Warning: Undefined variable $reporternya in /var/www/devwpradar/wp-content/themes/Newspaper/functions.php on line 229
28.2 C
Jakarta
13 Juli 2024, 19:57 PM WIB

Keras, Penolakan Pabrik B3 Meluas, Warga Area Takut Terkena Dampak

NEGARA – Warga Desa Pengambengan, menggelar aksi penolakan rencana pembangunan limbah medis di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, kemarin.

Aksi damai yang diawali gotong royong bersih-bersih jalan desa tersebut, disertai dengan penggalan tanda tangan penolakan dan pemasangan spanduk penolakan di gapura pintu masuk desa.

Aksi damai yang digelar puluhan warga dimulai pada Minggu pagi sekitar pukul 07.00 wita, dengan membersihkan jalan desa, tepatnya perbatasan dengan Desa Badeng Timur.

Lokasi aksi sekitar 100 meter dari lokasi yang akan dibangun pabrik limbah medis oleh salah satu perusahaan di Dusun Munduk, Desa Pengambengan.

Setelah bersih-bersih desa selesai, warga membuat spanduk penolakan di atas kain putih dengan tulisan: Jangan Cemari Desa Kami dengan Limbah B3 Medis, #Save Pengambengan, # Save Jembrana, #Save Bali.

Spanduk kemudian dipasang membentang di gapura masuk desa. Selain itu, warga menggalang tanda tangan di atas kain putih untuk dipasang di jalan dan tanda tangan di lembaran kertas untuk disampaikan pada desa.

Menurut Humaidi, koordinator aksi damai, aksi damai yang dilakukan merupakan reaksi dari rencana pembangunan limbah medis di Desa Pengambengan.

Penolakan tersebut karena warga tidak ingin desa menjadi tempat pengolahan limbah medis, di sejumlah daerah pabrik limbah medis sudah mencemari lingkungan.

“Masyarakat takut kena dampak juga dari limbah medis. Karena sangat berbahaya dan berisiko untuk anak cucu kita kedepan,” ungkapnya.

Ada dua perusahaan yang rencananya akan berinvestasi membangun pabrik limbah medis. Dua perusahaan tersebut saat ini tengah mengurus perizinan di pusat.

Namun karena belum ada izin, belum ada kepastian antara dua perusahaan yang diterima izinnya untuk membangun.

Meski perusahaan menggunakan mesin canggih untuk mengelola limbah medis tetap dikhawatirkan berisiko.

“Itu mesin buatan manusia. Pesawat terbang saja bisa jatuh, bagaimana mesin sampah mengelola sampah medis, pasti bisa rusak maka limbah akan menumpuk dan mencemari lingkungan sekitar,” terangnya.

 

NEGARA – Warga Desa Pengambengan, menggelar aksi penolakan rencana pembangunan limbah medis di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, kemarin.

Aksi damai yang diawali gotong royong bersih-bersih jalan desa tersebut, disertai dengan penggalan tanda tangan penolakan dan pemasangan spanduk penolakan di gapura pintu masuk desa.

Aksi damai yang digelar puluhan warga dimulai pada Minggu pagi sekitar pukul 07.00 wita, dengan membersihkan jalan desa, tepatnya perbatasan dengan Desa Badeng Timur.

Lokasi aksi sekitar 100 meter dari lokasi yang akan dibangun pabrik limbah medis oleh salah satu perusahaan di Dusun Munduk, Desa Pengambengan.

Setelah bersih-bersih desa selesai, warga membuat spanduk penolakan di atas kain putih dengan tulisan: Jangan Cemari Desa Kami dengan Limbah B3 Medis, #Save Pengambengan, # Save Jembrana, #Save Bali.

Spanduk kemudian dipasang membentang di gapura masuk desa. Selain itu, warga menggalang tanda tangan di atas kain putih untuk dipasang di jalan dan tanda tangan di lembaran kertas untuk disampaikan pada desa.

Menurut Humaidi, koordinator aksi damai, aksi damai yang dilakukan merupakan reaksi dari rencana pembangunan limbah medis di Desa Pengambengan.

Penolakan tersebut karena warga tidak ingin desa menjadi tempat pengolahan limbah medis, di sejumlah daerah pabrik limbah medis sudah mencemari lingkungan.

“Masyarakat takut kena dampak juga dari limbah medis. Karena sangat berbahaya dan berisiko untuk anak cucu kita kedepan,” ungkapnya.

Ada dua perusahaan yang rencananya akan berinvestasi membangun pabrik limbah medis. Dua perusahaan tersebut saat ini tengah mengurus perizinan di pusat.

Namun karena belum ada izin, belum ada kepastian antara dua perusahaan yang diterima izinnya untuk membangun.

Meski perusahaan menggunakan mesin canggih untuk mengelola limbah medis tetap dikhawatirkan berisiko.

“Itu mesin buatan manusia. Pesawat terbang saja bisa jatuh, bagaimana mesin sampah mengelola sampah medis, pasti bisa rusak maka limbah akan menumpuk dan mencemari lingkungan sekitar,” terangnya.

 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/