31 C
Jakarta
19 April 2024, 11:17 AM WIB

Sedimentasi Teluk Benoa Parah, Jokowi Usul Bikin Taman Mangrove

DENPASAR – WALHI Bali ikut membedah Revisi Perda RTRW Bali. Kali ini, WALHI Bali menyoroti persoalan pembangunan jalan Tol Bali Mandara di perairan Teluk Benoa yang digagas pemerintahan Gubernur Bali Mangku Pastika.

Menurut Suriadi Darmoko, selaku Dewan Daerah WALHI Bali, sedimentasi yang terjadi di Teluk Benoa, menurut penelitian yang ia baca, tidak hanya dipicu masalah reklamasi di Serangan, tapi juga proyek tol itu sendiri.

 “Iya, tol juga salah satu juga penyebab sedimentasi. Maka dari itu, perlu dilakukan rehabilitasi di kaki jalan tol,” ujar Suriadi Darmoko.

Namun sayangnya sampai sekarang hal tersebut pun tidak dilakukan. Menurutnya, pihak Pemprov Bali harus menegur pihak tol.

“Kewenangan untuk menegur pihak tol itu di provinsi (pemprov), tapi, sampai sekarang provinsi kok nggak negur,” herannya.

Menanggapi hal tersebut, Made Arca Wirawan sebagai perwakilan dari Kelompok Ahli Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali mengaku sebelumnya sempat Wayan Koster bercerita tentang keinginan Presiden Joko Widodo agar di kaki tol dibuatkan taman mangrove.

“Saya diceritakan, saat Pak Presiden melintasi jalan tol, Pak Presiden melihat tol ini cocok dibuatkan taman mangrove. Makanya Pak Koster ingin membuat taman mangrove,” pungkasnya. 

DENPASAR – WALHI Bali ikut membedah Revisi Perda RTRW Bali. Kali ini, WALHI Bali menyoroti persoalan pembangunan jalan Tol Bali Mandara di perairan Teluk Benoa yang digagas pemerintahan Gubernur Bali Mangku Pastika.

Menurut Suriadi Darmoko, selaku Dewan Daerah WALHI Bali, sedimentasi yang terjadi di Teluk Benoa, menurut penelitian yang ia baca, tidak hanya dipicu masalah reklamasi di Serangan, tapi juga proyek tol itu sendiri.

 “Iya, tol juga salah satu juga penyebab sedimentasi. Maka dari itu, perlu dilakukan rehabilitasi di kaki jalan tol,” ujar Suriadi Darmoko.

Namun sayangnya sampai sekarang hal tersebut pun tidak dilakukan. Menurutnya, pihak Pemprov Bali harus menegur pihak tol.

“Kewenangan untuk menegur pihak tol itu di provinsi (pemprov), tapi, sampai sekarang provinsi kok nggak negur,” herannya.

Menanggapi hal tersebut, Made Arca Wirawan sebagai perwakilan dari Kelompok Ahli Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali mengaku sebelumnya sempat Wayan Koster bercerita tentang keinginan Presiden Joko Widodo agar di kaki tol dibuatkan taman mangrove.

“Saya diceritakan, saat Pak Presiden melintasi jalan tol, Pak Presiden melihat tol ini cocok dibuatkan taman mangrove. Makanya Pak Koster ingin membuat taman mangrove,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/