25.5 C
Jakarta
13 Juni 2024, 8:14 AM WIB

Vaksin Tahap Pertama Selesai, Tingkat Kesembuhan Naik Drastis

NEGARA – Penyuntikan dua dosis vaksin Covid-19 tahap pertama sudah selesai untuk target sasaran tenaga kesehatan di Jembrana.

Namun, masih ada tambahan sekitar 200 orang tenaga kesehatan yang masuk dalam tambahan target sasaran baru.

Sedangkan proses vaksinasi tahap kedua pada petugas pelayanan publik, TNI dan Polri ditargetkan mulai awal bulan depan.

Kepala Dinas Kesehatan Jembrana dr. I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata mengatakan, proses vaksinasi terhadap target sasaran tahap pertama sebanyak 1814 orang sudah selesai dua kali penyuntikan vaksin.

“Hari ini (kemarin) tuntas untuk vaksin Covid-19 tahap pertama. Semua target sasaran sudah menjalani penyuntikan dua dosis vaksin,” ujar dr. Oka Parwata.

Karena ada tambahan sebanyak 400 vial vaksin, pihaknya mulai mendata lagi tenaga kesehatan yang belum mendapat vaksin pada tahap pertama.

Vaksinasi susulan ini, akan menyasar sebanyak 200 orang tenaga kesehatan di Jembrana, sehingga semua tenaga kesehatan yang sebelumnya belum mendapat vaksin bisa mengikuti vaksin susulan ini.

Kadiskes dr. Oka Parwata menambahkan, vaksinasi tahap kedua dengan menyasar petugas pelayanan publik, TNI, Polri dan ASN, ditargetkan mulai pada awal bulan Maret mendatang.

Pihaknya masih berkoordinasi dengan instansi terkait mengenai jumlah target sasaran yang akan menerima vaksin.

Terpisah, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Jembrana I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan, tingkat kesembuhan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Jembrana mengalami peningkatan drastis.

Dalam sehari kemarin dilaporkan sebanyak 25 orang sembuh dan selesai menjalani isolasi.  Sedangkan jumlah kasus baru dalam sehari kemarin, tidak ada tambahan kasus baru.

Sehari tanpa kasus terkonfirmasi positif baru dalam dua bulan terakhir ini, karena ada kebijakan baru dalam proses tes kontak erat dengan terkonfirmasi positif.

Setiap orang yang masuk kontak erat, tidak langsung menjalani uji swab, tetapi melalui tahap rapid test antigen. “Apabila hasil rapid test antigen reaktif, dilanjutkan dengan swab,” terangnya.

Arisantha menambahkan, karena pandemi Covid-19 masih terjadi mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 di Jembrana. 

NEGARA – Penyuntikan dua dosis vaksin Covid-19 tahap pertama sudah selesai untuk target sasaran tenaga kesehatan di Jembrana.

Namun, masih ada tambahan sekitar 200 orang tenaga kesehatan yang masuk dalam tambahan target sasaran baru.

Sedangkan proses vaksinasi tahap kedua pada petugas pelayanan publik, TNI dan Polri ditargetkan mulai awal bulan depan.

Kepala Dinas Kesehatan Jembrana dr. I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata mengatakan, proses vaksinasi terhadap target sasaran tahap pertama sebanyak 1814 orang sudah selesai dua kali penyuntikan vaksin.

“Hari ini (kemarin) tuntas untuk vaksin Covid-19 tahap pertama. Semua target sasaran sudah menjalani penyuntikan dua dosis vaksin,” ujar dr. Oka Parwata.

Karena ada tambahan sebanyak 400 vial vaksin, pihaknya mulai mendata lagi tenaga kesehatan yang belum mendapat vaksin pada tahap pertama.

Vaksinasi susulan ini, akan menyasar sebanyak 200 orang tenaga kesehatan di Jembrana, sehingga semua tenaga kesehatan yang sebelumnya belum mendapat vaksin bisa mengikuti vaksin susulan ini.

Kadiskes dr. Oka Parwata menambahkan, vaksinasi tahap kedua dengan menyasar petugas pelayanan publik, TNI, Polri dan ASN, ditargetkan mulai pada awal bulan Maret mendatang.

Pihaknya masih berkoordinasi dengan instansi terkait mengenai jumlah target sasaran yang akan menerima vaksin.

Terpisah, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Jembrana I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan, tingkat kesembuhan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Jembrana mengalami peningkatan drastis.

Dalam sehari kemarin dilaporkan sebanyak 25 orang sembuh dan selesai menjalani isolasi.  Sedangkan jumlah kasus baru dalam sehari kemarin, tidak ada tambahan kasus baru.

Sehari tanpa kasus terkonfirmasi positif baru dalam dua bulan terakhir ini, karena ada kebijakan baru dalam proses tes kontak erat dengan terkonfirmasi positif.

Setiap orang yang masuk kontak erat, tidak langsung menjalani uji swab, tetapi melalui tahap rapid test antigen. “Apabila hasil rapid test antigen reaktif, dilanjutkan dengan swab,” terangnya.

Arisantha menambahkan, karena pandemi Covid-19 masih terjadi mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 di Jembrana. 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/