29.9 C
Jakarta
Wednesday, March 29, 2023

Keluarga Putuskan Cari Korban Sendiri, Ketua DPRD Gianyar Turun Tangan

GIANYAR – Tim gabungan memang telah menghentikan upaya pencarian seorang ibu-ibu yang jatuh ke sungai Tukad Petanu, Ni Komang Ayu Ardani, 37.

Namun, tidak dengan keluarga korban. Mereka masih terus melakukan upaya pencarian dengan menyisir Tukad Petanu dengan alat seadanya.

“Kami akan terus melakukan pencarian sampai korban ditemukan,” ujar ipar korban, I Wayan Sumirat, kemarin.

Pencarian yang dilakukan keluarga korban itu mengundang perhatian Ketua DPRD Gianyar, Wayan Tagel Winarta didampingi anggota DPRD Gianyar asal Desa Siangan, Ni Luh Suciningsih.

Tagel Winarta mengatakan, kedatangan ke lokasi kejadian, selain mendoakan agar korban bisa secepatnya ditemukan juga mensupport keluarga korban yang terus melakukan pencarian dibantu relawan.

“Mari kita mendoakan agar korban bisa secepatnya ditemukan,” pintanya. Tagel minta pihak keluarga agar memaklumi penghentian pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR.

Politisi PDIP itu menekankan, Tim SAR menghentikan pencarian, karena berlandaskan ketentuan perundang-undangan.

Yakni menyisir sungai atau lokasi jatuh selama tujuh hari. Apabila tidak ditemukan dalam tujuh hari, akan dihentikan.

“Karena protap sehingga Tim SAR menghentikan pencarian. Kalau memang ditemukan tanda-tanda Tim SAR pasti akan melakukan turun lagi,” ujarnya.

Di bagian lain, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, Gusti Ngurah Dibya Presesta, menambahkan,

pihaknya tidak bisa melarang warga untuk mencari korban dengan sukarela baik secara sekala maupun niskala sesuai kepercayaan.

Kendati pihak BPBD bersama tim gabungan telah menghentikan sementara proses pencarian. Pihaknya hanya berpesan agar warga selalu berhati-hati dalam proses pencarian.

“Hati-hati agar tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan, karena arus sungai lumayan deras,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, korban Ni Komang Ayu Ardani mengendarai Honda Vario pada Kamis malam (29/3).

Dia membonceng putranya Putu Kevin Rumansa, 9, dan ibu mertuanya (nenek Kevin), Ni Ketut Rindit. Saat kejadian, jalan licin dan gelap usai hujan.

Tiba di jembatan Laplapan, Desa Petulu, Kecamatan Ubud, motor dan tiga korban jatuh ke jurang. Putranya, Kevin selamat karena pegangan di akar pohon.

Sedangkan ibu mertua korban atau nenek Kevin meninggal. Namun, korban Ni Komang Ayu hingga kini tak ditemukan.

Tim gabungan pun telah melakukan pencarian terhadap korban selama tujuh hari. Bahkan, Tim juga telah mengikuti arahan paranormal atas permintaan keluarga.

Lantaran tidak ditemukan hingga tujuh hari, maka pencarian dihentikan pada Kamis (25/3). Tim akan turun apabila menemukan petunjuk kuat. 

GIANYAR – Tim gabungan memang telah menghentikan upaya pencarian seorang ibu-ibu yang jatuh ke sungai Tukad Petanu, Ni Komang Ayu Ardani, 37.

Namun, tidak dengan keluarga korban. Mereka masih terus melakukan upaya pencarian dengan menyisir Tukad Petanu dengan alat seadanya.

“Kami akan terus melakukan pencarian sampai korban ditemukan,” ujar ipar korban, I Wayan Sumirat, kemarin.

Pencarian yang dilakukan keluarga korban itu mengundang perhatian Ketua DPRD Gianyar, Wayan Tagel Winarta didampingi anggota DPRD Gianyar asal Desa Siangan, Ni Luh Suciningsih.

Tagel Winarta mengatakan, kedatangan ke lokasi kejadian, selain mendoakan agar korban bisa secepatnya ditemukan juga mensupport keluarga korban yang terus melakukan pencarian dibantu relawan.

“Mari kita mendoakan agar korban bisa secepatnya ditemukan,” pintanya. Tagel minta pihak keluarga agar memaklumi penghentian pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR.

Politisi PDIP itu menekankan, Tim SAR menghentikan pencarian, karena berlandaskan ketentuan perundang-undangan.

Yakni menyisir sungai atau lokasi jatuh selama tujuh hari. Apabila tidak ditemukan dalam tujuh hari, akan dihentikan.

“Karena protap sehingga Tim SAR menghentikan pencarian. Kalau memang ditemukan tanda-tanda Tim SAR pasti akan melakukan turun lagi,” ujarnya.

Di bagian lain, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, Gusti Ngurah Dibya Presesta, menambahkan,

pihaknya tidak bisa melarang warga untuk mencari korban dengan sukarela baik secara sekala maupun niskala sesuai kepercayaan.

Kendati pihak BPBD bersama tim gabungan telah menghentikan sementara proses pencarian. Pihaknya hanya berpesan agar warga selalu berhati-hati dalam proses pencarian.

“Hati-hati agar tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan, karena arus sungai lumayan deras,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, korban Ni Komang Ayu Ardani mengendarai Honda Vario pada Kamis malam (29/3).

Dia membonceng putranya Putu Kevin Rumansa, 9, dan ibu mertuanya (nenek Kevin), Ni Ketut Rindit. Saat kejadian, jalan licin dan gelap usai hujan.

Tiba di jembatan Laplapan, Desa Petulu, Kecamatan Ubud, motor dan tiga korban jatuh ke jurang. Putranya, Kevin selamat karena pegangan di akar pohon.

Sedangkan ibu mertua korban atau nenek Kevin meninggal. Namun, korban Ni Komang Ayu hingga kini tak ditemukan.

Tim gabungan pun telah melakukan pencarian terhadap korban selama tujuh hari. Bahkan, Tim juga telah mengikuti arahan paranormal atas permintaan keluarga.

Lantaran tidak ditemukan hingga tujuh hari, maka pencarian dihentikan pada Kamis (25/3). Tim akan turun apabila menemukan petunjuk kuat. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru