26.2 C
Jakarta
20 Juni 2024, 7:01 AM WIB

Permintaan Tinggi, Penyelundupan Sapi Bali Naik Tajam, Ini Modusnya…

NEGARA – Permintaan sapi potong dari luar Bali untuk kebutuhan hari raya Idul Qurban sangat tinggi. Rata-rata setiap hari hampir seribu lebih sapi Bali dikirim ke luar Bali melalui Gilimanuk.

Sehingga stok sapi Bali yang sudah ditetapkan untuk tahun 2019 bisa habis sebelum akhir bulan Juli ini. Tingginya permintaan sapi potong dari Bali berpotensi terjadinya penyelundupan sapi Bali.

Berdasar hasil pengawasan lalu lintas pengiriman sapi Bali di Pelabuhan Gilimanuk Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar Wilayah Kerja Gilimanuk,

sebanyak 45 ekor sapi potong tujuan Jakarta tanpa dilengkapi dokumen diamankan di Pos Manuver pelabuhan Gilimanuk.

Pengiriman sapi Bali dengan DA 1103 BC sebanyak 23 ekor sapi jantan dan truk DR 8948 A sebanyak 22 ekor sapi jantan.

”Truk beserta sapi semuanya kami amankan di kandang instalasi Karantina Gilimanuk,” kata Penanggungjawab Balai Karantina Pertanian Wilayah Kerja Gilimanuk Ida Bagus Eka Ludra Manuaba kemarin.

IB Eka Ludra Manuaba menambahkan, dengan tingginya permintaan sapi potong dari luar Bali, pihaknya meningkatkan pengawasan dengan menambah dua orang personil dari karantina Celukan Bawang.

Karena saat ini kuota untuk pengiriman sapi Bali keluar Bali sudah menipis. Dari kuota pengeluaran sapi potong sebanyak 48.000 ekor pada tahun 2019 ini sudah terealisasi sebanyak 37.244 ekor, hingga Minggu (21/7) lalu.

“Kami mengantisipasi agar tidak ada sapi potong yang keluar Bali dengan peningkatan pengawasan,” jelasnya.

Menipisnya stok ini, penyelundupan sapi Bali rawan terjadi. Modus yang dilakukan di antaranya, menerobos pelabuhan Gilimanuk tanpa dokumen karantina,

pengiriman sapi potong menutupi hewan dengan terpal sehingga tidak terlihat petugas, memakai dokumen yang kedaluwarsa.

Bahkan, juga menyeberangkan sapi dengan perahu motor melalui jalur pelabuhan tradisional. 

NEGARA – Permintaan sapi potong dari luar Bali untuk kebutuhan hari raya Idul Qurban sangat tinggi. Rata-rata setiap hari hampir seribu lebih sapi Bali dikirim ke luar Bali melalui Gilimanuk.

Sehingga stok sapi Bali yang sudah ditetapkan untuk tahun 2019 bisa habis sebelum akhir bulan Juli ini. Tingginya permintaan sapi potong dari Bali berpotensi terjadinya penyelundupan sapi Bali.

Berdasar hasil pengawasan lalu lintas pengiriman sapi Bali di Pelabuhan Gilimanuk Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar Wilayah Kerja Gilimanuk,

sebanyak 45 ekor sapi potong tujuan Jakarta tanpa dilengkapi dokumen diamankan di Pos Manuver pelabuhan Gilimanuk.

Pengiriman sapi Bali dengan DA 1103 BC sebanyak 23 ekor sapi jantan dan truk DR 8948 A sebanyak 22 ekor sapi jantan.

”Truk beserta sapi semuanya kami amankan di kandang instalasi Karantina Gilimanuk,” kata Penanggungjawab Balai Karantina Pertanian Wilayah Kerja Gilimanuk Ida Bagus Eka Ludra Manuaba kemarin.

IB Eka Ludra Manuaba menambahkan, dengan tingginya permintaan sapi potong dari luar Bali, pihaknya meningkatkan pengawasan dengan menambah dua orang personil dari karantina Celukan Bawang.

Karena saat ini kuota untuk pengiriman sapi Bali keluar Bali sudah menipis. Dari kuota pengeluaran sapi potong sebanyak 48.000 ekor pada tahun 2019 ini sudah terealisasi sebanyak 37.244 ekor, hingga Minggu (21/7) lalu.

“Kami mengantisipasi agar tidak ada sapi potong yang keluar Bali dengan peningkatan pengawasan,” jelasnya.

Menipisnya stok ini, penyelundupan sapi Bali rawan terjadi. Modus yang dilakukan di antaranya, menerobos pelabuhan Gilimanuk tanpa dokumen karantina,

pengiriman sapi potong menutupi hewan dengan terpal sehingga tidak terlihat petugas, memakai dokumen yang kedaluwarsa.

Bahkan, juga menyeberangkan sapi dengan perahu motor melalui jalur pelabuhan tradisional. 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/