25.8 C
Jakarta
25 Mei 2024, 11:19 AM WIB

Dua Pelinggihan Pretima di Tabanan Amblas

TABANAN – Pencurian benda-benda sakral di pura (pretima) kembali terjadi di Tabanan. Aksi pencurian pretima  terjadi di Banjar Adat Basang Be, Desa Perean Kangin, Kecamatan Baturiti. Aksi pencurian itu baru diketahui Kamis pagi (13/10).

“Pukul 07.30 (Kamis pagi) baru kami ketahui ada pretima yang hilang,” kata Perbekel Desa Perean Kangin, I Ketut Astra dihubungi Kamis kemarin.

Dia menyebut aksi pencurian itu terjadi di pura desa Banjar Adat Basang Be, Desa Perean Kangin. Sesuai dengan hasil pihaknya turun tadi pagi dan berdasarkan keterangan Jro Mangku Desa, benda sakral pura yang hilang pelinggihan Ida Sesunan Pratima dengan pelinggihan yang berbentuk angsa dan kuda putih.

“Yang diambil adalah pelinggihan saja bentuk angsa dan kuda putih dengan lapisan emas. Termasuk pis bolong Bali juga dicuri,” tutur Ketut Astra.

Dugaan sementara aksi pencurian tersebut dilakukan dengan cara mencongkel gembok pintu utama pura desa, baru pencuri kembali merusak pintu engsel lokasi ditempat penyimpanan pretima (gedong).

“Kalau cerita dari Jro Mangku Desa, dia itu pas nyabit tanpa sengaja  melihat pintu gerbang utama pura desa terbuka. Akhirnya masuk ke dalam pura, baru dilihat gedong  terbuka dan pretima hilang,” ungkapnya.

Sebenarnya lokasi pura desa dengan pura puseh dalam satu kawasan. Kemungkinan pencuri berencana masuk ke pura puseh, namun karena gembok pura puseh tebal sehingga mencuri di pura desa.  “Ini baru pertama kali desa kami kehilangan benda sakral milik pura,” akunya.

Ketut Astra menambahkan lokasi di pura dengan rumah penduduk hanya berjarak 50 meter, posisi berada diujung kampung Banjar Basang Be.

Untuk kerugian sendiri akibat peristiwa itu pihak tidak bisa menafsirkan. Karena itu belum masuk dengan biaya upacara. “Kalau benda pretima yang hilang nilai puluhan juta,” jelasnya.

Atas kejadian ini langkah pertama karena ini pekeling, sesuai arahan dan petunjuk sang sulinggih Ida Sri Mpu kami di desa. Setelah jro mangku desa  menghadap kesana. “Hasil keputusannya semua pretima-pretima yang ada di Desa Adat Basang Be dijadikan. Kemudian  patroli dari masyarakat ditingkatkan,” tandasnya.

Sementara itu Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra tak menampik peristiwa pencurian pratima di Banjar Adat Basang Be, Desa Perean Kangin, Baturiti.”Benar ada kejadian,” kata Kapolres Tabanan. Saat ini anggota masih di TKP dan masih proses penyelidikan,” jelasnya. (juliadi)

 

TABANAN – Pencurian benda-benda sakral di pura (pretima) kembali terjadi di Tabanan. Aksi pencurian pretima  terjadi di Banjar Adat Basang Be, Desa Perean Kangin, Kecamatan Baturiti. Aksi pencurian itu baru diketahui Kamis pagi (13/10).

“Pukul 07.30 (Kamis pagi) baru kami ketahui ada pretima yang hilang,” kata Perbekel Desa Perean Kangin, I Ketut Astra dihubungi Kamis kemarin.

Dia menyebut aksi pencurian itu terjadi di pura desa Banjar Adat Basang Be, Desa Perean Kangin. Sesuai dengan hasil pihaknya turun tadi pagi dan berdasarkan keterangan Jro Mangku Desa, benda sakral pura yang hilang pelinggihan Ida Sesunan Pratima dengan pelinggihan yang berbentuk angsa dan kuda putih.

“Yang diambil adalah pelinggihan saja bentuk angsa dan kuda putih dengan lapisan emas. Termasuk pis bolong Bali juga dicuri,” tutur Ketut Astra.

Dugaan sementara aksi pencurian tersebut dilakukan dengan cara mencongkel gembok pintu utama pura desa, baru pencuri kembali merusak pintu engsel lokasi ditempat penyimpanan pretima (gedong).

“Kalau cerita dari Jro Mangku Desa, dia itu pas nyabit tanpa sengaja  melihat pintu gerbang utama pura desa terbuka. Akhirnya masuk ke dalam pura, baru dilihat gedong  terbuka dan pretima hilang,” ungkapnya.

Sebenarnya lokasi pura desa dengan pura puseh dalam satu kawasan. Kemungkinan pencuri berencana masuk ke pura puseh, namun karena gembok pura puseh tebal sehingga mencuri di pura desa.  “Ini baru pertama kali desa kami kehilangan benda sakral milik pura,” akunya.

Ketut Astra menambahkan lokasi di pura dengan rumah penduduk hanya berjarak 50 meter, posisi berada diujung kampung Banjar Basang Be.

Untuk kerugian sendiri akibat peristiwa itu pihak tidak bisa menafsirkan. Karena itu belum masuk dengan biaya upacara. “Kalau benda pretima yang hilang nilai puluhan juta,” jelasnya.

Atas kejadian ini langkah pertama karena ini pekeling, sesuai arahan dan petunjuk sang sulinggih Ida Sri Mpu kami di desa. Setelah jro mangku desa  menghadap kesana. “Hasil keputusannya semua pretima-pretima yang ada di Desa Adat Basang Be dijadikan. Kemudian  patroli dari masyarakat ditingkatkan,” tandasnya.

Sementara itu Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra tak menampik peristiwa pencurian pratima di Banjar Adat Basang Be, Desa Perean Kangin, Baturiti.”Benar ada kejadian,” kata Kapolres Tabanan. Saat ini anggota masih di TKP dan masih proses penyelidikan,” jelasnya. (juliadi)

 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/