27.5 C
Jakarta
25 Mei 2024, 13:07 PM WIB

Tumpukan Kayu Terbakar, Rumah dan Gudang Vanili di Pasar Nyaris Hangus

SINGARAJA– Peristiwa kebakaran membuat heboh warga yang tinggal di sekitar Pasar Desa Baktiseraga. Penyebabnya kepulan asap membubung tinggi pada tengah malam. Asap itu berasal dari bangunan gudang vanili yang ada di Jalan Laksamana, Desa Baktiseraga.

Peristiwa kebakaran itu terjadi pada pukul 23.30, Kamis (13/10) dini hari. Tumpukan sampah kayu yang terletak di bagian belakang gudang, mendadak terbakar.

Warga yang saat itu sedang terjaga langsung dibuat heboh. Saat itu memang banyak warga yang terjaga, karena tengah berlangsung rangkaian piodalan di Pura Desa Adat Galiran, sekitar 300 meter arah timur tempat kejadian.

Sejumlah warga pun menggedor pintu pagar gudang. Kebetulan di dalam areal itu, pemilik gudang, Antonius, 56, bersama keluarganya tinggal. Warga berteriak kebakaran, sehingga pemilik gudang terbangun.

Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng langsung mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran. Sebab kebakaran rentan merembet ke gudang penyimpanan vanili, serta rumah pemilik gudang. Dalam waktu singkat, kebakaran sudah berhasil dikendalikan.

Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan terkait sumber api. Pemilik gudang hingga kini belum mau melaporkan peristiwa tersebut karena dianggap hanya menyebabkan kerugian, yakni sebanyak Rp 2 juta.

“Di sana ada gudang semi permanen dari batako. Kemungkinan kayu-kayu itu mau dijadikan kayu bakar untuk merebus vanili. Sampai saat ini dari pihak korban belum mau melaporkan,” ujar Sumarjaya. (eps)

 

SINGARAJA– Peristiwa kebakaran membuat heboh warga yang tinggal di sekitar Pasar Desa Baktiseraga. Penyebabnya kepulan asap membubung tinggi pada tengah malam. Asap itu berasal dari bangunan gudang vanili yang ada di Jalan Laksamana, Desa Baktiseraga.

Peristiwa kebakaran itu terjadi pada pukul 23.30, Kamis (13/10) dini hari. Tumpukan sampah kayu yang terletak di bagian belakang gudang, mendadak terbakar.

Warga yang saat itu sedang terjaga langsung dibuat heboh. Saat itu memang banyak warga yang terjaga, karena tengah berlangsung rangkaian piodalan di Pura Desa Adat Galiran, sekitar 300 meter arah timur tempat kejadian.

Sejumlah warga pun menggedor pintu pagar gudang. Kebetulan di dalam areal itu, pemilik gudang, Antonius, 56, bersama keluarganya tinggal. Warga berteriak kebakaran, sehingga pemilik gudang terbangun.

Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng langsung mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran. Sebab kebakaran rentan merembet ke gudang penyimpanan vanili, serta rumah pemilik gudang. Dalam waktu singkat, kebakaran sudah berhasil dikendalikan.

Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan terkait sumber api. Pemilik gudang hingga kini belum mau melaporkan peristiwa tersebut karena dianggap hanya menyebabkan kerugian, yakni sebanyak Rp 2 juta.

“Di sana ada gudang semi permanen dari batako. Kemungkinan kayu-kayu itu mau dijadikan kayu bakar untuk merebus vanili. Sampai saat ini dari pihak korban belum mau melaporkan,” ujar Sumarjaya. (eps)

 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/