29.2 C
Jakarta
18 Juni 2024, 12:10 PM WIB

Gelar Aksi Demo, Berikut Nama Lima Aktivis yang Ditangkap Polisi

DENPASAR-Sebanyak lima dari total 25 orang aktivis dari Komunitas Gerak Lawan, Kamis (11/10) sekitar pukul 10.30 ditangkap aparat kepolisian.

Penangkapan aktivis oleh polisi, ini sesaat sebelum mereka menggelar aksi tolak IMF-WB di perempatan lampu merah jalan Pantai Sindu, Sanur Denpasar Selatan. 

Adapun kelima nama aktivis yang melakukan unjuk rasa dan ditangkap polisi, itu yakni :

1.Afgan Fadilah (laki-laki)

2. Aliza yuliana, (Perempuan)

3. Jati Tua Ericson Sitohang (Laki- Laki)

4. Fikerman Leodireco Saragih (Laki- laki)

5. Danar Yuditya Pratama (Laki-Laki).

Dikonfirmasi terkait penangkapan lima aktivis, Kapolsek Denpasar Selatan, Kompol Nyoman Wirajaya membenarkani. 
“Benar, sementara ini masih dilakikan interogasi,” ujarnya Wirajaya.

Selain mengamankan lima orang aktivis, polisi juga mengamakan sejumlah barang bukti diantaranya sejumlah pamflet yang akan digunakan sebagai alat peraga seperti topeng, spanduk dan ikat kepala. 

Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah alat peraga ini berisikan tulisan menggunakan bahasa Indonesia,  Inggris, Prancis, Spanyol, dan Jerman.

DENPASAR-Sebanyak lima dari total 25 orang aktivis dari Komunitas Gerak Lawan, Kamis (11/10) sekitar pukul 10.30 ditangkap aparat kepolisian.

Penangkapan aktivis oleh polisi, ini sesaat sebelum mereka menggelar aksi tolak IMF-WB di perempatan lampu merah jalan Pantai Sindu, Sanur Denpasar Selatan. 

Adapun kelima nama aktivis yang melakukan unjuk rasa dan ditangkap polisi, itu yakni :

1.Afgan Fadilah (laki-laki)

2. Aliza yuliana, (Perempuan)

3. Jati Tua Ericson Sitohang (Laki- Laki)

4. Fikerman Leodireco Saragih (Laki- laki)

5. Danar Yuditya Pratama (Laki-Laki).

Dikonfirmasi terkait penangkapan lima aktivis, Kapolsek Denpasar Selatan, Kompol Nyoman Wirajaya membenarkani. 
“Benar, sementara ini masih dilakikan interogasi,” ujarnya Wirajaya.

Selain mengamankan lima orang aktivis, polisi juga mengamakan sejumlah barang bukti diantaranya sejumlah pamflet yang akan digunakan sebagai alat peraga seperti topeng, spanduk dan ikat kepala. 

Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah alat peraga ini berisikan tulisan menggunakan bahasa Indonesia,  Inggris, Prancis, Spanyol, dan Jerman.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/