29 C
Jakarta
13 Juni 2024, 19:17 PM WIB

Cetak Sineas Muda Profesional, IPB Internasional Siapkan Bali Film School

DENPASAR, Radar Bali– Institut Pariwisata dan Bisnis (IPB) Internasional siap membentuk program pendidikan di bidang perfilman demi mencetak sineas muda profesional. Menggandeng PT Asymmetry Movie Studio, IPB Internasional memperkenalkan Bali Film School. Program pendidikan ini diawali pemaparan oleh Direktur Bali Film School, Topaz Peretz yang merupakan sarjana film jebolan universitas di Amerika Serikat dipusatkan di Auditorium IPB Internasional, Senin (31/10).

Rektor IPB Internasional, Dr. I Made Sudjana., S.E., M.M., CHT., CHA. mengatakan program ini dibentuk merespons dunia perfilman yang semakin berkembang. Kondisi ini ditandai oleh banyaknya generasi muda Indonesia, khususnya Bali yang menghasilkan karya film pendek. Tandasnya, Bali sebagai destinasi pariwisata internasional diharapkan bisa menjadi pusat produksi film dan menuntut generasi muda terlibat di dalamnya agar tidak hanya menjadi penonton.

“Kita tahu bahwa Bali mempunyai daya tarik luar biasa. Bahkan kerap menjadi lokasi shooting film internasional. Salah satunya Eat, Pray and Love yang dibintangi Julia Robert. Oleh karena itu, ini penting sekali untuk generasi muda, agar ke depan industri film di Bali bisa terus berkembang,” katanya.

Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun, Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd, CHT., CHA., menyampaikan, yayasan yang merupakan badan penyelenggara Kampus IPB Internasional, selalu mendorong rektor dan timnya untuk berinovasi melihat peluang-peluang yang ada. Ungkapnya, saat ini anak muda banyak berkiprah sebagai sineas, khususnya film pendek. Dalam posisi Bali sebagai destinasi wisata internasional, tentu sangat dibutuhkan tenaga ahli di bidang perfilman. Hal inilah yang melatarbelakangi lahirnya Bali Film School. “Kami dari yayasan akan berikan dukungan, baik dalam hal peralatan, gadung, dan sebagainya. Kami juga sudah bekerja sama dengan pihak PT Asymmetry Movie Studio,” tandasnya.

Direktur Bali Film School, Topaz Peretz yang mewakili PT Asymmetry Movie Studio menyampaikan program pendidikan ini memberi ruang bagi generasi muda masuk ke industri film. Bali Film School, ujarnya akan memberi tidak hanya pendidikan perfilman, tapi terintegrasi ke industri ketenagakerjaan untuk film. “Dalam Bali Film School ini, mahasiswa mendapatkan praktik langsung, pengalaman dalam membuat film maupun skip. Sehingga mereka nantinya memang disiapkan untuk bisa langsing siap terjun di dunia kerja terutama industri perfilman,” ucapnya sembari menegaskan Bali Film School akan diajar oleh profesor-profesor dari Amerika Serikat yang menguasai bidang perfilman. (adv/ken)

DENPASAR, Radar Bali– Institut Pariwisata dan Bisnis (IPB) Internasional siap membentuk program pendidikan di bidang perfilman demi mencetak sineas muda profesional. Menggandeng PT Asymmetry Movie Studio, IPB Internasional memperkenalkan Bali Film School. Program pendidikan ini diawali pemaparan oleh Direktur Bali Film School, Topaz Peretz yang merupakan sarjana film jebolan universitas di Amerika Serikat dipusatkan di Auditorium IPB Internasional, Senin (31/10).

Rektor IPB Internasional, Dr. I Made Sudjana., S.E., M.M., CHT., CHA. mengatakan program ini dibentuk merespons dunia perfilman yang semakin berkembang. Kondisi ini ditandai oleh banyaknya generasi muda Indonesia, khususnya Bali yang menghasilkan karya film pendek. Tandasnya, Bali sebagai destinasi pariwisata internasional diharapkan bisa menjadi pusat produksi film dan menuntut generasi muda terlibat di dalamnya agar tidak hanya menjadi penonton.

“Kita tahu bahwa Bali mempunyai daya tarik luar biasa. Bahkan kerap menjadi lokasi shooting film internasional. Salah satunya Eat, Pray and Love yang dibintangi Julia Robert. Oleh karena itu, ini penting sekali untuk generasi muda, agar ke depan industri film di Bali bisa terus berkembang,” katanya.

Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun, Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd, CHT., CHA., menyampaikan, yayasan yang merupakan badan penyelenggara Kampus IPB Internasional, selalu mendorong rektor dan timnya untuk berinovasi melihat peluang-peluang yang ada. Ungkapnya, saat ini anak muda banyak berkiprah sebagai sineas, khususnya film pendek. Dalam posisi Bali sebagai destinasi wisata internasional, tentu sangat dibutuhkan tenaga ahli di bidang perfilman. Hal inilah yang melatarbelakangi lahirnya Bali Film School. “Kami dari yayasan akan berikan dukungan, baik dalam hal peralatan, gadung, dan sebagainya. Kami juga sudah bekerja sama dengan pihak PT Asymmetry Movie Studio,” tandasnya.

Direktur Bali Film School, Topaz Peretz yang mewakili PT Asymmetry Movie Studio menyampaikan program pendidikan ini memberi ruang bagi generasi muda masuk ke industri film. Bali Film School, ujarnya akan memberi tidak hanya pendidikan perfilman, tapi terintegrasi ke industri ketenagakerjaan untuk film. “Dalam Bali Film School ini, mahasiswa mendapatkan praktik langsung, pengalaman dalam membuat film maupun skip. Sehingga mereka nantinya memang disiapkan untuk bisa langsing siap terjun di dunia kerja terutama industri perfilman,” ucapnya sembari menegaskan Bali Film School akan diajar oleh profesor-profesor dari Amerika Serikat yang menguasai bidang perfilman. (adv/ken)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/