31.3 C
Jakarta
Friday, January 27, 2023

Rawan Rusak, Dua Lokasi Jadi Prioritas Jembatan Darurat

NEGARA – Dua dari tujuh jembatan  yang rusak Jembatan yang putus total pada saat banjir bandang Senin (17/10) lalu, masuk dalam prioritas pembangunan jembatan darurat. Karena dua akses jembatan tersebut merupakan akses utama warga.

Seperti jembatan di Sekarkejula Kelod, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo. Warga sudah membuat jembatan darurat dengan bambu untuk akses warga. Jembatan darurat dibuat, karena ada 14 kepala keluarga (KK) yang terisolir jika tidak ada jembatan penghubung.

Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPKP) I Wayan Sudiarta mengatakan, pad saat banjir bandang terjadi menyebabkan rusaknya jembatan dan infrastruktur jalan.

Perbaikan infrastruktur jembatan darurat menjadi prioritas, terutama jembatan yang menjadi akses jalan utama warga. “Dalam satu minggu ini saya masih berpikir dan menyiapkan semua perencanaan. Minggu depan sudah mulai action,” ujarnya.

Pengerjaan yang akan dikerjakan cepat dalam waktu dekat infrastruktur, terutama jembatan. Pihaknya masih membuat perencanaan dan memetakan jembatan yang harus dikerjakan lebih dulu dengan ketersediaan anggaran yang ada.

Menurutnya, jembatan darurat di lokasi yang menjadi akses utama warga menjadi prioritas, jembatan gelar Desa Batuagung dan jembatan Sekarkejula Kelod, Desa Yehembang Kauh. Dua lokasi tersebut prioritas untuk dibangun jembatan darurat sebelum jembatan permanen dibuat. “Sebenarnya kita ingin jembatan yang dibangun, jembatan yang permanen. Tetapi dalam waktu yang singkat ini tidak mungkin membangun jembatan permanen,” ungkapnya.

Bentang aliran sungai seperti di Banjar Sekarkejula Kelod lebarnya sekitar 40 meter. Sehingga, memerlukan perencanaan yang matang untuk membangun jembatan darurat.

Meskipun jembatan darurat, harus kokoh agar tidak rusak lagi ketika banjir terjadi. Jembatan darurat yang akan dibuat, kuat jika dilintasi orang dan motor.

Dam pembangunan jembatan darurat ini, pihaknya akan menentukan bahan yang akan digunakan dan konstruksinya. Rencananya menggunakan besi wide flange (WF) dilengkapi dengan sling baja agar lebih kuat karena akan digunakan sebelum jembatan permanen dibuat.

Sudiarta menambahkan, dalam pengerjaan jembatan darurat ini, rencananya akan melibatkan TNI dan Polri agar pembangunan jembatan darurat lebih cepat.

Sebelumnya, Bupati Jembrana I Nengah Tamba,  menyampaikan bahwa pihaknya telah mengalokasikan anggaran Rp 1 miliar lebih untuk membuat jembatan darurat. Jembatan darurat itu sebagai pengganti sementara sebelum jembatan permanen dibuat pada tahun 2023. “Penanganan darurat agar aktivitas warga tidak terganggu dan siswa bisa sekolah,” ujarnya.

Selain anggaran dari pemerintah, pihak swasta sudah menawarkan bantuan pembuatan jembatan darurat untuk akses warga. “Nanti akan kami kolaborasikan, jembatan darurat ada dari pemerintah, jembatan lain bisa dari swasta,” ujarnya.

Pada saat banjir bandang terjadi, sebanyak 7 jembatan rusak. Kerusakan jembatan, ada yang hanya bagian sayap pijak jembatan, serta ada jembatan yang putus total. Mengenai perbaikan jembatan permanen, sudah diusulkan kepada pemerintah pusat. (m.basir/radar bali)

 

 

NEGARA – Dua dari tujuh jembatan  yang rusak Jembatan yang putus total pada saat banjir bandang Senin (17/10) lalu, masuk dalam prioritas pembangunan jembatan darurat. Karena dua akses jembatan tersebut merupakan akses utama warga.

Seperti jembatan di Sekarkejula Kelod, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo. Warga sudah membuat jembatan darurat dengan bambu untuk akses warga. Jembatan darurat dibuat, karena ada 14 kepala keluarga (KK) yang terisolir jika tidak ada jembatan penghubung.

Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPKP) I Wayan Sudiarta mengatakan, pad saat banjir bandang terjadi menyebabkan rusaknya jembatan dan infrastruktur jalan.

Perbaikan infrastruktur jembatan darurat menjadi prioritas, terutama jembatan yang menjadi akses jalan utama warga. “Dalam satu minggu ini saya masih berpikir dan menyiapkan semua perencanaan. Minggu depan sudah mulai action,” ujarnya.

Pengerjaan yang akan dikerjakan cepat dalam waktu dekat infrastruktur, terutama jembatan. Pihaknya masih membuat perencanaan dan memetakan jembatan yang harus dikerjakan lebih dulu dengan ketersediaan anggaran yang ada.

Menurutnya, jembatan darurat di lokasi yang menjadi akses utama warga menjadi prioritas, jembatan gelar Desa Batuagung dan jembatan Sekarkejula Kelod, Desa Yehembang Kauh. Dua lokasi tersebut prioritas untuk dibangun jembatan darurat sebelum jembatan permanen dibuat. “Sebenarnya kita ingin jembatan yang dibangun, jembatan yang permanen. Tetapi dalam waktu yang singkat ini tidak mungkin membangun jembatan permanen,” ungkapnya.

Bentang aliran sungai seperti di Banjar Sekarkejula Kelod lebarnya sekitar 40 meter. Sehingga, memerlukan perencanaan yang matang untuk membangun jembatan darurat.

Meskipun jembatan darurat, harus kokoh agar tidak rusak lagi ketika banjir terjadi. Jembatan darurat yang akan dibuat, kuat jika dilintasi orang dan motor.

Dam pembangunan jembatan darurat ini, pihaknya akan menentukan bahan yang akan digunakan dan konstruksinya. Rencananya menggunakan besi wide flange (WF) dilengkapi dengan sling baja agar lebih kuat karena akan digunakan sebelum jembatan permanen dibuat.

Sudiarta menambahkan, dalam pengerjaan jembatan darurat ini, rencananya akan melibatkan TNI dan Polri agar pembangunan jembatan darurat lebih cepat.

Sebelumnya, Bupati Jembrana I Nengah Tamba,  menyampaikan bahwa pihaknya telah mengalokasikan anggaran Rp 1 miliar lebih untuk membuat jembatan darurat. Jembatan darurat itu sebagai pengganti sementara sebelum jembatan permanen dibuat pada tahun 2023. “Penanganan darurat agar aktivitas warga tidak terganggu dan siswa bisa sekolah,” ujarnya.

Selain anggaran dari pemerintah, pihak swasta sudah menawarkan bantuan pembuatan jembatan darurat untuk akses warga. “Nanti akan kami kolaborasikan, jembatan darurat ada dari pemerintah, jembatan lain bisa dari swasta,” ujarnya.

Pada saat banjir bandang terjadi, sebanyak 7 jembatan rusak. Kerusakan jembatan, ada yang hanya bagian sayap pijak jembatan, serta ada jembatan yang putus total. Mengenai perbaikan jembatan permanen, sudah diusulkan kepada pemerintah pusat. (m.basir/radar bali)

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru