32.7 C
Jakarta
24 April 2024, 17:09 PM WIB

Pencurian Ternak Marak, Warga Nusa Penida Resah, Ini Respons Polisi

SEMARAPURA – Warga Kecamatan Nusa Penida, terutamanya yang tinggal di Desa Bungamekar dibuat resah dengan maraknya aksi pencurian unggas dan ternak sejak beberapa hari terakhir ini.

Meski mereka sangat berharap pelakunya cepat tertangkap, pasalnya warga yang menjadi korban belum melaporkan peristiwa itu ke pihak kepolisian.

Perbekel Bungamekar, Wayan Yasa, saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Diungkapkannya, ada sejumlah warga yang menjadi korban aksi pencurian sejak beberapa hari terakhir.

Bahkan, menurutnya, peristiwa pencurian itu terjadi dalam waktu yang berdekatan. “Saya mendapat informasi ada yang dua hari lalu mengalami pencurian. Ada juga yang tadi malam. Beberapa hari sebelumnya juga ada,” bebernya.

Masyarakat yang mengalami pencurian mengaku kehilangan burung, ayam bahkan babi. Di mana unggas dan ternak warganya itu dipelihara di kebun yang sebenarnya tidak jauh dari pemukiman warga.

“Lokasi pencurian babi, sekitar 100 meter dari rumah pemiliknya. Untuk babi, satu ekor yang dicuri. Untuk burung dan ayam lumayan banyak yang dicuri,” terangnya.

Aksi pencurian tersebut tentunya membuat warga di desanya resah. Mengingat banyak warga yang telah menjadi korbannya.

Meski begitu, menurutnya warga belum melaporkan peristiwa itu ke kantor polisi. “Kalau laporan resmi belum. Tapi, secara lisan saja menginformasikan bahwa warga kami

mengalami peristiwa pencurian. Bukan di desa kami saja yang kemalingan. Saya dengar warga di Desa Suana dan Ped juga kemalingan,” jelasnya.

Atas apa yang terjadi pada warganya itu, ia sudah meminta kepada warga untuk waspada. Dan di waktu-waktu rawan seperti pukul 24.00

dan dini hari agar dapat meluangkan waktu mengecek kondisi ternak atau binatang peliharaannya di kebun. “Semoga pelakunya segera tertangkap,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Gede Sukadana mengaku belum ada warga yang melapor mengalami peristiwa pencurian ke Polsek Nusa Penida hingga kemarin. “Namun kami tetap melaksanakan penyelidikan,” katanya. 

SEMARAPURA – Warga Kecamatan Nusa Penida, terutamanya yang tinggal di Desa Bungamekar dibuat resah dengan maraknya aksi pencurian unggas dan ternak sejak beberapa hari terakhir ini.

Meski mereka sangat berharap pelakunya cepat tertangkap, pasalnya warga yang menjadi korban belum melaporkan peristiwa itu ke pihak kepolisian.

Perbekel Bungamekar, Wayan Yasa, saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Diungkapkannya, ada sejumlah warga yang menjadi korban aksi pencurian sejak beberapa hari terakhir.

Bahkan, menurutnya, peristiwa pencurian itu terjadi dalam waktu yang berdekatan. “Saya mendapat informasi ada yang dua hari lalu mengalami pencurian. Ada juga yang tadi malam. Beberapa hari sebelumnya juga ada,” bebernya.

Masyarakat yang mengalami pencurian mengaku kehilangan burung, ayam bahkan babi. Di mana unggas dan ternak warganya itu dipelihara di kebun yang sebenarnya tidak jauh dari pemukiman warga.

“Lokasi pencurian babi, sekitar 100 meter dari rumah pemiliknya. Untuk babi, satu ekor yang dicuri. Untuk burung dan ayam lumayan banyak yang dicuri,” terangnya.

Aksi pencurian tersebut tentunya membuat warga di desanya resah. Mengingat banyak warga yang telah menjadi korbannya.

Meski begitu, menurutnya warga belum melaporkan peristiwa itu ke kantor polisi. “Kalau laporan resmi belum. Tapi, secara lisan saja menginformasikan bahwa warga kami

mengalami peristiwa pencurian. Bukan di desa kami saja yang kemalingan. Saya dengar warga di Desa Suana dan Ped juga kemalingan,” jelasnya.

Atas apa yang terjadi pada warganya itu, ia sudah meminta kepada warga untuk waspada. Dan di waktu-waktu rawan seperti pukul 24.00

dan dini hari agar dapat meluangkan waktu mengecek kondisi ternak atau binatang peliharaannya di kebun. “Semoga pelakunya segera tertangkap,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Gede Sukadana mengaku belum ada warga yang melapor mengalami peristiwa pencurian ke Polsek Nusa Penida hingga kemarin. “Namun kami tetap melaksanakan penyelidikan,” katanya. 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/