Warning: Undefined variable $reporternya in /var/www/devwpradar/wp-content/themes/Newspaper/functions.php on line 229
26.1 C
Jakarta
21 Juli 2024, 5:08 AM WIB

AWAS! Anjing Rabies Terkam Lima Warga, Satu Warga Belum Divaksin

NEGARA – Anjing positif rabies menggigit lima orang warga  di Desa Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara, Jembrana.

Empat orang korban gigitan anjing sudah mendapat suntikan vaksin anti rabies, namun satu orang  korban masih belum diketahui keberadaannya.

Kepala Dinas Kesehatan Jembrana Putu Suasta mengatakan, kasus gigitan anjing rabies tersebut terjadi dalam dua hari, yakni Kamis (16/5) dan Jumat (17/5) lalu.

Lokasinya di pabrik penggilingan padi milik Made Sumiada, 50, di Desa Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara.

Lima korban gigitan termasuk di antaranya pemilik pabrik penggilingan padi. “Setelah diperiksa laboratorium, anjing tersebut positif rabies,” jelas Putu Suasta, kemarin.

Saat gigitan memangsa lima korban datang ke pabrik penggilingan padi Made Kartiasih, kader posyandu asal Desa Tegal Badeng Barat, Negara yang datang ke pabrik untuk menggiling padi, ikut menjadi korban.

Beruntung langsung segera divaksin. Selain lima orang korban yang berada di pabrik, anjing gila itu sempat menggigit satu ekor sapi.

Setelah dipastikan anjing positif rabies, empat orang korban langsung mendapatkan VAR. Satu orang korban gigitan yang belum diketahui namanya belum ditemukan.

Bahkan, untuk mencari korban, Dinas Sosial mengumumkan di media sosial. Berdasar informasi yang diterima dinas kesehatan, korban yang belum ditemukan tersebut berasal dari Desa Banyubiru, Kecamatan Negara.

“Satu korban gigitan lagi seorang ibu belum kita temukan keberadaannya sampai sekarang,” terangnya.

Dinas Kesehatan sejak kejadian itu sudah mendatangi Desa Banyubiru untuk mencari korban, namun belum berhasil.

Padahal vaksin harus segera diberikan pada korban sebelum terlambat.”Saya bersama Kabid P2P Provinsi Bali dan tim mengobok-obok Desa Banyubiru untuk mencari ibu itu.

Tapi, karena kita tidak tahu nama ibu itu belum berhasil ditemukan. Kita berusaha keras cari ibu itu untuk diselamatkan dari tertular rabies,” ujarnya.

Dinas Kesehatan akan berkoordinasi dengan Desa Banyubiru agar mengumpulkan semua ibu-ibu di setiap banjar untuk mencari korban dan segera mendapat vaksin anti rabies.

Karena setelah gigitan terjadi, hanya ada waktu 14 hari  atau hingga 30 Mei untuk suntik vaksin sebelum berakibat fatal. 

NEGARA – Anjing positif rabies menggigit lima orang warga  di Desa Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara, Jembrana.

Empat orang korban gigitan anjing sudah mendapat suntikan vaksin anti rabies, namun satu orang  korban masih belum diketahui keberadaannya.

Kepala Dinas Kesehatan Jembrana Putu Suasta mengatakan, kasus gigitan anjing rabies tersebut terjadi dalam dua hari, yakni Kamis (16/5) dan Jumat (17/5) lalu.

Lokasinya di pabrik penggilingan padi milik Made Sumiada, 50, di Desa Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara.

Lima korban gigitan termasuk di antaranya pemilik pabrik penggilingan padi. “Setelah diperiksa laboratorium, anjing tersebut positif rabies,” jelas Putu Suasta, kemarin.

Saat gigitan memangsa lima korban datang ke pabrik penggilingan padi Made Kartiasih, kader posyandu asal Desa Tegal Badeng Barat, Negara yang datang ke pabrik untuk menggiling padi, ikut menjadi korban.

Beruntung langsung segera divaksin. Selain lima orang korban yang berada di pabrik, anjing gila itu sempat menggigit satu ekor sapi.

Setelah dipastikan anjing positif rabies, empat orang korban langsung mendapatkan VAR. Satu orang korban gigitan yang belum diketahui namanya belum ditemukan.

Bahkan, untuk mencari korban, Dinas Sosial mengumumkan di media sosial. Berdasar informasi yang diterima dinas kesehatan, korban yang belum ditemukan tersebut berasal dari Desa Banyubiru, Kecamatan Negara.

“Satu korban gigitan lagi seorang ibu belum kita temukan keberadaannya sampai sekarang,” terangnya.

Dinas Kesehatan sejak kejadian itu sudah mendatangi Desa Banyubiru untuk mencari korban, namun belum berhasil.

Padahal vaksin harus segera diberikan pada korban sebelum terlambat.”Saya bersama Kabid P2P Provinsi Bali dan tim mengobok-obok Desa Banyubiru untuk mencari ibu itu.

Tapi, karena kita tidak tahu nama ibu itu belum berhasil ditemukan. Kita berusaha keras cari ibu itu untuk diselamatkan dari tertular rabies,” ujarnya.

Dinas Kesehatan akan berkoordinasi dengan Desa Banyubiru agar mengumpulkan semua ibu-ibu di setiap banjar untuk mencari korban dan segera mendapat vaksin anti rabies.

Karena setelah gigitan terjadi, hanya ada waktu 14 hari  atau hingga 30 Mei untuk suntik vaksin sebelum berakibat fatal. 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/