27.8 C
Jakarta
16 Juni 2024, 23:30 PM WIB

Gubernur Koster Buka Bulan Bung Karno IV di Provinsi Bali

DENPASAR, radarbali.id- Gubernur Bali, Wayan Koster resmi membuka Bulan Bung Karno IV di Provinsi Bali bersama Ny. Putri Suastini Koster, Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Ketua DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama, Kapolda Bali, Irjen. Pol. Putu Jayan Danu Putra, dan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra pada, Rabu (Buda Pon, Sungsang) 1 Juni 2022 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Art Center, Denpasar.
Gubernur Koster menyampaikan Bung Karno merupakan anugerah bagi Bangsa Indonesia. Proklamator yang menggali prinsip ideologi nasional Bangsa Indonesia yang merdeka. “Momentum bersejarah 1 Juni 1945 kita peringati sebagai hari lahir Pancasila,” kata Gubernur Bali jebolan ITB itu sembari menyebut Hari Lahr Pancasila dituangkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila.
Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni oleh Pemprov Bali sejak 2019 kini menginjak pelaksanaan ke-4. Keutuhan perayaan Bulan Bung Karno Provinsi Bali ini diatur melalui Pergub Bali No. 19/2019. “Provinsi Bali merupakan satu-satunya Provinsi di Indonesia yang menyelenggarakan Bulan Bung Karno,” ujarnya.
Bulan Bung Karno di Provinsi Bali rinci Gubernur Koster memiliki tujuan mulia. Pertama, mengarusutamakan Pancasila dalam kehidupan masyarakat Bali dalam berbangsa dan bernegara. Kedua, meningkatkan pemahaman masyarakat Bali tentang sejarah, filosofi dan nilai-nilai Pancasila. Ketiga, memperkokoh semangat kebangsaan dan inklusi sosial di tengah kontestasi nilai (ideologi) dan kepentingan yang mengarah kepada menguatnya kecenderungan politisasi identitas. Keempat, membangkitkan dan memelihara memori kolektif masyarakat Bali tentang ketokohan dan keteladanan Ir. Soekarno sebagai penggali Pancasila dan Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia. Kelima, memperkuat institusionalisasi nilai-nilai Pancasila, dan spirit perjuangan Bung Karno sesuai dengan kearifan lokal Bali.
Tema Bulan Bung Karno Provinsi Bali Tahun 2022 adalah AdiCitta Danu Kerthi: Menstanakan Air dalam Diri (Refleksi Kepemimpinan Bung Karno) sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan Krama Bali yang sejahtera dan bahagia sakala-niskala, menuju kehidupan krama dan gumi Bali sesuai dengan prinsip Tri Sakti Bung Karno; berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan, melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945.
Tema AdiCitta Danu Kerthi, menstanakan air dalam diri (refleksi kepemimpinan Bung Karno) ini menjadi wahana bagi penyebarluasan dan internalisasi Pancasila serta ajaran-ajaran Bung Karno secara nyata dalam upaya pelindungan dan pelestarian alam semesta. Tema ini juga mengajak seluruh pemimpin, tokoh masyarakat, dan krama Bali untuk meneladani karakter kepemimpinan Bung Karno, yang mengayomi dan menyejukkan; kepemimpinan yang mengutamakan nilai-nilai kebersamaan, kegotongroyongan, dan berorientasi pada kemajuan bersama. “Kita di Bali diwariskan nilai-nilai kearifan lokal, yaitu hidup yang menghidupi, urip yang menguripi, pulih bersama, tumbuh bersama, hidup bersama, berkembang bersama, kuat bersama, dan manfaat bersama,” jelas orang nomor satu di Pemprov Bali ini.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur Koster menyatakan penghormatan paling utama kepada Bung Karno adalah dengan meneladani dan melaksanakan ide, pemikiran, gagasan, dan cita-citanya untuk Indonesia Raya. “Saya berharap seluruh lapisan masyarakat Bali, terutama generasi muda mari dengan penuh suka cita memikul tanggung jawab ideologis ini,” pungkasnya disertai pekikan merdeka, merdeka, merdeka.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Bali, Dewa Putu Mantera melaporkan Bulan Bung Karno IV di Provinsi Bali Tahun 2022 dilaksanakan 1-30 Juni 2022. Diisi seminar daring bertema “Aktualisasi Kepemimpinan Bung Karno”, gerakan serentak kebersihan dan penebaran benih ikan di kawasan manggrove Tahura dan Tukad Badung Hilir Denpasar, lomba film pendek aktualisasi tata titi kehidupan masyarakat Bali berdasarkan kearifan lokal Sad Kerthi dalam Bali Era Baru, lomba desain dan peragaan busana adat kerja ke kantor, dan lomba video pengelolaan sampah berbasis sumber dalam Bali Era Baru. Memperebutkan total hadiah Rp 67.500.000. (arb/ken)

