32.5 C
Jakarta
18 April 2024, 10:26 AM WIB

Pencurian Pratima Marak di Bali, Polda Bentuk Tim Khusus Buru Pelaku

DENPASAR  – Tak kunjung terungkapnya kasus pencurian pretima dan sekaa gong di sejumlah kabupaten/kota di Bali membuat geram aparat kepolisian.

Polda Bali akhirnya membuat tim khusus. Menurut Kabidhumas Polda Bali Kombes Syamsi, pihak kepolisian saat ini masih mendalami kasus pencurian pratima di Bali meski saat ini focus menanggulangi penyebaran Covid-19.

Salah satunya membentuk tim khusus yang langsung dibawah kendali Direktur Reskrimum Polda Bali.”Ketua tim langsung dibawah kendali Dirreskrimum,” kata Kombes Syamsi.

Saat ini, kata dia, tim tengah mendalami kasus pencurian pratima di empat pura di wilayah kecamatan Abiansemal, Badung.

Termasuk di Siwa Krana yang tersimpan di Gedong Pasineban Pura Taman Limut, Pangosekan, Ubud, Gianyar.
Pun di Pura Dalem Sakti, Desa Adat Petemon, Pejeng Kelod, Tampaksiring, Gianyar. Yang terakhir adalah pencurian instrumen gamelan yang disimpan di Balai Gong Pura Puseh Desa Adat Pempatan.

Instrumen gamelan yang raib antara lain terompong 12 unit, reong 10 unit, kajar/kemong 1 unit, kempli 1 unit, tawa-tawa 1 unit, dan 1 tabung gas elpiji 3 kilogram.

“Ya kami sementara mengumpulkan bukti-bukti, juga keterangan saksi. Kami belum bisa menduga apakah pelaku merupakan satu jaringan atau beda. Kami masih dalami,” timpalnya.
Seperti berita sebelumnya, di Tampaksiring, Gianyar, pelaku membawa kabur pratima berupa Dewi Durga berlapis emas dan 15 pucuk sekar emas dari gedong penyimpenan.

Atas kejadian ini, pihak Kepolisian sudah berkoordinasi dengan pengempon pura yang mengalami kerugian ratusan juta rupiah.
Pratima berupa Dewi Durga raib dengan 15 pucuk sekar emas yang disimpan di kotak. Polsek Tampaksiring dan Polres Gianyar masih menyelidiki kasus yang diketahui terjadi pada Rabu (2/9) sekitar pukul 13.00.
Kejadian serupa yakni pencurian pratima terjadi di Siwa Krana yang tersimpan di Gedong Pasineban Pura Taman Limut, Pangosekan, Ubud, Gianyar.

Di Ubud, pratima berupa Kethu atau Siwa Krana juga dicuri. Sementara itu di Badung, benda-benda sakral yang hilang dari dalam kotak Pratima itu yakni pratima berbentuk kuda.
Lalu satu batang daun gender warna kuning, bunga-bunga emas uang bolong satak, gelang perak, sabuk perak, dan anting-anting emas.

Pura lain yang menjadi korban pencurian yakni Pura Penataran, dan Pura Kawitan Pasek Gelgel di Desa Adat Blahkiuh. Di Pura Penataran, pelaku menggondol pratima berbentuk patung dan soca.
Beberapa prerai berlapis emas dan cincin emas juga raib. Sementara di Pura Kawitan Pasek Gelgel, pelaku hanya mengacak-acak isi pura dan tak ada pratima yang dicuri. 

Sejumlah perangkat gamelan milik Sekaa Gong Adat Pempatan, Desa Pempatan, Kecamaatan  Rendang, Karangasem juga kini di dalami. 

DENPASAR  – Tak kunjung terungkapnya kasus pencurian pretima dan sekaa gong di sejumlah kabupaten/kota di Bali membuat geram aparat kepolisian.

Polda Bali akhirnya membuat tim khusus. Menurut Kabidhumas Polda Bali Kombes Syamsi, pihak kepolisian saat ini masih mendalami kasus pencurian pratima di Bali meski saat ini focus menanggulangi penyebaran Covid-19.

Salah satunya membentuk tim khusus yang langsung dibawah kendali Direktur Reskrimum Polda Bali.”Ketua tim langsung dibawah kendali Dirreskrimum,” kata Kombes Syamsi.

Saat ini, kata dia, tim tengah mendalami kasus pencurian pratima di empat pura di wilayah kecamatan Abiansemal, Badung.

Termasuk di Siwa Krana yang tersimpan di Gedong Pasineban Pura Taman Limut, Pangosekan, Ubud, Gianyar.
Pun di Pura Dalem Sakti, Desa Adat Petemon, Pejeng Kelod, Tampaksiring, Gianyar. Yang terakhir adalah pencurian instrumen gamelan yang disimpan di Balai Gong Pura Puseh Desa Adat Pempatan.

Instrumen gamelan yang raib antara lain terompong 12 unit, reong 10 unit, kajar/kemong 1 unit, kempli 1 unit, tawa-tawa 1 unit, dan 1 tabung gas elpiji 3 kilogram.

“Ya kami sementara mengumpulkan bukti-bukti, juga keterangan saksi. Kami belum bisa menduga apakah pelaku merupakan satu jaringan atau beda. Kami masih dalami,” timpalnya.
Seperti berita sebelumnya, di Tampaksiring, Gianyar, pelaku membawa kabur pratima berupa Dewi Durga berlapis emas dan 15 pucuk sekar emas dari gedong penyimpenan.

Atas kejadian ini, pihak Kepolisian sudah berkoordinasi dengan pengempon pura yang mengalami kerugian ratusan juta rupiah.
Pratima berupa Dewi Durga raib dengan 15 pucuk sekar emas yang disimpan di kotak. Polsek Tampaksiring dan Polres Gianyar masih menyelidiki kasus yang diketahui terjadi pada Rabu (2/9) sekitar pukul 13.00.
Kejadian serupa yakni pencurian pratima terjadi di Siwa Krana yang tersimpan di Gedong Pasineban Pura Taman Limut, Pangosekan, Ubud, Gianyar.

Di Ubud, pratima berupa Kethu atau Siwa Krana juga dicuri. Sementara itu di Badung, benda-benda sakral yang hilang dari dalam kotak Pratima itu yakni pratima berbentuk kuda.
Lalu satu batang daun gender warna kuning, bunga-bunga emas uang bolong satak, gelang perak, sabuk perak, dan anting-anting emas.

Pura lain yang menjadi korban pencurian yakni Pura Penataran, dan Pura Kawitan Pasek Gelgel di Desa Adat Blahkiuh. Di Pura Penataran, pelaku menggondol pratima berbentuk patung dan soca.
Beberapa prerai berlapis emas dan cincin emas juga raib. Sementara di Pura Kawitan Pasek Gelgel, pelaku hanya mengacak-acak isi pura dan tak ada pratima yang dicuri. 

Sejumlah perangkat gamelan milik Sekaa Gong Adat Pempatan, Desa Pempatan, Kecamaatan  Rendang, Karangasem juga kini di dalami. 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/