28 C
Jakarta
13 Juni 2024, 23:24 PM WIB

Usai Pesta Miras, Pria NTT Terkapar di Jalan Dipukuli Rekan “Sebotol”

DENPASAR – Seorang pria bernama Agabus Bullu, dihajar hingga babak belur oleh temannya usai menggelar pesta miras.

Pria asal Rote, Nusa Tenggara Timur itu pun harus mendapatkan perawatan medis usai ditemukan terkapar di di depan kuburan Tanjung Bungkak, Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur, Minggu (21/6) malam lalu pukul 23.00 Wita.

Beruntung warga yang melihat kondisi korban yang berdarah-darah langsung menelpon ambulans untuk mengevakuasi korban.

Berdasar informasi, awalnya korban menggelar pesta miras di salah satu kos di Denpasar. Namun karena ada perselisihan, korban terlibat pertengkaran dengan rekan “sebotolnya” itu.

Dia pun dihajar oleh teman-temannya tersebut hingga babak belur. Setelah dihajar, korban berusaha pulang.

Namun di tengah perjalanan, korban masih lemas lalu terkapar di depan kuburan Tanjung Bungkak, Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur.

“Korban ditemukan warga. Di sana juga ditemukan sepeda motor korban tidak jauh dari lokasi dia terkapar lemas,” terang sumber di lapangan, Selasa (23/6).

Warga yang melihat korban kemudian melaporkan temuan itu kepada Pecalang setempat. Lalu oleh Pecalang menghubungi ambulans untuk mengevakuasi korban agar mendapatkan perawatan medis ke RSUP Sanglah Denpasar. 

Setelah kondisinya membaik usai dirawat, kepada polisi, korban mengakui jika dirinya dipukuli oleh teman-temannya saat pesta miras.

Kemudian para pelaku itu pergi begitu saja usai memukul korban. Perkembangan terakhir, masalah itu tidak dilanjutkan ke ranah hukum.

Pasalnya, korban dan para pelaku memutuskan untuk berdamai. “Pengakuan korban, pelakunya teman-temannya sendiri. Mereka sudah berdamai,” tandas sumber. 

DENPASAR – Seorang pria bernama Agabus Bullu, dihajar hingga babak belur oleh temannya usai menggelar pesta miras.

Pria asal Rote, Nusa Tenggara Timur itu pun harus mendapatkan perawatan medis usai ditemukan terkapar di di depan kuburan Tanjung Bungkak, Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur, Minggu (21/6) malam lalu pukul 23.00 Wita.

Beruntung warga yang melihat kondisi korban yang berdarah-darah langsung menelpon ambulans untuk mengevakuasi korban.

Berdasar informasi, awalnya korban menggelar pesta miras di salah satu kos di Denpasar. Namun karena ada perselisihan, korban terlibat pertengkaran dengan rekan “sebotolnya” itu.

Dia pun dihajar oleh teman-temannya tersebut hingga babak belur. Setelah dihajar, korban berusaha pulang.

Namun di tengah perjalanan, korban masih lemas lalu terkapar di depan kuburan Tanjung Bungkak, Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur.

“Korban ditemukan warga. Di sana juga ditemukan sepeda motor korban tidak jauh dari lokasi dia terkapar lemas,” terang sumber di lapangan, Selasa (23/6).

Warga yang melihat korban kemudian melaporkan temuan itu kepada Pecalang setempat. Lalu oleh Pecalang menghubungi ambulans untuk mengevakuasi korban agar mendapatkan perawatan medis ke RSUP Sanglah Denpasar. 

Setelah kondisinya membaik usai dirawat, kepada polisi, korban mengakui jika dirinya dipukuli oleh teman-temannya saat pesta miras.

Kemudian para pelaku itu pergi begitu saja usai memukul korban. Perkembangan terakhir, masalah itu tidak dilanjutkan ke ranah hukum.

Pasalnya, korban dan para pelaku memutuskan untuk berdamai. “Pengakuan korban, pelakunya teman-temannya sendiri. Mereka sudah berdamai,” tandas sumber. 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/