26.2 C
Jakarta
Saturday, April 1, 2023

Aplikasi Rapel, gandeng warga Banjar Legian Kelod untuk Kelola Bank Sampah Terbadu

BADUNG, Radar Bali- Aplikasi Rapel menggandeng warga Banjar Legian Kelod untuk kelola bank sampah terpadu. Diawali dengan sosialisasi pengelolaan sampah anorganik dihadapan 200 ibu-ibu PKK Banjar Legian Kelod, Rapel memberikan edukasi para warga untuk memisahkan sampah anorganik sesuai dengan kategori jenisnya, yaitu sampah plastic,kaca,  kertas, logam, dan minyak jelantah. 

Tak hanya mengajak warga untuk memilah sampah, namun Rapel juga memberikan nilai ekonomi. Pada setiap sampah yang dikumpulkan oleh warga. Sehingga warga juga dapat merasakan manfaat dari pengelolaan Bank Sampah terpadu. 

Rapel merupakan sebuah start-up yang bergerak dibidang pegolahan sampah anorganik sejak tahun 2019. Bersama Better Earth Sustainable Project, Banjar Legian Kelod menjadi area percontohan pertama dalam program Bank Sampah Terpadu “Kami memulai program ini di Banjar Legian Kelod, karena Banjar ini merupakan area pariwisata yang menghasilkan cukup banyak sampah anorganik,” Tutur Ibu Yasinta sebagai COO Rapel

Rapel yang merupakan singkatan dari Rakyat PEduli Lingkungan, memiliki misi membangun komunitas yang berkelanjutan dengan berpartisipasi aktif dalam kepedulian lingkungan untuk meningkatkan kualitas hidup & Indonesia Zero Waste. Dalam kegiatan ini, warga Banjar Legian Kelod juga mendapatkan edukasi tentang mengolah sampah anorganik dan nantinya setiap bulan Rapel akan mengambil sampah dari Bank Sampah yang dikelola oleh Banjar Legian Kelod.

“Dengan menerapkan konsep ekonomi sirkular, kami sangat terbuka dalam menjalin kerjasama dengan banyak Bank Sampah yang dikelola oleh Banjar – banjar, komunitas, dan pengusaha di wilayah Bali,” tambah Ibu Yasinta sebagai COO Rapel. (tis/mar)

 

BADUNG, Radar Bali- Aplikasi Rapel menggandeng warga Banjar Legian Kelod untuk kelola bank sampah terpadu. Diawali dengan sosialisasi pengelolaan sampah anorganik dihadapan 200 ibu-ibu PKK Banjar Legian Kelod, Rapel memberikan edukasi para warga untuk memisahkan sampah anorganik sesuai dengan kategori jenisnya, yaitu sampah plastic,kaca,  kertas, logam, dan minyak jelantah. 

Tak hanya mengajak warga untuk memilah sampah, namun Rapel juga memberikan nilai ekonomi. Pada setiap sampah yang dikumpulkan oleh warga. Sehingga warga juga dapat merasakan manfaat dari pengelolaan Bank Sampah terpadu. 

Rapel merupakan sebuah start-up yang bergerak dibidang pegolahan sampah anorganik sejak tahun 2019. Bersama Better Earth Sustainable Project, Banjar Legian Kelod menjadi area percontohan pertama dalam program Bank Sampah Terpadu “Kami memulai program ini di Banjar Legian Kelod, karena Banjar ini merupakan area pariwisata yang menghasilkan cukup banyak sampah anorganik,” Tutur Ibu Yasinta sebagai COO Rapel

Rapel yang merupakan singkatan dari Rakyat PEduli Lingkungan, memiliki misi membangun komunitas yang berkelanjutan dengan berpartisipasi aktif dalam kepedulian lingkungan untuk meningkatkan kualitas hidup & Indonesia Zero Waste. Dalam kegiatan ini, warga Banjar Legian Kelod juga mendapatkan edukasi tentang mengolah sampah anorganik dan nantinya setiap bulan Rapel akan mengambil sampah dari Bank Sampah yang dikelola oleh Banjar Legian Kelod.

“Dengan menerapkan konsep ekonomi sirkular, kami sangat terbuka dalam menjalin kerjasama dengan banyak Bank Sampah yang dikelola oleh Banjar – banjar, komunitas, dan pengusaha di wilayah Bali,” tambah Ibu Yasinta sebagai COO Rapel. (tis/mar)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru