Warning: Undefined variable $reporternya in /var/www/devwpradar/wp-content/themes/Newspaper/functions.php on line 229
27.3 C
Jakarta
21 Juli 2024, 4:38 AM WIB

Candidasa Belum Pulih, Tulamben Mulai Menggeliat

AMLAPURA – Jelang tahun Bali beberapa objek wisata di Karangasem masih sepi. Padahal, biasanya hunian mulai ramai karena banyak wisatawan yang ingin merayakan tahun baru.

Ironisnya, tingkat hunian hotel  di Karangasem sekarang ini masih di bawah 10 persen. Beruntung, kondisi itu tidak semua terjadi di Karangasem.

Beberapa objek wisata mulai dibanjiri wisatawan. Semisal, Tulamben, Kubu. Mengandalkan panorama pantai serta alam bawah laut yang indah, Tulamben mulai diserbu wisatawan.

Mereka rata-rata berniat diving dan snorkeling. Mereka begitu menikmati keindahan alam Tulamben. Padahal, kawasan itu masuk kawasan rawan bencana (KRB) II.

“Ya mulai agak ramai lagi, mayoritas wisatawan berniat diving juga snorkeling,” ujar Putu, salah satu warga Tulamben.

Diakui, belum semua usaha diving di Tulamben buka. Sebagian besar memang masih tutup karena sepinya tamu.

Kondisi serupa terlihat di pantai Amed, Abang. Hanya saja wisman yang datang masih sangat minim. “Tamu diving mulai ada hanya saja masih sangat sedikit,” ujar Ketut Dayuh, pemilik hotel di Amed.

Sementara di Candidasa malah belum menunjukkan peningkatan. Objek wisata pantai ini masih sepi melompong. 

AMLAPURA – Jelang tahun Bali beberapa objek wisata di Karangasem masih sepi. Padahal, biasanya hunian mulai ramai karena banyak wisatawan yang ingin merayakan tahun baru.

Ironisnya, tingkat hunian hotel  di Karangasem sekarang ini masih di bawah 10 persen. Beruntung, kondisi itu tidak semua terjadi di Karangasem.

Beberapa objek wisata mulai dibanjiri wisatawan. Semisal, Tulamben, Kubu. Mengandalkan panorama pantai serta alam bawah laut yang indah, Tulamben mulai diserbu wisatawan.

Mereka rata-rata berniat diving dan snorkeling. Mereka begitu menikmati keindahan alam Tulamben. Padahal, kawasan itu masuk kawasan rawan bencana (KRB) II.

“Ya mulai agak ramai lagi, mayoritas wisatawan berniat diving juga snorkeling,” ujar Putu, salah satu warga Tulamben.

Diakui, belum semua usaha diving di Tulamben buka. Sebagian besar memang masih tutup karena sepinya tamu.

Kondisi serupa terlihat di pantai Amed, Abang. Hanya saja wisman yang datang masih sangat minim. “Tamu diving mulai ada hanya saja masih sangat sedikit,” ujar Ketut Dayuh, pemilik hotel di Amed.

Sementara di Candidasa malah belum menunjukkan peningkatan. Objek wisata pantai ini masih sepi melompong. 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/