32.7 C
Jakarta
24 April 2024, 17:16 PM WIB

Mimih, Tak Kuat Malu Terjerat Korupsi Jadi Alasan Mangku Bunuh Diri

DENPASAR  – Terungkap sudah alasan Nyoman Buda alias Mangku Gerebeg, 57, mengakhiri hidupnya dengan cara tragis: gantung diri di bawah pohon Kamboja

di halaman rumahnya di Jalan Sedap Malam Gang Nuansa Nomor 3, Sanur, Kaja, Denpasar Selatan, kemarin (28/10).

Meski masih samar-samar, ada indikasi almarhum nekat mengakhiri hidupnya karena takut kuat menahan malu setelah terjerat kasus korupsi.

Disebut-sebut korban terlibat kasus korupsi yang kasusnya kini ditangani penyidik Ditpolair Polda Bali. Indikasi korban bunuh diri dibenarkan Kapolsek Denpasar Kompol Nyoman Wirajaya.

Namun, seperti apa kasusnya dan berapa dana yang dikorupsi almarhum, Kompol Wirajaya tidak tahu menahu.

“Saya juga kurang paham kasusnya. Coba konfirmasi ke Ditpolair,” kata eks Kapolsek Kuta ini. Jenazah korban sendiri langsung dibawa ke RSUP Sanglah pasca dievakuasi petugas.

Sayangnya Dirpolair maupun Kabidhumas Polda Bali Kombes Hengky Widjaja tak merespons saat ditanya kasus yang melilit almarhum.

Kematian almarhum pertama kali diketahui oleh adiknya bernama Ketut Mudiana, 56. Mudiana kaget saat hendak keluar rumah untuk mengantar pakaian ke laundry mendapati tubuh kakaknya tergantung di bawah pohon Kamboja.

Segera Mudiana menghubungi Linmas Sanur Kaja dan Babinkamtibmas Sanur Kaja. Mendapat laporan Linmas, polisi akhirnya datang ke TKP.

Selain melakukan olah TKP, tim memintai keterangan sejumlah saksi. Di antaranya anak kandung korban bernama I Nyoman Kristian Budiman, 20.

“Menurut anaknya, saat kejadian, dirinya tidak ada di rumah,” sebut sumber. Namun, anaknya merasa ada yang berbeda dari orantuanya.

Sebelum kejadian, dia melihat ayahnya kerap berbaju adat sembahyang dengan menggunakan udeng putih dan kain putih.

Melihat itu, sang anak lalu bertanya, Bapak kok tumben pakaian sembahyang? dan dijawab oleh korban perasaannya gak enak.

Mendengar apa yang disampaikan bapaknya, anaknya tak terlalu perduli. Dia lalu pergi ke kamar untuk nonton televisi.

“Usai nonton televisi, dia sempat mengatakan kepada ayahnya kalau ingin mandi,” cetusnya. Setelah itu pamit service motor.

“Saat itu saksi melihat korban sedang minum arak di meja luar. Sampai di bengkel, sang anak ditelepon olah saudaranya bahwa bapak sudah meninggal gantung diri di pohon Kamboja di halaman rumah,” beber sumber.

Menurut Kapolsek Denpasar Selatan, Kompol Wirajaya, tak ditemukan tanda tanda kekerasan di tubuh korban.

“Korban yang tergantung menggunakan tali plastik tersebut identik dengan korban bunuh diri,” bebernya.

 

DENPASAR  – Terungkap sudah alasan Nyoman Buda alias Mangku Gerebeg, 57, mengakhiri hidupnya dengan cara tragis: gantung diri di bawah pohon Kamboja

di halaman rumahnya di Jalan Sedap Malam Gang Nuansa Nomor 3, Sanur, Kaja, Denpasar Selatan, kemarin (28/10).

Meski masih samar-samar, ada indikasi almarhum nekat mengakhiri hidupnya karena takut kuat menahan malu setelah terjerat kasus korupsi.

Disebut-sebut korban terlibat kasus korupsi yang kasusnya kini ditangani penyidik Ditpolair Polda Bali. Indikasi korban bunuh diri dibenarkan Kapolsek Denpasar Kompol Nyoman Wirajaya.

Namun, seperti apa kasusnya dan berapa dana yang dikorupsi almarhum, Kompol Wirajaya tidak tahu menahu.

“Saya juga kurang paham kasusnya. Coba konfirmasi ke Ditpolair,” kata eks Kapolsek Kuta ini. Jenazah korban sendiri langsung dibawa ke RSUP Sanglah pasca dievakuasi petugas.

Sayangnya Dirpolair maupun Kabidhumas Polda Bali Kombes Hengky Widjaja tak merespons saat ditanya kasus yang melilit almarhum.

Kematian almarhum pertama kali diketahui oleh adiknya bernama Ketut Mudiana, 56. Mudiana kaget saat hendak keluar rumah untuk mengantar pakaian ke laundry mendapati tubuh kakaknya tergantung di bawah pohon Kamboja.

Segera Mudiana menghubungi Linmas Sanur Kaja dan Babinkamtibmas Sanur Kaja. Mendapat laporan Linmas, polisi akhirnya datang ke TKP.

Selain melakukan olah TKP, tim memintai keterangan sejumlah saksi. Di antaranya anak kandung korban bernama I Nyoman Kristian Budiman, 20.

“Menurut anaknya, saat kejadian, dirinya tidak ada di rumah,” sebut sumber. Namun, anaknya merasa ada yang berbeda dari orantuanya.

Sebelum kejadian, dia melihat ayahnya kerap berbaju adat sembahyang dengan menggunakan udeng putih dan kain putih.

Melihat itu, sang anak lalu bertanya, Bapak kok tumben pakaian sembahyang? dan dijawab oleh korban perasaannya gak enak.

Mendengar apa yang disampaikan bapaknya, anaknya tak terlalu perduli. Dia lalu pergi ke kamar untuk nonton televisi.

“Usai nonton televisi, dia sempat mengatakan kepada ayahnya kalau ingin mandi,” cetusnya. Setelah itu pamit service motor.

“Saat itu saksi melihat korban sedang minum arak di meja luar. Sampai di bengkel, sang anak ditelepon olah saudaranya bahwa bapak sudah meninggal gantung diri di pohon Kamboja di halaman rumah,” beber sumber.

Menurut Kapolsek Denpasar Selatan, Kompol Wirajaya, tak ditemukan tanda tanda kekerasan di tubuh korban.

“Korban yang tergantung menggunakan tali plastik tersebut identik dengan korban bunuh diri,” bebernya.

 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/