DENPASAR, radarbali.id- Gubernur Bali, Wayan Koster resmi membuka Bulan Bung Karno IV di Provinsi Bali bersama Ny. Putri Suastini Koster, Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Ketua DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama, Kapolda Bali, Irjen. Pol. Putu Jayan Danu Putra, dan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra pada, Rabu (Buda Pon, Sungsang) 1 Juni 2022 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Art Center, Denpasar.
Gubernur Koster menyampaikan Bung Karno merupakan anugerah bagi Bangsa Indonesia. Proklamator yang menggali prinsip ideologi nasional Bangsa Indonesia yang merdeka. “Momentum bersejarah 1 Juni 1945 kita peringati sebagai hari lahir Pancasila,” kata Gubernur Bali jebolan ITB itu sembari menyebut Hari Lahr Pancasila dituangkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila.
Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni oleh Pemprov Bali sejak 2019 kini menginjak pelaksanaan ke-4. Keutuhan perayaan Bulan Bung Karno Provinsi Bali ini diatur melalui Pergub Bali No. 19/2019. “Provinsi Bali merupakan satu-satunya Provinsi di Indonesia yang menyelenggarakan Bulan Bung Karno,” ujarnya.
Bulan Bung Karno di Provinsi Bali rinci Gubernur Koster memiliki tujuan mulia. Pertama, mengarusutamakan Pancasila dalam kehidupan masyarakat Bali dalam berbangsa dan bernegara. Kedua, meningkatkan pemahaman masyarakat Bali tentang sejarah, filosofi dan nilai-nilai Pancasila. Ketiga, memperkokoh semangat kebangsaan dan inklusi sosial di tengah kontestasi nilai (ideologi) dan kepentingan yang mengarah kepada menguatnya kecenderungan politisasi identitas. Keempat, membangkitkan dan memelihara memori kolektif masyarakat Bali tentang ketokohan dan keteladanan Ir. Soekarno sebagai penggali Pancasila dan Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia. Kelima, memperkuat institusionalisasi nilai-nilai Pancasila, dan spirit perjuangan Bung Karno sesuai dengan kearifan lokal Bali.
Tema Bulan Bung Karno Provinsi Bali Tahun 2022 adalah AdiCitta Danu Kerthi: Menstanakan Air dalam Diri (Refleksi Kepemimpinan Bung Karno) sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan Krama Bali yang sejahtera dan bahagia sakala-niskala, menuju kehidupan krama dan gumi Bali sesuai dengan prinsip Tri Sakti Bung Karno; berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan, melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945.
Tema AdiCitta Danu Kerthi, menstanakan air dalam diri (refleksi kepemimpinan Bung Karno) ini menjadi wahana bagi penyebarluasan dan internalisasi Pancasila serta ajaran-ajaran Bung Karno secara nyata dalam upaya pelindungan dan pelestarian alam semesta. Tema ini juga mengajak seluruh pemimpin, tokoh masyarakat, dan krama Bali untuk meneladani karakter kepemimpinan Bung Karno, yang mengayomi dan menyejukkan; kepemimpinan yang mengutamakan nilai-nilai kebersamaan, kegotongroyongan, dan berorientasi pada kemajuan bersama. “Kita di Bali diwariskan nilai-nilai kearifan lokal, yaitu hidup yang menghidupi, urip yang menguripi, pulih bersama, tumbuh bersama, hidup bersama, berkembang bersama, kuat bersama, dan manfaat bersama,” jelas orang nomor satu di Pemprov Bali ini.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur Koster menyatakan penghormatan paling utama kepada Bung Karno adalah dengan meneladani dan melaksanakan ide, pemikiran, gagasan, dan cita-citanya untuk Indonesia Raya. “Saya berharap seluruh lapisan masyarakat Bali, terutama generasi muda mari dengan penuh suka cita memikul tanggung jawab ideologis ini,” pungkasnya disertai pekikan merdeka, merdeka, merdeka.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Bali, Dewa Putu Mantera melaporkan Bulan Bung Karno IV di Provinsi Bali Tahun 2022 dilaksanakan 1-30 Juni 2022. Diisi seminar daring bertema “Aktualisasi Kepemimpinan Bung Karno”, gerakan serentak kebersihan dan penebaran benih ikan di kawasan manggrove Tahura dan Tukad Badung Hilir Denpasar, lomba film pendek aktualisasi tata titi kehidupan masyarakat Bali berdasarkan kearifan lokal Sad Kerthi dalam Bali Era Baru, lomba desain dan peragaan busana adat kerja ke kantor, dan lomba video pengelolaan sampah berbasis sumber dalam Bali Era Baru. Memperebutkan total hadiah Rp 67.500.000. (arb/ken)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/